Respons dan Sikap 18 Klub Peserta Mengenai Kelanjutan Liga 1 2020: Tak Bulat Setuju!

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 04 Jul 2020, 08:21 WIB
Diperbarui 04 Jul 2020, 08:21 WIB
Liga 1 2020
Klub-klub di Liga 1 2020. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia telah memastikan kompetisi Liga 1 2020 bakal dilanjutkan mulai Oktober mendatang. Namun, keputusan tersebut ternyata masih menuai respons yang beragam dari sejumlah klub peserta.

Gaung kelanjutan Liga 1 2020 telah disuarakan oleh PSSI melalui surat keputusan bernomor SKEP/53/VI/2020 bertanggal 27 Juni 2020. Poin utama keputusan PSSI adalah menggelar kembali kompetisi sepak bola Indonesia mulai Oktober mendatang.

Keputusan ini tentu menjadi sesuatu yang sudah cukup lama ditunggu oleh para peserta Liga 1 2020. Sejumlah klub memang sudah sejak awal Juni bersuara untuk meminta kepastian keberlanjutan kompetisi.

Kepastian mengenai kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 memang dibutuhkan klub agar bisa mempersiapkan segala hal, baik teknis tim maupun terkait sponsor dan non-teknis lainnya.

Pada akhirnya, PSSI pun mengeluarkan keputusan melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 pada Oktober mendatang lewat surat keputusan yang dikeluarkan pada 27 Juni tersebut.

Namun, respons dari klub peserta Liga 1 2020 masih beragam. Apa saja sikap mereka?

2 dari 20 halaman

Persija Jakarta

Shopee Liga 1 : Persija Jakarta Vs Borneo FC
Pemain Persija Jakarta merayakan gol yang dicetak oleh Evan Dimas, ke gawang Borneo FC pada laga Shopee Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (1/3/2020). Persija menang 3-2 atas Borneo FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persija Jakarta menyikapi kembali bergulirnya kompetisi Liga 1 2020 dengan optimisme tinggi. Macan Kemayoran akan segera mempersiapkan diri di era tatanan baru (new normal) dari sisi teknis dan non teknis.

Direktur olahraga Persija, Ferry Paulus, melalui situs resmi klub menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan tim pelatih, ofisial, dan pemain untuk kembali menggelar latihan tim. Sebelumnya para penggawa Macan Kemayoran berlatih mandiri sesuai instruksi pelatih di kediaman masing-masing.

“Kami menyambut keputusan PSSI dengan antusias. Pemerintah telah menyarankan kita hidup berdampingan dengan COVID-19. Meski begitu Persija berkomitmen seluruh elemen di Persija harus disiplin penuh akan protokol kesehatan yang sudah ada,” tutur Ferry Paulus.

“Langkah pertama yang kami jalankan tentu persiapan latihan tim sesuai protokoler kesehatan dan ada inovasi baru menyesuaikan dengan adanya pandemi ini. Selanjutnya kami akan mulai membahas beberapa kebutuhan tim seperti pertandingan uji coba dan pemusatan latihan. Kami yakin Persija akan kembali memulai kompetisi tetap dalam tren positif,” tambahnya.

 

3 dari 20 halaman

Persib Bandung

Persib Bandung
Skuat Persib Bandung, termasuk Zulham Zamrun, jelang Shopee Liga 1 2020. (Bola.com/Erwin Snaz)

Persib Bandung langsung merencanakan latihan bersama untuk pertama kalinya setelah kompetisi Liga 1 2020 dipastikan berlanjut pada Oktober mendatang. Pelatih Robert Alberts dan jajaran manajemen tim, bersepakat untuk menggelar sesi latihan mulai 6 Juli 2020 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Bahkan, Robert Alberts dan timnya sudah sempat melakukan pantauan langsung kondisi Stadion GBLA yang akan dijadikan tempat berlatih dalam situasi new normal ini. Protokol kesehatan di stadion tersebut akan langsung diterapkan ketika para pemain Persib mulai berlatih kembali.

