Persiraja: Klub Bangkrut kalau Shopee Liga 1 2020 Dilanjutkan Tanpa Penonton!

Oleh Ario Yosia pada 13 Mei 2020, 16:50 WIB
Diperbarui 13 Mei 2020, 16:50 WIB
Persiraja Banda Aceh

Bola.com, Jakarta - Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Jealani mendukung bila Shopee Liga 1 2020 yang sudah terhenti sejak pertengahan Maret lalu akibat wabah virus corona bisa dilanjutkan kembali. Tapi, catatannya pertandingan digelar dengan menghadirkan penonton.

Sebab bila dilanjutkan tanpa penonton seperti liga-liga di Eropa, Persiraja tidak mau. Pasalnya, tim-tim di Indonesia akan merugi.

"Kami tetap pada prinsip setuju liga dimulai lagi. Tapi kalau mengambil langkah seperti liga di Eropa tanpa penonton itu mending jangan," ujar Rahmat, Selasa (12/5).

"Jadi itu juga menjadi pertimbangan yang serius, bahwa kemudian kalau harus mengikuti protokol kesehatan, ya oke. Tapi kan agak sulit ada 20 sampai 30 ribu orang berkumpul jadi agak sulit," katanya menambahkan.

Rahmat kemudian menjelaskan sulitnya liga di Indonesia berlangsung tanpa penonton. Terlebih, sebagian besar tim peserta mengandalkan uang dari penjualan tiket. Beda dengan klub-klub di Eropa yang punya seabrek sponsor yang bisa menopang operasional mereka.

"Kalau memaksakan liga tanpa penonton klub bisa bangkrut, tidak sanggup bayar gaji kemudian pemain mengadu kepada FIFA. Siapa yang harus disalahkan kalau sudah begini? Indonesia enggak bisa disamakan dengan Eropa, di sana sepak bola sudah menjadi industri," imbuh Rahmat.

2 dari 2 halaman

Bergantung Pemerintah

Defri Riski
Aksi pemain Persiraja Banda Aceh, Defri Riski, pada laga kontra Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (14/3/2020). (Bola.com/Gatot Susetyo)

PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 29 April 2020 bersurat kepada tim peserta Liga 1 dan Liga 2. Lewat surat itu, LIB meminta saran mengenai kelanjutan kompetisi musim ini.

Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, mengatakan bahwa ia sudah menjawab surat tersebut. Dirinya ingin kompetisi dilanjutkan, meski tetap akan mendukung apa pun keputusan pemerintah terkait Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana virus corona.

"Persiraja tetap mengikuti aturan pemerintah. Kalau pemerintah menyatakan bulan Juni corona selesai, ya kami minta liga ini dilanjutkan, karena waktunya masih cukup," ujar Nazaruddin.

Dalam pandangan Nazaruddin, rentang waktu untuk menggulirkan kompetisi masih cukup. Tidak menjadi masalah bila Shopee Liga 1 2020 berakhir sampai lompat tahun depan.

"Kalaupun nanti harus finis di bulan Februari, kenapa memangnya? Kita tidak pakai uang negara. Liga Inggris saja bulan Juli baru mulai," kata Nazaruddin.

Namun, kembali ia mengikuti apa pun keputusan dari pemerintah. Pasalnya, klub tak bisa berbuat apa-apa.

"Soalnya, kalau pemerintah masih melarangnya, bagaimana kami mau naik pesawat, kan gak bisa terbang juga. Jadi, kalau pemerintah sudah menyatakan corona selesai, misalnya di bulan Juni, maka kompetisi kami minta dilanjutkan bulan Juli, Agustus, dan September. Itu cukup kok waktunya, kan kita sudah menjalankan tiga pertandingan," ujarnya.

 

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Fitri Apriani, Published 13/5/2020)

Lanjutkan Membaca ↓