Kisah Sedih Arthur Irawan: Pernah Mentas di Spanyol, Kini di Indonesia Menderita dengan Jam Terbang yang Minimalis

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 11 Jun 2020, 11:15 WIB
Diperbarui 11 Jun 2020, 11:15 WIB
Arthur Irawan
Arthur Irawan (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Hampir satu dekade lalu, Arthur Irawan mencuri perhatian dengan kesempatan yang diraihnya untuk berlatih dan berkompetisi di Spanyol. Namun, pemain yang murah senyum dan ramah menyapa orang lain itu kemudian harus berpindah-pindah klub di Indonesia dengan menit bermain yang sangat minim.

Arthur Irawan mendapatkan kesempatan untuk berlatih dan berkompetisi di Spanyol pada 2012. Bersama RCD Espanyol di Segunda B, Arthur menjemput impian untuk bisa menjadi pemain sepak bola profesional.

Tepatnya pada 9 November 2011, Arthur Irawan untuk pertama kalinya menandatangani kontrak bersama RCD Espanyol B yang tampil di Segunda Division B, atau kasta ketiga kompetisi sepak bola Spanyol jika dihitung dari La Liga. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu pun mendapatkan kesempatan selama 200 menit dalam 8 pertandingan, dengan empat laga di antaranya menjadi starter.

Espanyol B sendiri sebelum juga pernah diperkuat pemain asal Indonesia yaitu Arthur Irawan. Tapi pemain berposisi bek kanan itu gagal promosi ke tim senior. (www.arthurirawan.com)

Namun, Arthur Irawan kemudian pindah ke Malaga B yang juga berkiprah di Segunda Division B pada 2014. Bersama Malaga, Arthur tercatat tampil hanya dalam enam pertandingan.

Setelah mencoba peruntungan dengan memperkuat dua klub Spanyol, Arthur Irawan mencoba berkarier di Belgia. Ia bergabung bersama Waasland-Beveren pada 2014. Saat itu, Waasland-Beveren tampil di Belgian Pro League yang merupakan kasta tertinggi sepak bola Belgia.

Dalam debutnya di Belgian Pro League, Arthur tampil ketika Waasland menjalani pertandingan terakhir musim itu di Grup A playoff II. Dalam laga itu, Waasland harus kalah 1-2 dari tamunya KV Mechelen.

Bermain di Belgia, Arthur sempat mengalami cedera. Bahkan ketika pemulihan, pemain kelahiran 3 Maret 1993 itu memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Bahkan Arthur sempat menjalani latihan bersama Persija Jakarta untuk menjaga kondisinya di tengah pemulihan cedera.

"Saya absen sampai habis musim ini dan pulang ke Jakarta untuk pemulihan. Kebetulan saya boleh ikut latihan ringan tim Semen Padang, sekaligus menjaga stamina saya," jelas Arthur Irawan kepada Bola.com di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 8 Mei 2016, di mana Persija Jakarta tengah melakukan sesi uji lapangan jelang laga kontra Semen Padang di TSC 2016.

2 dari 4 halaman

Kembali ke Indonesia dan Bertualang dari Klub ke Klub

Tumpengan Persija Resmikan Lapangan dan Mes Baru
Pemain Persija Jakarta, Arthur Irawan, melakukan latihan di Lapangan SUtasoma, Halim, Jakarta, Selasa (28/03/2017). Persjia resmi memiliki lapangan latihan dan mes baru. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Setelah kembali ke Indonesia, sepanjang 2016 Athur Irawan terus terlihat dalam sesi latihan Persija Jakarta. Bola.com melihat langsung betapa gigih Arthur berlatih bersama skuat Macan Kemayoran di Lapangan Villa 2000, Pamulang.

Arthur Irawan tampak begitu keras berlatih dan memperlihatkan semangat yang luar biasa. Ia tak mengenal menyerah ketika mengejar bola ataupun merebutnya dari rekan setim yang tengah menjadi lawan dalam latihan.

Sayang, statusnya saat itu hanya joint training bersama Persija. Akhirnya hingga TSC 2016 berakhir pun Arthur tak pernah bertanding dalam sebuah laga resmi.