“Kami sudah mendapatkan izin untuk menggunakan stadion di sana. Tapi, besok kami akan menggelar pertemuan bersama pengegola GBLA untuk membahas mengenai protokol kesehatan agar aman bagi pemain, ofisial dan media yang datang ke sana,” jelas Robert Alberts setelah menggelar pertemuan bersama tim pelatih di Graha PERSIB, Jalan Sulanjana no.17, Bandung, Senin 29 Juni 2020.  

“Kita harus mengikuti protokol itu dan menciptakan lingkungan sehat dan aman. Yang juga penting adalah orang lain tidak boleh masuk ke stadion. Bahkan suporter harus memahami, kita belum bisa berdekatan dan berkerumun untuk saat ini,” tutur pria berkebangsaan Belanda tersebut seperti dilansir dari situs resmi klub.

4 dari 20 halaman

Bali United

Bali United Logo
Bali United Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bali United siap untuk kembali melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 pada Oktober mendatang. Satu yang menjadi perhatian dari Bali United adalah protokol kesehatan yang harus sangat ketat ketika kompetisi benar-benar bergulir kembali.

"Saya pikir bagus kompetisi bisa kembali dan semua pihak bisa kembali bekerja. Terpenting bagi saya, semua pemain, tim pelatih, dan manajemen harus tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujar pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, dalam situs resmi klub.

"Saya akan berkomunikasi dengan manajemen agar sebelum latihan perdana tim, semua pemain, pelatih dan tim ofisial mengikuti standar kesehatan sesuai anjuran Pemerintah dalam pencegahan COVID-19 ini," tambah Coach Teco.

Teco juga menyampaikan waktu latihan perdana Bali United akan berlangsung bulan Agustus mendatang. Tapi hal tersebut masih rencana dan perlu komunikasi lebih lanjut dengan Manajemen sembari melihat situasi terkini di Indonesia.

"Tim akan kembali berlatih bulan Agustus mendatang. Tapi, hal ini akan saya komunikasikan dengan manajemen. Semua pemain harus sudah ada di Bali sebelum latihan perdana berlangsung untuk persiapan kompetisi kembali," tegasnya.

5 dari 20 halaman

Persipura Jayapura

Persipura Jayapura
Persipura Jayapura menjalani pemusatan latihan di Agro Wisata, Batu, Malang, Selasa (28/1/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Persipura Jayapura menjadi klub yang tidak ada masalah dengan kelanjutan kompetisi Liga 1 2020. Sejak awal, Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, sudah menegaskan pihaknya akan mengikuti apapun keputusan yang diambil oleh PSSI selaku federasi.

Setelah PSSI memastikan kompetisi akan mulai bergulir kembali pada Oktober 2020, sikap Persipura tidak berubah. Pelatih tim berjulukan Mutiara Hitam, Jacksen Tiago, menegaskan tak ada masalah bagi timnya untuk kembali berkompetisi.

"Tidak ada masalah, kami selalu siap," tegas pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago, kepada Bola.net.

"Kami siap kapanpun kompetisi akan digelar kembali. Selama ini kami tetap rutin berlatih. Sejak 23 Maret, Persipura Jayapura tak pernah berhenti berlatih," lanjut pelatih asal Brasil yang sudah bertahun-tahun berkarier di Indonesia sejak masih aktif sebagai pemain itu.

6 dari 20 halaman

Persebaya Surabaya

Latihan Persebaya Surabaya
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, memberikan instruksi kepada pemainnya saat latihan di Lapangan Yogyakarta Independent School, Yogyakarta, Rabu (23/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Liga 1 2020. (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya Surabaya menjadi satu di antara beberapa klub yang menolak melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 setelah keputusan dibuat oleh PSSI. Dalam surat tertanggal 1 Juli 2020 yang diunggah dalam situs resmi klub, Presiden Persebaya, Azrul Ananda, mengungkapkan pandangannya terkait keputusan PSSI itu.

