Setelah Buka-bukaan soal Timnas Indonesia, Kini Luis Milla Perbincangkan Ronaldo, Lionel Messi, dan Michael Jordan

Oleh Ario Yosia pada 15 Mei 2020, 21:20 WIB
Diperbarui 15 Mei 2020, 21:20 WIB
Luis Milla
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla, memberikan instruksi saat latihan di Lapangan SPH Karawaci, Banten, Selasa (8/8/2017). Latihan dilakukan sebagai persiapan jelang SEA Games 2017 Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Baru-baru ini Luis Milla lewat acara talkshow daring KickOff Indonesia bicara banyak tentang Timnas Indonesia dan PSSI. Terkini, pelatih asal Spanyol itu dalam sesi wawancara dengan Omnisport membahas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dengan legenda basket dunia, Michael Jordan. 

"Kini, kita memiliki dua pemain dalam diri Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang bisa kita bandingkan dengan Michael Jordan. Kita melihat mereka berdua main bertahun-tahun dan mereka tak bisa berhenti menang," ujar Luis Milla yang menukangi Timnas Indonesia periode 2017 hingga 2018 itu.

"Mereka tak pernah bosan memenangi Ballon d'Or," tutur Milla.

Fakta menunjukkan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo secara bergantian memenangi penghargaan bergengsi di jagat sepak bola dunia sejak 2008. "Itu semua merupakan hasil dari kerja keras dan menjadi kompetitif setiap harinya."

Sang legenda hidup Barcelona dan Real Madrid mengaku amat tertarik mengetahui perjuangan dan komitmen Messi serta Ronaldo di balik layar seperti halnya Michael Jordan di serial dokumenter Netflix, The Last Dance.

"Mungkin suatu hari nanti, kita akan melihat dokumenter mengenai dua orang ini mirip dengan Jordan. Jordan, Messi, dan Cristiano punya banyak kemiripan. Apa yang Jordan telah lakukan adalah hal-hal yang Messi dan Cristiano juga kerjakan," tutur Luis Milla.

Luis Milla pun mengungkapkan bahwa dedikasi para legenda dunia ini membuat orang-orang di sekitar mereka terangkat dan menjadi lebih baik.

"Sebagai grup, Anda akan mengikuti seorang pemimpin yang dapat membuat perbedaan seperti itu. Karena, jika Anda mempunyai seorang yang agresif dan mendorong orang lain tetapi mereka sendiri performanya tak sesuai dengan standar tinggi mereka, hal itu tak sama. Susah menjadi pemimpin sejati jika seperti itu," ujar pelatih yang semenjak didepak dari Timnas Indonesia menghabiskan waktu dengan banyak hadir di acara televisi sebagai pundit.

 

2 dari 3 halaman

Sudah Mirip Eropa

Indonesia Vs Chinese Taipei
Pelatih Indonesia, Luis Milla, mengamati anak asuhnya saat melawan Chinese Taipei pada laga Grup A Asian Games di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (12/8/2018). Indonesia menang 4-0 atas Chinese Taipei. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sebelumnya Luis Milla mengungkapkan bahwa sepak bola Indonesia telah mengalami banyak perkembangan sejak masanya melatih di Tanah Air. Baginya, ini adalah kabar baik bagi masyarakat Indonesia.

Luis Milla datang ke Indonesia pada Januari 2017 dengan durasi kontrak dua tahun. Ia datang bermodalkan pengalaman melatih Timnas Spanyol di Euro U21 2011 dan Olimpiade 2012.

Sang mentor bercerita mengenai kesannya terhadap sepak bola Indonesia dari pertama datang hingga ia pergi pada Oktober 2018.

"Impresi awal yang kami temukan adalah banyak peluang yang bisa kita bangun dengan pemain. Secara umum pemain sangat dewasa, juga dalam hal skill, tidak berbeda jauh dengan pemain Eropa," tutur Luis Milla di sesi bincang taktik dengan Kickoff Indonesia pada Sabtu (2/5/2020).

"Namun, ada banyak hal di mana mereka perlu kerja ekstra," tutur pelatih yang membawa Timnas U23 ke babak 16 besar Asian Games 2018 dan medali perunggu di SEA Games 2017 tersebut.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Kiper Persita Tangerang, Annas Fitrianto Tetap Bugar Jelang Kembalinya Shopee Liga 1 2020