Bambang Pamungkas, Piala Plastik, Provokasi Diri, dan Filosofi Biji Kopi

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 22 Mei 2020, 16:45 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 17:29 WIB
Persija Jakarta Vs Mitra Kukar

Bola.com, Jakarta - Mantan striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, berhasil membantu Macan Kemayoran meraih gelar juara Liga 1 2018, satu tahun sebelum gantung sepatu pada akhir musim 2019. Ternyata pemain yang karib disapa Bepe itu menyimpan sebuah cerita menarik tentang tantangan yang dibuatnya sendiri setelah mendapatkan sebuah kritik dari suporter Persija Jakarta pada pertengahan 2017.

Tiga tahun lalu tepat pada Mei 2017, Bambang Pamungkas dan rekan-rekan setimnya tampil di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Saat itu, Persija Jakarta baru meraih satu kemenangan pada laga pekan pertama Liga 1 2017.

Saat itu, memang harus diakui suporter Persija frustrasi melihat penampilan tim kesayangannya yang baru menang dalam pekan pertama dan tak kunjung menang hingga baru meraihnya lagi pada pekan kesembilan saat menjamu Arema FC, di mana Macan Kemayoran menang 2-0 di stadion yang sama.

Satu yang paling diingat dalam momen-momen tersebut adalah bagaimana suporter Persija kerap meneriakkan Teco Out karena merasa tidak puas dengan kinerja Stefano Cugurra Teco yang menjadi pelatih anyar Macan Kemayoran.

Dalam cerita yang diungkapkan Bambang Pamungkas dalam channel Youtube pribadinya, Bepe20 Bicara, sosok yang kini menjadi manajer Persija Jakarta itu mengungkapkan ada peristiwa yang menyinggung para pemain di lapangan usai sebuah laga di Stadion Patriot tadi.

Bepe tidak menyebutkan dengan pasti pertandingan menjamu tim apa yang dilakukan Persija saat itu. Namun, besar kemungkinan antara laga kontra Mitra Kukar atau Bali United pada pekan keenam atau ketujuh, di mana Macan Kemayoran baru meraih satu kemenagnan.

Seorang penggemar berteriak dari tribun VIP, mencaci maki dan mengeluarkan sumpah serapah sambil mengacungkan piala yang terbuat dari plastik dengan tulisan "Persija kapan juara".

"Tujuan dia saat itu yang saya tangkap adalah, dengan performa seperti itu maka jangan berharap Persija bisa menjadi juara. Mungkin itu yang ingin disampaikan olehnya," kisah pemain yang karib disapa Bepe itu.

"Namun, dalam situasi yang serbakurang nyaman, ada suara yang terdengar di telinga saya dan berkata, 'Ini adalah momentum Bambang, ini adalah momen di mana kamu bisa membuat kejadian ini menjadi pemicu untuk membuat kamu lebih fokus mengejar apa yang kamu inginkan'," lanjutnya.

Bepe menceritakan bahwa saat itu semua pemain Persija tampak kesal dengan kritik yang datang dari penggemar di tribune tersebut. Namun, pemain bernomor punggung 20 itu justru menghampiri orang tersebut dan menerima piala yang menjadi lambang kritik tersebut.

"Saya ingin menerima piala tersebut sebagai tanda bahwa kritik yang mereka sampaikan telah diterima dengan baik dan saya ingin mewakili tim untuk menerima piala tersebut. Kemudian saya menjadikan piala itu sebagai sesuatu hal yang memprovokasi saya untuk membuktikan kepada mereka dan menjawab tantangan bahwa mereka melakukan kesalahan karena meremehkan kami," tegas

Bambang Pamungkas kemudian mengunggah foto piala dari plastik itu dalam akun media sosialnya, sekitar lima hari setelah laga Persija Jakarta kontra Bali United yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Patriot Candrabhaga, 21 Mei 2017.

2 dari 4 halaman

Tempat Istimewa Piala Plastik dan Provokasi

Bambang Pamungkas, Piala Plastik
Piala plastik "Persija kapan Juara???" yang diletakkan oleh Bambang Pamungkas di antara trofi pemain terbaik yang pernah diraihnya. (Instagram/Bepe20)

Piala plastik bertuliskan "Persija kapan juara" itu pun dibawa oleh Bambang Pamungkas pulang ke rumahnya. Tidak tanggung-tanggung, Bepe meletakkannya di antara trofi-trofi miliknya yang lain di ruang keluarga. Bukan tanpa alasan Bepe melakukannya, karena dirinya ingin menjawab tantangan dari penggemar yang memberikan piala tersebut.