Berikut petikannya:

Persebaya Surabaya menghormati keputusan PSSI terkait kelanjutan Kompetisi Liga Indonsia Tahun 2020. Ini seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan PSSI No. SKEP/53/VI/2020 tanggal 22 Juni 2020. Hanya saja, di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, Persebaya mau tidak mau harus menyatakan sikap tidak setuju untuk dilanjutkan.

Mengingat, sampai saat ini,  selama 3 (tiga) bulan kompetisi terhenti, PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail kepada klub apabila kompetisi dilanjutkan. Padahal ini sangat diperlukan untuk memberi kepastian kepada semua stakeholder sepak bola."

Keputusan untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi yang serba tidak pasti justru akan menambah risiko dan beban bagi klub. Saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi Covid-19. Belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir."

Terlebih situasi di Surabaya, jumlah pertambahan pasien dan kematian tertinggi di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di  kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik). Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktifitas sepak bola di semua tingkatan."

Pertimbangan-pertimbangan teknis terkait ketidaksetujuan ini sudah pernah kami sampaikan. Terima kasih.

Surabaya, 1 Juli 2020

Azrul Ananda, Presiden Persebaya 

7 dari 20 halaman

Arema FC

Mario Gomez, Arema FC
Pelatih Arema FC, Mario Gomez, memberikan instruksi kepada para pemain asuhannya ketika Singo Edan bisa berlatih bersama sebelum pandemi virus corona COVID-19 membuat tim harus berpisah dan berlatih mandiri. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Manajemen Arema FC pada hari ini, Selasa (30/6/2020), telah mengumumkan latihan bersama akan kembali dimulai pada 15 Juli 2020. Hal tersebut sudah sesuai dengan permintaan tim pelatih setelah mendengar kepastian Liga 1 2020 bergulir kembali.

Teknis jalannya latihan belum dijelaskan secara detail. Namun, tim medis Arema FC memang sudah memberikan protokol kesehatan internal untuk sesi latihan, di mana pemain yang berasal dari luar Malang atau dari daerah berstatus zona merah penyebaran virus corona COVID-19 diharapkan sudah tiba di Malang tujuh hari sebelum latihan dimulai. Bahkan mereka diwajibkan datang dengan membawa hasil rapid test.

Pelatih kiper Arema FC, Felipe Americo, mengakui jika informasi latihan tersebut sudah sesuai dengan prediksi. Ia menganggap persiapan pertengahan atau akhir Juli sudah ideal untuk Singo Edan. Sementara untuk pemain lain, pelatih Arema FC, Mario Gomez, membutuhkan waktu minimal enam pekan untuk membuat Hendro Siswanto dkk. siap tempur dalam kompetisi.

Namun, sebelum latihan dimulai, tim medis jadi yang paling sibuk melakukan persiapan. Mereka akan mengontrol kondisi semua pemain. Rapid test hingga PCR atau swab test akan dilakukan untuk tim.

Sejumlah pemain Arema sebenarnya ada yang melakukan latihan bersama, seperti para penjaga gawang yang melakukan latihan bersama Felipe Americo di sebuah lapangan. Sementara para pemain Arema FC yang memang berasal dari Kabupaten Malang berlatih di Gondanglegi dan diawasi oleh asisten pelatih Kuncoro.

8 dari 20 halaman

PSIS Semarang

PSIS Semarang
Para pemain PSIS Semarang melakukan jogging dalam latihan perdana di Stadion Citarum, Semarang, Kamis (30/1/2020). (Vincentius Atmaja)

PSIS Semarang merespons keputusan PSSI tentang kelanjutan Liga 1 2020 dengan positif. Selanjutnya, manajemen PSIS akan berkomunikasi dengan beberapa pihak.

Manajemen klub berjulukan Mahesa Jenar perlu berembug dengan jajaran direksi, pemegang saham, suporter, hingga sponsor perlu berembug.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi menilai langkah tersebut dilakukan untuk kembali menyamakan visi dan misi di saat kompetisi berlanjut setelah ditangguhkan.

