Flashback Persib Juara ISL 2014: Firman Utina Melawan Trauma Kegagalan di Piala AFF 2010

Oleh Abdi Satria pada 21 Jul 2020, 10:45 WIB
Diperbarui 21 Jul 2020, 10:45 WIB
Timnas Indonesia - Firman Utina
Timnas Indonesia - Firman Utina (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Persib Bandung meraih bintang keduanya di pentas Liga Indonesia ketika meraih trofi juara Liga Super Indonesia 2014.

Pada laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 17 November 2014, Maung Bandung mengalahkan Persipura Jayapura via adu penalti dengan skor 5-3. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 sampai dua babak tambahan waktu berakhir.

Dalam channel YouTube Radio PRFM 107,5, mantan gelandang Persib, Firman Utina, berbagi cerita di balik sukses klubnya itu.

Menurut Firman, secara teknis, persiapan selama seminggu yang dilakukan Persib sebelum laga final sudah baik. Kebersamaan tim yang dibangun oleh pelatih Djajang Nurjaman juga solid.

"Coach Djajang Nurjaman bukan hanya piawai membuat strategi. Ia juga layak disebut motivator ulung," kenang Firman.

Firman merujuk materi pemain Persipura yang terbilang baik. Sebaliknya, Persib tak bisa memainkan striker Djibril Coulibaly yang tengah dirundung cedera. Firman mengutip kalimat Djajang yang selalu ditekankan kepada seluruh pemain.

"Pemain bintang tak otomatis meraih trofi juara. Dimata coach Djajang, pemain yang selalu bekerja keras itulah yang paling berpeluang meraih sukses," ungkap Firman.

Absennya Coulibaly pun tak lagi jadi masalah. Semua pemain saat itu merasa sebagai starter yang akan berguna buat Persib, di antaranya Ferdinand Sinaga dan Tantan, yang dipersiapkan sebagai pengganti Coulibaly.

"Intinya, kami tak bermasalah dalam teknis dan kebersamaan tim.

"Masalah kemudian timbul, karena pemain sempat melanda ketegangan setelah membawa berbagai pemberitaan di media massa. Dimana publik sepak bola Bandung sudah dilanda euforia juara, padahal laga final belum digelar."

Dari elemen masyarakat bawah sampai petinggi daerah mengutarakan keyakinannya bahwa Persib bakal juara," kata Firman.

Ada juga berita seputar bobotoh yang menunda acara pernikahannya agar bisa menyaksikan langsung di Palembang.

"Ada juga yang kehilangan pekerjaan karena kantornya tak memberi izin dia ke Palembang. Secara manusiawi, ini yang membuat pemain merasa terbebani."

2 dari 4 halaman

Trauma Piala AFF 2010

Malaysia Vs Timnas Indonesia, Piala AFF 2010
Penyerang Malaysia, Safee Sali, berusaha melewati kapten Timnas Indonesia, Firman Utina, pada final leg pertama Piala AFF 2010. (AFP/Kamarul Akhir)

Firman pernah mengalami euforia yang sama yakni ketika membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Kala itu, seluruh elemen sepakbola yakin Indonesia bakal meraih trofi juara untuk kali perdana.

Apalagi, Malaysia yang menjadi lawan di partai puncak sudah pernah dikalahkan di penyisihan grup dengan skor telak 5-1. Tapi, faktanya, Indonesia akhirnya gagal meraih impian setelah kalah dengan gol agregat 2-4.

Tak ingin trauma itu terulang, Firman terus mengingatkan rekan-rekannya tentang kegagalan timnas itu.

"Saya bilang ke teman-teman, kita belum juara, tetap fokus dengan latihan keras dan mengikuti intruksi pelatih. Ayo kita sama-sama mencetak sejarah buat Persib."

3 dari 4 halaman

Dukungan Maksimal

Persib Bandung Tuntaskan Penantian Gelar Juara ISL
Firman Utina (duduk) bergaya di podium juara Indonesia Super League 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, (7/11/2014). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Menurut Firman, beruntung jelang laga final, pemberitaan media pun lebih ke memotivasi semangat juang pemain. Termasuk para petinggi daerah yang menghargai perjuangan tim di lapangan.

"Secara pribadi, saya juga tekankan ke diri sendiri agar terus berjuang buat Persib dan keluarga. Kalau sukses, gelar itu dipersembahkan buat masyarakat Jawa Barat," ungkap Firman.

Pada kesempatan itu, Firman mengaku mulai yakin Persib bakal juara setelah kiper Made Wirawan memblok tendangan Nelson Alom yang bertindak sebagai penendang keempat Persipura. Persib pun unggul 4-3.

"Saya melihat langkah Ahmad Jufriyanto menuju ke bola terkesan ringan dan tanpa beban. Dan terbukti dia berhasil sebagai eksekutor untuk membawa Persib meraih trofi juara," pungkas Firman.

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