4 Pemain Shopee Liga 1 yang Mendapat Bakat Sepak Bola dari Ayahnya

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 11 Mei 2020, 10:15 WIB
Diperbarui 11 Mei 2020, 11:17 WIB
Trivia - Ayah dan Anak di Shopee Liga 1
Trivia - Ayah dan Anak di Shopee Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Fenomena ayah dan anak yang bermain di Liga Indonesia telah ada sejak dulu. Saat ini di Shopee Liga 1, tradisi tersebut belum luntur.

Sugiantoro dan Rachmat Irianto, misalnya. Keduanya saat ini sama-sama membela panji Persebaya Surabaya. Bejo, panggilan Sugiantoro, berperan sebagai asisten pelatih.

Adapun, Rian, karibnya disapa, berlabel bek inti tim berjulukan Bajul Ijo itu di Shopee Liga 1 saat ini. Saat pensiun dari lapangan sepak bola, Bejo berstatus legenda Persebaya.

Keberhasilan Persebaya Surabaya ini menjadi bukti kerja keras mereka terbayar tuntas. Asisten pelatih, Bejo Sugiantoro sangat bangga dengan anaknya, Rachmat Irianto. Rian menjadi salah satu punggawa penting di skuad Bajul Ijo musim ini. (Liputan6.com/IG/@officialpersebaya)

Dia membela Persebaya pada dua periode, 1994-2003 dan 2004-2008. Dari rentang waktu itu, Bejo berhasil mempersembahkan dua trofi Liga Indonesia pada 1996-1997 dan 2004.

Rian masih jauh dari torehan ayahnya sebagai pesepak bola, terutama di Persebaya. Maklum, usianya masih 20 tahun. Namun, masa depan Rian bakal cerah. Ia adalah anggota Timnas Indonesia U-22.

2 dari 4 halaman

Ayah dan Anak Lainnya

Fandi Eko Utomo dan Wahyu Subo Seto
Wahyu Subo Seto (kanan) berpeluang menyusul sang kakak, Fandi Eko Utomo, untuk memperkuat Persebaya Surabaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Ayah dan anak lainnya di Liga Indonesia yang masih eksis hingga kini adalah Fandi Eko Utomo dan Wahyu Subo Seto. Keduanya adalah putra dari legenda Persebaya, Yusuf Ekodono.

Yusuf berseragam Persebaya pada 1990-1998 dan memenangi satu gelar Liga Indonesia pada 1996-1997.

Adapun, prestasi sang ayah belum mampu disamai oleh Fandi Eko. Namun, sang adik, Subo Seto, telah mengoleksi satu trofi juara Liga Indonesia bersama Bhayangkara FC pada 2007.

Duo ayah dan anak yang paling kompak saat ini layak disematkan kepada Rasiman dan Syahrian Abimanyu. Ke mana Rasiman berlatih, di situ anaknya mengikuti.

Saat Rasiman menjadi asisten pelatih Sriwijaya FC pada 2018, Syahrian turut diajak bergabung. Ketika Rasiman pindah ke Madura United pada 2019, Abi, panggilannya, ikut mengikuti jejak ayahnya tersebut.

3 dari 4 halaman

Adityo Darmadi - Adixi Lenzivio

Adityo Darmadi saat berduel dengan bek Persib, Robby Darwis pada tahun 1986. (Istimewa)
Adityo Darmadi saat berduel dengan bek Persib, Robby Darwis pada tahun 1986. (Istimewa)

Satu lagi fenomena ayah dan anak di kancah sepak bola Indonesia saat ini. Kiper Persija Jakarta, Adixi Lenzivio, adalah putra dari Adityo Darmadi.

Adityo adalah penyerang Persija era 1980-an. Dia juga pernah meraih medali emas bersama Timnas Indonesia di SEA Games 1987. Adityo menikah dengan Helena, yang merupakan putri dari kiper timnas Indonesia di era 60-an Harry Tjong.

Tak heran kalau selain dari sang ayah, bakat sepak bola Adixi juga berasal dari sang kakek yang menurun lewat ibunya. Semasa kecil, Adixi berlatih di bawah bimbingan langsung kakeknya. 

Kiper Persija Jakarta, Adixi Lenzivio, saat pengenalan tim untuk kompetisi musim 2020 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (23/2/2020). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Prestasi Adixi saat ini masih terlampau jauh dari ayahnya. Saat ini, penjaga gawang berusia 27 tahun ini masih nihil gelar. Bahkan beberapa tahun lalu, Dixi, panggilannya, sempat banting setir menjadi pemain futsal.

Adixi juga memiliki kakak bernama Andro Levandy yang pernah bermain buat Pelita Jaya, Persiba Bantul, Persela Lamongan. Hanya saja, saat ini Andro sudah tak lagi aktif bermain di klub profesional karena sempat dibekap masalah cedera. 

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