"Kami akan segera melakukan koordinasi dengan stakeholder. Pertama jelas adalah dewan direksi, kemudian pemegang saham," terangnya, Senin (29/6/2020).

"Setelah itu kami juga akan mengajak sarasehan teman-teman dua kelompok suporter PSIS, yakni Panser Biru dan Snex," kata pria bernama lengkap Alamysah Satyanegara Sukawijaya itu.

Rencananya, manajemen akan berkomunikasi dalam waktu dekat. Setelah itu, manajemen PSIS segera menyusun program jelang dilanjutkannya Liga 1, termasuk pengumpulan pemain dan persiapan menyambut kompetisi.

"Sponsor juga akan kami ajak komunikasi. Semua elemen tim akan kami ajak ngobrol karena kami tidak mungkin menentukan sikap secara sepihak," jelas Yoyok Sukawi.

9 dari 20 halaman

Persiraja Banda Aceh

Persiraja Banda Aceh
Persiraja Banda Aceh. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Sejak awal, Persiraja Banda Aceh adalah klub yang cukup vokal untuk melanjutkan Liga 1 2020. Klub promosi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu memang tidak ingin musim perdananya di level teratas sepak bola Indonesia berakhir begitu saja.

Awalnya, Persiraja juga berharap bisa memainkan laga kandang tetap di Banda Aceh. Hal itu menyusul rencana PSSI untuk memusatkan lanjutan kompetisi di Jawa.

Setelah PSSI memastikan kompetisi bergulir pada Oktober mendatang, Persiraja menjadi tim yang cukup semangat. Bahkan rencananya, tim berjulukan Laskar Rencong itu berniat untuk menggelar pemusatan latihan sebelum kompetisi bergulir.

"Semua pemain akan dipanggil dan mengikuti latihan terpusat mulai Agustus mendatang. Pemusatan latihan sebagai persiapan lanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang sempat terhenti akibat COVID-19," kata Sekretaris umum Persiraja, Rahmat Djailani seperti dikutip Antara, Jumat (3/7/2020).

10 dari 20 halaman

Madura United

Madura United Logo
Madura United Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Madura United merupakan klub yang sejak awal telah melakukan penolakan terhadap rencana bergulirnya kompetisi. Melalui Direktur Haruna Soemitro, Madura United menjadi klub yang cukup vokal menolak wacana kelanjutan kompetisi.

Namun, setelah PSSI memutuskan Liga 1 2020 berlanjut, Madura United sempat berubah sikap. 

"Pada prinsipnya, apa pun keputusan PSSI dan PT LIB setelah direksi dibentuk, kami siap mengikuti, termasuk rencana menggulirkan kembali kompetisi," kata Direktur Utama PT PBMB, Ziaul Haq dalam rilis manajemen Madura United, 20 Juni 2020.

Menurut Ziaul Haq, Madura United memang sempat menolak untuk melanjutkan kompetisi. Namun, itu tak lagi menjadi sikap Madura United saat ini. Alasannya, satu prinsip yang menjadi keinginan Madura United sudah dipenuhi.

"Pada awal pembahasan kompetisi, setelah pengunduran Dirut PT LIB sebelumnya, kami memang tegas menolak membahas kompetisi. Pasalnya harus jelas dulu nakhoda dari PT LIB," ujar pengurus manajemen Madura United itu.

Namun, setelah Persebaya melayangkan penolakan ketika PSSI benar-benar mengeluarkan SK terkait kelanjutan kompetisi, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, angkat bicara.

"Madura United sudah dari awal menolak. Sikap Madura jelas bahwa, jika pandemi ini grafiknya tidak turun, PSBB tidak dicabut, infrastructur kesehatan belum disiapkan, kita tetap tidakk setuju kompetisi dilanjut," kata Achsanul Qosasi kepada Bola.com, Jumat (3/7/2020).

"Tapi, karena kalah voting pada saat rapat Exco, maka Madura United menghormati keputusan rapat Exco untuk melanjutkan kompetisi," lanjutnya.

