Nelangsa Ceres-Negros: Klub Terbaik ASEAN yang Terancam Bangkrut dan Ditinggal Pemain

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 03 Jul 2020, 08:45 WIB
Diperbarui 03 Jul 2020, 08:45 WIB
Piala AFC 2019: Persija Jakarta Vs Ceres-Negros
Pemain Ceres-Negros merayakan gol yang dicetak oleh Mike Rigoberto ke gawang Persija Jakarta pada laga Piala AFC di SUGBK, Jakarta, Selasa (23/4). Persija takluk 2-3 dari Ceres-Negros. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Jakarta - Kapal Ceres-Negros terancam karam. Akibat kondisi finansial yang rapuh di tengah pandemi virus corona, tiga kali kampiun Liga Filipina Football League (PFL) ini dikabarkan akan bangkrut.

Di Filipina, Ceres-Negros bukan tim sembarangan. Berdiri sejak 2012, The Busmen, julukannya, konsisten menjadi wakil negaranya di kancah turnamen antarklub Asia.

Pada periode 2015-2017, Ceres-Negros rutin lolos ke AFC Cup. Rentang waktu 2018-2019, pencapaian The Busmen meningkat. Kesebelasan dengan atribut berwarna kuning ini melaju ke babak Kualifikasi Liga Champions Asia (LCA). Meski dalam tiga kali kesempatan itu, Ceres-Negros selalu gugur dan berakhir di AFC Cup.

Sepekan belakangan, media Filipina mengabarkan bahwa selain berpotensi pailit, Ceres-Negros juga mempertimbangkan untuk mundur dari PFL musim ini.

Penyerang Ceres-Negros, Bienvenido Maranon, tidak membantah timnya tengah dilanda krisis keuangan. Dugannya, karena bisnis dari presiden klub, Leo Rey Yanson, juga terkena dampak imbas dari lesunya ekonomi saat wabah virus corona.

"Situasi di Ceres-Negros sekarang agak aneh. Mereka menghentikan pembayaran gaji sejak pandemi COVID-19 dan itu normal. Kami sedang menunggu jadwal kompetisi dan AFC Cup. Setelah itu, kami baru akan melihat bagaimana ke depannya," kata Maranon kepada Bola.com, Kamis (2/7/2020).

"Bos kami, sebagai presiden sebuah perusahaan, memiliki masalah seperti perusahaan lain dan akan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya berharap bos kami bisa melanjutkan posisinya di klub karena dengan dia, kami mencapai banyak hal."

"Kami menjadi tim yang lebih baik di Asia Tenggara selama tiga tahun berturut-turut tetapi seandainya bos kami tidak lanjut di sini, kami berharap dia menjual klub kepada investor baru. Jadi, Ceres-Negros akan tetap eksis, " tutur Maranon.

2 dari 5 halaman

Ditinggalkan Sejumlah Pemain

Bruno Matos
Bruno Matos (nomor dua dari depan), pada duel Persija Jakarta versus Ceres-Negros, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (23/4/2019). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Akibat pembayaran gaji yang macet, Ceres-Negros mulai ditinggalkan pemainnya satu per satu. Dimulai dari pensiunnya mantan gelandang Timnas Filipina, James Younghusband, pada 25 Juni 2020.

Bek asal Australia, Josh Grommen kepada The World Game mengaku bahwa ia tengah mencari pelabuhan baru setelah meninggalkan Ceres-Negros belum lama ini.

Segera mengikuti langkah dua mantan rekannya itu, Maranon juga terbuka dengan tawaran dari klub lain, terutama yang berasal dari Asia dan Asia Tenggara. Striker berusia 34 tahun itu juga tertarik untuk berkarier di Indonesia.

"Saya ingin pergi dan saya menunggu tawaran bagus untuk melanutkan karier saya di Asia," jelas Maranon.

"Saya berharap dapat pergi dan menikmati sepak bola Indonesia," imbuh pemain yang menghancurkan Persija Jakarta pada Piala AFC 2019 tersebut.

3 dari 5 halaman

Klub Terbaik di ASEAN

Pemain yang Bisa Gantikan Posisi Bruno Matos
2. Bienvenido Maranon (Ceres-Negros). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Berdasarkan catatan Footy Rankings, Ceres-Negros berada di posisi ke-23 dalam tabel klub terbaik di Asia. Peringkat The Busmen menjadi yang tertinggi dibandingkan klub Asia Tenggara (ASEAN) lainnya.

Ceres-Negros, yang mengumpulkan 43,18 poin per 11 Maret 2020, unggul dua posisi dari raksasa Thailand, Buriram United dan 13 peringkat dari penguasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim.

Sementara itu, wakil Indonesia terbaik berdasarkan perhitungan Footy Rankings adalah Persija Jakarta. Tim berjulukan Macan Kemayoran itu menempati peringkat ke-80 dengan torehan 16,18 poin.

4 dari 5 halaman

Lumat Bali United

Ceres Negros
Ceres-Negros berhasil memetik kemenanhgan 4-0 atas Bali United pada matchday ketiga Piala AFC 2020, Rabu (11/3/2020) di Stadion Rizal Memorial, Manila. (Ceres-Negros FC/Janb Dayrit)

Berstatus sebagai jawara PFL 2019, Ceres-Negros berhak dengan satu tiket menuju LCA, namun The Busmen harus merangkak dari tangga paling bawah.

Berhasil mengalahkan wakil Myanmart, Shan United 3-2 pada babak eliminasi pertama dan menyingkirkan klub Thailand, Port FC, dengan skor 1-0 pada babak eliminasi kedua.

Tinggal selangkah lagi melangkah ke babak penyisihan, perjuangan Ceres-Negros harus berakhir di masa play-off. The Busmen tunduk 0-2 dari wakil Jepang, Tokyo FC.

Kekalahan tersebut membuat Ceres-Negros terlempar ke babak penyisihan AFC Cup untuk tergabung di Grup G dengan wakil Indonesia, Bali United, klub Vietnam, Than Quang Ninh, dan kesebelasan Kamboja, Svay Rieng.

Dalam tiga pertandingan yang telah berlangsung, Ceres-Negros tidak pernah kalah. The Busmen mencatatkan dua kemenangan dan sekali imbang, termasuk ketika memukul Bali United dengan skor telak, 4-0.

Jika Ceres-Negros harus bangkrut dan mundur dari PFL sekaligus menarik diri dari AFC Cup, maka ASEAN akan kehilangan satu di antara klub terbaiknya. Maka, tidak salah Maranon berharap The Busmen dapat diakuisisi oleh investor baru agar tim dapat bertahan di tengah pandemi virus corona.

5 dari 5 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