Persija kemudian merekrut Stefano Cugurra Teco sebagai pelatih dan kemudian kedatangan Gede Widiade yang menjadi CEO baru untuk mengembalikan Macan Kemayoran ke level yang seharusnya. Tak disangka, Arthur kemudian mendapatkan kontrak resmi dari Persija selama satu tahun pada Maret 2017.

Arthur mendapatkan debutnya bersama Persija dalam laga pekan ke-17 Liga 1 2017. Saat itu Macan Kemayoran menang tipis 1-0 atas Bhayangkara FC dan Arthur masuk pada menit akhir pertandingan untuk menggantikan Novri Setiawan.

Tidak mendapatkan menit bermain yang sesuai harapan di Persija, Arthur Irawan kemudian pindah ke Borneo FC sebagai pemain pinjaman pada putaran kedua Liga 1 2017. Bersama Borneo FC, Arthur Irawan bermain dua kali, termasuk bermain penuh ketika menghadapi Perseru Serui.

Arthur Irawan merayakan Imlek bersama Persebaya di Yogyakarta. (Bola.com/Aditya Wany)

Pada musim 2018, Arthur Irawan kembali pindah klub. Kali ini, pemain kelahiran Jakarta itu bergabung bersama Persebaya Surabaya yang baru promosi ke Liga 1. Arthur mendapatkan debut bersama Persebaya pada pekan kedua, ketika Bajul Ijo bertandang ke markas Persela Lamongan. Laga berakhir imbang 1-1, dan itu menjadi satu-satunya pertandingan yang dijalani Arthur bersama Persebaya di Liga 1.

Perseru Serui yang berubah nama menjadi Badak Lampung FC dan bermarkas di Bandar Lampung pada Liga 1 2019 menjadi pelabuhan baru Arthur Irawan. Arthur mendapatkan kesempatan yang lebih besar di klub barunya ini, di mana ia mengemas tiga pertandingan.

Satu hal yang menarik, Arthur bermain satu pertandingan dalam satu bulan. Debutnya bersama Badak Lampung FC didapatkan saat menjamu Bali United pada 30 Juni, di mana tim tuan rumah kalah telak 0-3. Kemudian, Arthur bermain lagi kala Badak Lampung bertandang ke markas Madura United pada 27 Juli, di mana ia dipercaya menjadi starter. sayang timnya kalah telak 1-5.

Laga terakhir Arthur Irawan bersama Badak Lampung FC didapatkan pada 25 Agustus. Saat itu Badak Lampung menjamu Persib Bandung dan mampu membuat Maung Bandung hanya pulang dengan satu poin. Pada akhir musim Badak Lampung FC terdegradasi ke Liga 2, Arthur pun mencari pelabuhan baru.

3 dari 4 halaman

Awal Baik Bersama PSS, Terkendala COVID-19

PSS Sleman Logo
PSS Sleman Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Arthur Irawan akhirnya bergabung bersama PSS Sleman untuk mengarungi musim 2020. Seperti halnya Irfan Bachdim yang baru saja datang dari Bali United, Arthur Irawan berharap keberuntungan yang lebih besar dari klub sebelumnya.

Awal yang manis didapatkan Arthur bersama tim berjulukan Elang Jawa itu. Dalam tiga laga yang sudah dimainkan di Liga 1 2020, Arthur selalu menjadi starter di posisi pertahanan PSS.

Sayangnya, dalam tiga pertandingan yang digelar sebelum Liga 1 2020 terhenti karena pandemi COVID-19 itu, PSS baru meraih satu poin yang didapatkan dari hasil imbang tanpa gol menghadapi Persikabo. Sementara dua laga lainnya, PSS kalah dengan skor identik 1-2 dari PSM Makassar dan Persib Bandung.

Sayang pula bagi Arthur, kesempatan yang diraihnya dalam tiga pertandingan pertama PSS harus terhenti karena kompetisi disetop oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru karena pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia.

Tentu patut dinantikan apakah Arthur Irawan akan kembali menjadi andalan di lini pertahanan PSS Sleman jika kompetisi Liga 1 2020 benar-benar dilanjutkan sesuai wacana PSSI pada September mendatang.

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Half Time Show, Menuju Piala Menpora dan Bagaimana Sepak Bola Tanpa Penonton?