11 dari 20 halaman

Bhayangkara FC

Renan Silva
Renan Silva layak didaulat sebagai pemain terbaik dalam laga Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta setelah mencetak satu gol dan satu assist. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bhayangkara FC berhati-hati menentukan keputusan untuk mengumpulkan pemain jelang dilanjutkannya kompetisi. Sehingga pihak manajemen juga belum bersiap.

PSSI memang resmi memutuskan Liga 1 2020 bakal dilanjutkan. Namun, jadwal dimulainya pertandingan perdana memang belum disampaikan.

“Kalau Bhayangkara FC belum berkumpul. Masih menunggu kepastian jadwal kick-off Liga 1 2020,” ucap COO Bhayangkara FC, Sumardji, seperti dilansir dari situs resmi klub.

Dengan demikian, beberapa pemain Bhayangkara FC berlatih mandiri di Stadion PTIK. Latihan ini didominasi oleh para punggawa asing the Guardians. Mereka adalah Renan Silva, Lee Won-jae, dan Lee Yoo-joon.

Pemain yang berdomisili wilayah DKI Jakarta seperti Indra Kahfi Ardhiyasa, Ruben Sanadi, Herman Dzumafo Epandi, Adam Alis dan Sani juga sering ikut latihan yang setiap minggunya 3 kali latihan bersama.

Selain menanti jadwal, Bhayangkara FC juga menunggu kepastian kenaikan dana subsidi. Sumardji berharap hal tersebut bukan hanya sekadar wacana saja. Sebab, klub sangat bergantung pada dana subsidi untuk biaya operasional tim.

 

12 dari 20 halaman

Persik Kediri

Persik Kediri
Pemain Persik Kediri. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo masih menunggu kabar dari manajemen terkait kapan tim akan berkumpul. Joko mengatakan, jika tim kepelatihan berharap agar secepatnya bisa berkumpul untuk melakukan persiapan.

Mantan pelatih Arema FC itu menilai persiapan harus segera dilakukan mengingat saat ini sudah memasuki bulan Juli, tiga bulan sebelum kick off.

"Mungkin manajemen masih melakukan rapat karena informasi yang saya dapat baru menerima surat (dari PSSI). Kalau bagi kami, lebih cepat berkumpul itu lebih baik untuk melakukan persiapan," kata Joko Susilo kepada Bola.com, Rabu (1/7/2020).

"Karena kami harus mengecek kondisi individu pemain dan tim. Selanjutnya baru bisa menentukan langkah persiapan selanjutnya. Memang Persik sudah ada plan a, b dan c, tapi kita harus melihat dulu secara nyata kondisi pemain," tambahnya.

Namun, berdasarkan pernyataan dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam laman resmi federasi, Persik Kediri menjadi satu dari tiga klub, termasuk Persebaya dan Barito Putera, yang enggan melanjutkan kompetisi Liga 1 2020.

13 dari 20 halaman

Persita Tangerang

Shopee Liga 1 : Persita Tangerang Vs PSM Makassar
Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat melawan PSM Makassar pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Jumat, (6/3/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persita Tangerang sudah memperlihatkan sikapnya terhadap keputusan PSSI sejak sebelum surat keputusan tertanggal 27 Juni dikeluarkan oleh federasi sepak bola Indonesia. Saat itu, PSSI yang sudah menggelar rapat Exco dan memutuskan kompetisi Liga 1 2020 berlanjut langsung mendapat respons dari Persita.

"Kami sudah mengetahui informasi soal kelanjutan kompetisi. Pada dasarnya kami menghormati dan pastinya mengapresiasi apapun keputusan federasi. Ke depan, kami berharap juga aturan dan prosedur kompetisi nantinya bisa disampaikan secara detail oleh PSSI dan PT LIB karena ini menyangkut persiapan tim," ujar Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara, seperti dilansir dari situs resmi klub.