"Saya melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk memprovokasi diri saya dan itu sebabnya saya membawa pulang piala tersebut dan meletakkannya di antara 2 piala pemain terbaik yang saya miliki. Ketika istri saya terheran mengapa piala tersebut diletakkan di tempat itu saya tegaskan agar piala itu tetap di situ hingga saya sendiri yang membuangnya," ujar Bepe.

"Sejak saat itu saya selalu merasa terprovokasi setiap kali berada di ruang keluarga. Saya merasa ada sesuatu yang mengganjal. Setiap kali saya melihatnya, ada sebuah janji yang belum terselesaikan, ada sebuah kewajiban yang belum dibayar lunas, ada sebuah tantangan yang belum terjawab, sehingga hal itu memprovokasi saya dan membuat saya lebih fokus dalam menjalani semua hal yang berkaitan dengan hidup saya," tegasnya.

Bentuk provokasi diri yang dilakukan seorang Bambang Pamungkas pun berjalan dengan baik untuknya. Bepe yang pada musim 2017 bermain 24 kali membantu Persija finis di peringkat keempat dalam klasemen Liga 1 2017. Motivasinya terus terjaga dan meski pada Liga 1 2018 hanya bermain 13 kali dengan hanya mencetak satu gol ke gawang Tira Persikabo saat menang telak 5-0, Bambang Pamungkas bisa membantu tim meraih gelar juara Liga 1 2018.

"Saya membantu membuat tim memiliki tujuan untuk membawa gelar juara ke Jakarta. Saya menggunakan seluruh elemen dalam tim untuk membantu saya membuang piala plastik itu, menyingkirkannya dari ruang keluarga saya, dan akhirnya 18 bulan kemudian Persija kembali mampu menjuarai liga," ujar Bepe.

Keberhasilan tersebut pun diabadikan oleh Bepe dengan sebuah foto mengangkat trofi ke arah tribune utara stadion, tepat di depan gawang. Dalam momen tersebut, Bambang Pamungkas ingin mengatakan, "Jakarta, this is for you."

"Apa yang ingin saya sampaikan dalam cerita ini adalah motivator dalam hidup adalah diri sendiri. Namun, kadang kita butuh kejadian yang memprovokasi diri kita sendiri untuk memotivasi tidak hanya terhadap mereka yang memprovokasi kita, tapi juga terhadap diri kita sendiri agar bisa lebih baik dari apa yang mereka pikirkan," tegasnya.

 

3 dari 4 halaman

Filosofi Biji Kopi

Bambang Pamungkas - Timnas Indonesia dan Persija Jakarta
Bambang Pamungkas - Timnas Indonesia dan Persija Jakarta (Bola.com/Adreanus Titus)

Dalam beberapa kesempatan, Bambang Pamungkas memang kerap menegaskan bagaimana dalam kariernya sebagai pesepak bola kerap harus menghadapi tantangan besar yang kemudian menjadi sebuah kemenangan bagi dirinya sendiri. Cukup banyak yang telah dilaluinya, seperti ketika harus mengalami cedera patah kaki hingga akhirnya bangkit dan sembuh untuk bisa menjadi pesepak bola andal.

Selain itu, Bepe juga pernah mengungkapkan cerita bagaimana dirinya merasa tertantang ketika datang ke Jakarta berseragam Pelita Bandung Raya dan mengalahkan Persija Jakarta saat itu. Komentar dan tantangan yang diungkapkan oleh orang lain membuatnya menjadi panas dan tertantang untuk memberikan pembuktian.

"Setiap orang punya cara masing-masing untuk memotivasi diri. Saya adalah penganut filosofi biji kopi. Apakah filosofi biji kopi itu? Jika ingin mencium aroma terbaik kopi pilihan, maka siram dengan air yang sangat panas sehingga kopi itu mengeluarkan aroma terbaiknya," ujar Bepe.

"Saya butuh tantangan, butuh kritik, butuh caci maki, sehingga saya terprovokasi untuk membuktikan kepada diri mereka dan saya sendiri bahwa saya bisa lebih baik dari apa yang mereka pikirkan, saya mampu menyelesaikan pertempuran yang saya dengan kemenangan," tutupnya.

Sumber: Youtube Bepe20 Bicara

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Saksikan Duel Egy M. Vikri vs Gunawan Dwi di Rexona Men Soccer Stars Challenge!