Plus dan Minus Penundaan Piala AFF 2020 bagi Timnas Indonesia

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 31 Jul 2020, 06:45 WIB
Diperbarui 31 Jul 2020, 06:45 WIB
Timnas Indonesia - AFF dan Shin Tae-yong
Timnas Indonesia - AFF dan Shin Tae-yong (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Piala AFF 2020 resmi batal digelar tahun ini. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah karena pandemi COVID-19.

Melalui lamannya, Konfederasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF), mengabarkan bahwa Piala AFF 2020 akan ditunda hingga tahun depan. Namun, jadwal barunya belum ditetapkan.

Media Vietnam, Tuo Itre mengabarkan bahwa Piala AFF 2020 kemungkinan akan berlangsung pada April 2021. Informasi itu didapat setelah AFF menggelar pertemuan virtual pada Kamis (30/7/2020).

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Presiden AFF, Khiev Sameth. Diskusi ini juga dihadiri oleh perwakilan senior Sportfive, mitra komersial eksklusif untuk Piala AFF.

Pembatalan ini sekaligus menguburkan niat Vietnam untuk mengambil alih tuan rumah Piala AFF 2020. Turnamen dwitahunan ini kemungkinan akan tetap menganut format kandang dan tandang jika jadi digelar pada April 2021.

Penundaan Piala AFF 2020 berdampak negatif, namun juga positif untuk Timnas Indonesia. Berikut ulasannya:

2 dari 5 halaman

Plus: Ada Jeda Waktu antara Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan Piala AFF

Timnas Indonesia Vs Malaysia
Pemain Timnas Indonesia saat melawan Malaysia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Keuntungan pertama yang didapatkan Timnas Indonesia dari penundaan Piala AFF adalah jeda waktu antara turnamen tersebut dengan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Jika jadi digelar, Piala AFF 2020 akan digelar beberapa hari setelah Timnas Indonesia menghadapi Vietnam pada partai terakhir Grup G, 12 November 2020.

Dengan pembatalan ini, Timnas Indonesia memiliki banyak waktu untuk istirahat dan mematangkan tim agar lebih menterang lagi.

3 dari 5 halaman

Plus: Shin Tae-yong Punya Waktu untuk Mengenali Karakter Pemain Timnas Indonesia

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan Indra Sjafri
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, didampingi Indra Sjafri, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pemain mengikuti seleksi untuk memperkuat skuat utama Timnas Indonesia U-19. (Bola.com/M Iqbal Ic

Keuntungan lainnya ialah waktu pelatih Shin Tae-yong untuk mengenali karakter pemain Timnas Indonesia lebih panjang.

Pasalnya, jika Piala AFF jadi dilangsungkan pada November 2020, Shin Tae-yong praktis baru beberapa bulan menangani Timnas Indonesia.

Shin Tae-yong tercatat pertama kali melatih Timnas Indonesia pada Februari 2020, dilanjutkan pada pemusatan latihan pada Agustus 2020 dan tiga pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Oktober-November 2020.

Shin Tae-yong bisa memanfaatkan waktu ini untuk mengamati para pemain di Shopee Liga 1 yang akan kembali dimulai pada Oktober 2020. Dengan begitu, pelatih berusia 49 tahun itu bakal punya banyak pilihan.

4 dari 5 halaman

Minus: Kehilangan Momentum

Timnas Indonesia Vs Timor Leste
Bek Timnas Indonesia, Fachruddin Aryanto, merayakan kemenangan atas Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Jika Timnas Indonesia di tangan Shin Tae-yong mampu tampil baik pada tiga partai terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 masing-masing melawan Thailand, Uni Emirat Arab (UEA), dan Thailand, makan pembatalan Piala AFF 2020 akan menghilangkan momentum.

Timnas Indonesia perlu menunggu hingga beberapa bulan lagi untuk kembali beraksi di atas lapangan. Namun, untuk menyiasatinya, tim berjulukan Skuat Garuda ini dapat menggelar uji coba dengan negara yang level kekuataannya berada di atas.

5 dari 5 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