Setelah itu, Persita memfokuskan persiapan tim untuk kembali berkompetisi. Untuk itu, Persita lebih menekankan informasi detail mengenai jadwal pertandingan karena hal tersebut menyangkut banyak hal yang harus dipersiapkan.

"Bagaimanapun kami di klub juga harus mempersiapkan banyak hal jelang kompetisi bergulir kembali. Jadi kami berharap detail kompetisi bisa diinformasikan secepatnya," ujar Nyoman.

"Bukan hanya soal kesiapan tim secara fisik, tapi juga soal persiapan infrastruktur, fasilitas, dan lain-lain. Semua harus kami pikirkan dengan baik sebelum kompetisi dimulai lagi," lanjutnya.

 

14 dari 20 halaman

PSS Sleman

Dejan Antonic
Dejan Antonic memimpin skuat PSS Sleman berlatih di lapangan UII, Sleman, Selasa (3/3/2020) sore. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Manajemen PSS Sleman langsung membahas secara internal keputusan PSSI terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 setelah menerima surat tersebut secara resmi. Pematangan persiapan menghadapi kompetisi menjadi pembahasan utama.

Namun, selain mempersiapkan diri untuk melakoni kelanjutan kompetisi, PSS Sleman merasa masih harus mempertanyakan beberapa hal secara lebih detil.

"Surat balasan untuk PSSI kami kirimkan, terutama beberapa poin yang memerlukan penjelasan lebih detail, agar tidak terjadi salah persepsi nantinya," ujar Direktur Operasional PSS Sleman, Hempri Suyatna, Jumat (3/7/2020).

Sejumlah hal yang dirasa oleh PSS masih butuh penjelasan lebih mendalam, di antaranya poin renegosiasi kontrak pemain yang belum detail. Menurutnya, klub wajib diberi arahan dalam melakukan negosiasi kontrak ulang dengan para pemain di lanjutkan kompetisi nanti.

"Paling tidak kami bisa menawarkan kontrak baru dengan para pemain, berdasarkan durasi kompetisi yang dilanjutkan nanti berapa lama. Jadi poin demi poin dari federasi perlu diperjelas kembali," jelasnya.

15 dari 20 halaman

Barito Putera

Yunan Helmi
Yunan Helmi, pelatih Barito Putera. (Bola.com/Aditya Wany)

Seperti halnya Persebaya Surabaya yang enggan melanjutkan Liga 1 2020, Barito Putera pun menyampaikan hal serupa. Melalui CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, Laskar Antasari, juga memilih tidak melanjutkan kompetisi.

Faktor pengalaman pahit yang menimpa asisten pelatih Barito Putera, Yunan Helmi, yang sempat terinfeksi virus corona COVID-19 menjadi satu di antara beberapa pertimbangan.

Namun, kabarnya Barito Putera akhirnya melunak. Laskar Antasari menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi, dengan syarat tentunya. Protokol kesehatan yang menjamin keselamatan dan kesehatan para pemain, pelatih, ofisial, dan semua pihak terkait harus menjadi yang paling utama.

Penolakan Barito Putera telah didengar oleh PSSI. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, pun berniat melakukan pendekatan persuasif kepada Barito putera yang menjadi satu dari tiga klub yang menyatakan enggan melanjutkan kompetisi.

"Saya menghormati apa yang disampaikan Persebaya, Barito Putera, dan Persik Kediri. Semua kawan kami, dan nanti kami akan berdiskusi dengan mereka, termasuk bagaimana opsi-opsinya," kata Mochamad Iriawan seperti dikutip situs resmi PSSI, Jumat (3/7/2020).

16 dari 20 halaman

Persela Lamongan

Persela Lamongan Logo
Persela Lamongan Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Sejak diminta sarannya dalam virtual meeting antara klub peserta Liga 1 dan PSSI, Persela Lamongan telah memberikan sikap agar Liga 1 2020 disetop. Alasannya, situasi pandemi COVID-19 yang berat, terutama di kawasan Jawa Timur, membuat Laskar Joko Tingkir berpikir untuk tidak melanjutkan kompetisi.

