Pesan Orang Tua Jadi Motivasi Yanto Basna Mengejar Gelar Sarjana

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 22 Jun 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 22 Jun 2020, 18:00 WIB
Latihan Timnas Indonesia
Pemain Timnas Indonesia, Yanto Basna, saat latihan jelang laga kualifikasi Piala Dunia di SUGBK, Jakarta, Senin (2/9). Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Bek Timnas Indonesia, Yanto Basna, menyebut pesan orang tua untuk tetap mengutamakan pendidikan jadi alasannya fokus mengejar gelar sarjana. Maklum, orang Papua sangat mengutamakan pendidikan untuk anaknya.

Yanto Basna menambah panjang daftar pesepak bola asal Papua yang meraih gelar sarjana. Pemain berusia 25 tahun itu dinyatakan lulus dalam ujian skripsi yang digelar secara online pada Jumat (19/6/2020) dan berhak menyandang gelar Sarjana Olahraga dari Universitas Yogyakarta.

Perjuangan Yanto Basna dalam meraih gelar sarjana tidak mudah. Yanto Basna dituntut mampu membagi waktu antara karier sebagai pesepak bola dan statusnya sebagai mahasiswa.

Hal itulah yang membuat Yanto Basna harus menunggu hampir enam tahun untuk menjadi sarjana. Namun, hal itu semua dilakukan Yanto Basna demi memenuhi janjinya kepada kedua orang tua.

Ketika belum menjadi pesepak bola profesional jelang keberangkatan ke Uruguay, Yanto Basna yang berusia 17 tahun mengadakan pembicaraan dengan orang tua. Yanto Basna dihadapkan pada pilihan mengejar mimpi menjadi pesepak bola atau menempuh pendidikan.

Yanto Basna ketika itu mantap memilih sepak bola sebagai bagian dalam hidupnya. Keputusan tersebut akhirnya didukung kedua orang tua Yanto Basna dengan satu syarat yakni tetap mengutamakan pendidikan.

"Pada suatu malam, Bapak saya mengajak duduk di ruang tamu. Ada saya, ibu, dan adik-adik saya. Mereka memberikan keputusan apakah mau bermain bola atau pendidikan?," kenang Yanto Basna dalam wawancara dengan PSSI Pers di Instagram, Minggu (21/6/2020).

"Saya bilang tanpa pikir panjang mau bermain sepak bola. Keberangkatan ke Uruguay tinggal dua hari lagi. Orang tua setuju dengan syarat tidak bisa meninggalkan pendidikan," ucap Yanto Basna.

2 dari 2 halaman

Pesepak Bola Papua yang Sarjana

Timnas Indonesia Vs Thailand
Bek Timnas Indonesia, Yanto Basna, saat melawan Thailand pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Selasa (10/9). Indonesia takluk 0-3 dari Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Yanto Basna bukan satu-satunya pesepak bola asal Papua yang berhasil meraih gelar sarjana. Bahkan, beberapa pemain top Papua memang sukses dalam karier dan bidang akademik.

Sebelumya, sudah ada pesepak bola yang sukses dalam bidang akademik seperti Geral Pangkali, Ferinando Pahabol, Ronny Beroperay, Ian Louis Kabes, Stevie Bonsapia, Boaz dan Ortizan Solossa.

Fenomena itu dikatakan Yanto Basna sebagai sesuatu yang lumrah di Papua. Para pemain asal Papua tak lengkap bila hanya jago di lapangan tanpa sukses di bidang akademik.

"Mayoritas para pemain yang dari Papua itu mengutamakan pendidikan. Biarpun kamu punya skill bagus, namun yang diutamakan tetap pendidikan," ucap Yanto Basna.

Sumber: Instagram

Lanjutkan Membaca ↓
Wawancara Elkan Baggott