Farhat Abbas: Jangan Ada Penumpang Gelap di Konflik PSSI dengan PT LIB

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 12 Mei 2020, 02:45 WIB
Diperbarui 12 Mei 2020, 02:45 WIB
PSSI Logo

Bola.com, Jakarta - Kabar konflik antara PSSI dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjadi perbincangan hangat dalam beberapa pekan belakangan. Para pimpinan dua organisasi tersebut dilaporkan tengah bersitegang.

Kegaduhan antara PSSI dengan PT LIB berawal dari dugaan praktik nepotisme kedua belah pihak. Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, mengangkat adik iparnya, Maaike Ira Puspita, sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PSSI pada Januari 2020.

Adapun, Cucu Somantri selaku Direktur Utama PT LIB sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI, dilaporkan menunjuk putranya, Pradana Aditya Wicaksana sebagai General Manager (GM) perusahaan yang menggulirkan Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 ini.

Perselisihan PSSI dan PT LIB mulai tercium tatkala sejumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI menyerang Cucu. Pensiunan perwira TNI AD itu dianggap membuat blunder fatal setelah mengatakan Maaike Ira menggantikan Ratu Tisha Destria yang mundur dari kursi Sekjen PSSI.

Belum juga insiden itu mereda, Cucu kembali diserang, kali ini berasal dari kompatriotnya sesama Direksi PT LIB. Direktur bisnis, Rudy Kangdra, dan Direktur Operasional, Sujarno, membocorkan pria berusia 61 tahun itu memasukkan Pradana Aditya tanpa melalui proses yang legal.

Diterpa isu pecah kongsi, Iriawan dan Cucu diminta untuk menahan ego masing-masing dan mendahulukan kepentingan bersama. Apalagi, momen ini dapat dimanfaatkan oleh sejumlah pihak yang ingin mengambil keuntungan.

"Saya pernah menjabat sebagai anggota Komite Banding PSSI pada 2004 melihat PSSI kembali kisruh membuat saya sangat prihatin. Saya percaya PSSI ditangan dua jenderal seharusnya bisa lebih baik," kata mantan anggota Komite Banding (Komding) PSSI, Farhat Abbas.

"Pesan saya kepada pak Iriawan dan pak Cucu agar selalu solid, waspadai penumpang gelap yang ingin mengadu domba PSSI. Jalin silaturahmi bertemu duduk bersama, selesaikan masalah internalnya secara kekeluargaan," kata Farhat.

2 dari 3 halaman

Fokus Piala Dunia U-20 2021

Logo Piala Dunia U-20 Indonesia 2021
Logo Piala Dunia U-20 Indonesia 2021 (Bola.com/Adreanus Titus)

Iriawan dan Cucu disarankan untuk bersatu demi menatap Piala Dunia U-20 2021. Peran keduanya begitu sentral mengingat sebagai pemimpin, keduanya perlu bersinergi.

"Ingat kita ini menjadi tuan rumah piala dunia tahun depan. Persiapkan dengan baik dan PSSI harus benar-benar menjadi kebanggan yg bisa membawa harum nama Indonesia di ajang internasional," imbuh Farhat.

Terkini, PSSI menggelar rapat virtual dengan FIFA untuk membahas persiapan Piala Dunia U-20 2021. PSSI didesak untuk segera menentukan kepanitiaan untuk turnamen tersebut.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