Namun, saat itu, Persela berharap agar berhentinya kompetisi bisa digantikan oleh sebuah turnamen ketika pandemi COVID-19 berakhir. Harapannya agar sepak bola Indonesia tetap hidup pada tahun ini.

Tampaknya pertimbangan tersebut membuat Persela kini mengikuti langkah yang diputuskan oleh PSSI. Mengingat hanya ada tiga klub yang disebut menolak kelanjutan kompetisi dan tak ada nama Persela di dalamnya.

 

17 dari 20 halaman

Persikabo

Selebrasi Skuad Tira Persikabo
Selebrasi skuad Tira Persikabo saat mengalahkan Persita Tangerang pada laga pekan ketiga Shopee Liga 1 2020. (Bola.com/Yoppy Renato)

Persikabo termasuk klub yang adem ayem dalam menanggapi keputusan PSSI. Jauh sebelum federasi sepak bola Indonesia itu mengambil keputusan, Persikabo melalui Direktur Pengembangan Bisnisnya, Rhendi Arindra, menyatakan bakal mengikuti apapun keputusan yang diambil oleh PSSI terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Kini setelah PSSI mengambil keputusan melanjutkan kompetisi, tim yang bermarkas di Stadion Pakansari, Cibinong, itu adem ayem. Tampaknya, sikap mereka tidak berubah dari awal.

Bahkan klub yang sebelumnya bernama PS Tira itu sudah menggelar rapid test dua gelombang untuk para pemain dan ofisial tim.

18 dari 20 halaman

Borneo FC

Borneo FC
Borneo FC di Shopee Liga 1 2020. (dok. Borneo FC)

Sejak pembahasan awal mengenai wacana kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 digulirkan, Borneo FC telah menentukan sikap untuk mendukung apapun keputusan yang diambil oleh PSSI.

Namun, kini ketika kepastian kompetisi tersebut sudah dibulatkan oleh PSSI, bahwa Liga 1 2020 bakal diputar lagi pada Oktober mendatang, Borneo FC, melalui Presiden klubnya, Nabil Husein, meminta kejelasan kepada PT Liga Indonesia Baru terkait pelunasan dana subsidi yang seharusnya diterima klub pada April hingga Juni.

"Sebelum berbicara soal subsidi baru di lanjutan Liga 1, saya ingin subsidi lama dibereskan terlebih dulu. Biar tidak lupa. Klub sudah memberi gaji maksimal 25 persen. Sekarang ada pertanggungjawaban yang harus ditunaikan oleh PT LIB," ujar Nabil dalam situs resmi klub, Jumat (3/7/2020).

Artinya, Borneo FC dipastikan menerima kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 dan memperlihatkan komitmen mendukung apapun keputusan PSSI seperti yang pernah mereka sampaikan.

 

19 dari 20 halaman

PSM Makassar

PSM Makassar
Pemain PSM Makassar saat sesi latihan jelang laga Piala AFC di Stadion Madya, Jakarta, (9/3/2020). PSM Makassar akan berhadapan dengan Kaya FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

PSM Makassar menyatakan antusiasme menyambut Liga 1 2020 yang kembali digelar pada Oktober mendatang. Kesiapan PSM itu dinyatakan oleh asisten pelatih Herrie Setyawan melalui situs resmi klub.

"Pasti sudah siap. Kami antusias sekali menerima kabar kelanjutan liga," ujar Herrie.

Tidak berlatih bersama selama tiga bulan, Herrie tetap memberi jaminan timnya dalam kondisi fit. Pemantauan tim pelatih terhadap kondisi para pemain yang melakukan latihan mandiri membuatnya merasa cukup yakin.

"Ada program latihan yang kami distribusikan. Saya melihat, semua pemain menjalankannya. Apalagi anak-anak sudah paham mereka profesional. Tanpa dipantau pun mereka pasti menjaga kondisi masing-masing," lanjutnya.

20 dari 20 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana Dengan Protokol Kesehatan yang Ketat