Mantan Kapten Timnas Indonesia: Jangan Memaksakan Menggelar Kompetisi

Oleh Vincentius Atmaja pada 04 Jun 2020, 20:45 WIB
Diperbarui 04 Jun 2020, 20:45 WIB
Agung Setyabudi
Agung Setyabudi saat masih menjadi pelatih Persis Solo pada 2013. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Solo - Pelaku sepak bola Indonesia tengah harap-harap cemas menanti penerapan new normal atau kelaziman baru untuk kompetisi sepak bola yang rencananya akan bergulir pada September dan Oktober mendatang. PSSI tengah membahas kemungkinan melanjutkan kompetisi sepak bola Indonesia. Namun, mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, punya saran lain.

Dalam skema yang tengah dipersiapkan oleh PSSI, beberapa poin yang sudah terungkap adalah kompetisi bakal digelar September dan Oktober dan pelaksanaan pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa. Selain itu juga tidak ada degradasi pada akhir musim.

Melihat situasi ini, mantan pesepak bola nasional yang pernah menjadi kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, angkat  bicara. Eks kapten Tim Garuda di Piala Asia 2004 ini menilai alangkah baiknya jika semua menunggu pandemi COVID-19 benar-benar berakhir atau bisa dipastikan aman. Agung Setyabudi melihat kompetisi tidak perlu dipaksakan.

"Berhenti dulu saja, tidak perlu meniru negara di barat. Protokol saja amburadul, masih banyak yang ngeyel kok. Lihat saja pasar-pasar ramai, sedih saya melihatnya," ujar Agung Setyabudi kepada Bola.com, Kamis (4/6/2020).

Sejumlah negara-negara di Eropa memang sudah dan tengah berencana untuk melanjutkan kompetisi, seperti Bundesliga yang sudah melakukannya dan Serie A, La Liga, serta Premier League yang akan segera menyusul. Namun, menurut Agung hal tersebut tidak bisa begitu saja disamakan degnan Indonesia, di mana kompetisi baru saja mulai sementara di Eropa sudah hampir selesai.

"Apalagi suporter Indonesia terkenal begitu fanatik. Dihukum tanpa penonton saja tetap nekat datang ke stadion. Ini virus membuat kita tidak boleh sombong, semua harus tetap waspada," tegas mantan pemain Timnas Indonesia itu.

2 dari 3 halaman

Merintis Usaha Lain

Sebagai mantan pesepak bola nasional, Agung Setyabudi memaklumi dan ikut prihatin karena banyak pihak yang ikut terdampak pandemi Corona.

Namun, Agung sepakat jika insan sepak bola sekarang ini perlu mulai merintis suatu usaha di luar keahliannya sebagai pesepak bola, agar tidak hanya bergantung dengan lapangan hijau.

"Ya menunggu saja, entah kapan berakhirnya pandemi ini. Harus bagaimana lagi, kita terima saja. Tidak hanya Indonesia, tapi dunia," jelas pemilik 53 penampilan di Timnas Indonesia itu.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 1), Cerita Hidung Berdarah karena Romelu Lukaku