Rayakan HUT Ke-63, Persiraja Diharapkan Bisa Jadi Klub Kebanggaan Rakyat Aceh

Oleh Permana Kusumadijaya pada 02 Agu 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 14:30 WIB
Nasir Djamil
Tokoh muda Aceh, Nasir Djamil. (Bola.com/Nasir Djamil)

Bola.com, Aceh - Persiraja Banda Aceh kini telah berusia 63 tahun. Memasuki angka yang tak bisa dibilang jagung itu, manajemen klub diharapkan bisa menjadi lebih profesional dan terbuka serta transparan agar makin dicintai rakyat Aceh.

Hal itu disampaikan tokoh muda Aceh, Nasir Djamil. Menurutnya, dua hal yang paling penting untuk menjadikan Persiraja semakin berprestasi adalah mengelola SDM termasuk pemain dan tim kepelatihan serta tim oficial dan pengelolaan klub baik dari segi finansial mapun bisnisnya.

"Saya berharap di usia yang ke-63 ini, Persiraja akan semakin lebih matang dan tentu terampil dalam mengelola manajemen, maupun mengelola pemain. Jadi dua hal ini menurut saya harus sejalan, sehingga kemudian Persiraja akan semakin diperhitungkan dalam kancah persepakbolaan nasional," kata Nasir Djamil kepada Bola.com, Minggu (02/8/2020).

Lebih lanjut, pria yang kini tercatat sebagai Anggota DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan HUT Persiraja ke-63 harus dijadikan momentum kebangkitan persepakbolaan Aceh.

Pasalnya, Aceh dan Persiraja pernah mengokohkan diri sebagai jawara di persepakbolaan nasional serta mampu melahirkan para pemain yang selalu menjadi langganan Timnas Indonesia pada masa silam.

Persiraja pernah menjuarai Perserikatan Tahun 1980 dan finis urutan ketiga saat kompetisi Divisi Utama 1993/1994. Serta mempunyai beberapa pemain yang pada saat itu mampu menembus Timnas Indonesia sepertiNasir Gurumud, Isnar, Irwansyah, Bustaman Ibrahim, Tarmizi Rasyid, Zulkarnain Zakaria, Mustafa Jalil dan Sisgiardi.

Untuk masa sekarang, beberapa pemain kelahiran Aceh pun mampu bersaing di klub-klub papan atas Liga 1 seperti Ismed Sofyan, Zulfiandi dan Mitahul Hamdi.

"Karena Persiraja mempunyai sejarah menjuarai Liga yang dulu namanya Perserikatan. Jadi, modal ini sangat penting bagi Persiraja di usia yang ke-63 ini sehingga Persiraja diharapkan mengelola ekspektasi masyarakat di Aceh. Karena, untuk saat ini bonden Persiraja ini sangat diharapkan bisa menjuarai Liga 1 musim pertama ini," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Bangun Kepercayaan Rakyat Aceh

Skuad Persiraja
Tim Persiraja diliburkan selama tiga hari saat FIFA Matchday. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Membangun klub menjadi lebih profesional akan menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen Persiraja saat ini. Pria murah senyum ini mengatakan, tak perlu muluk-muluk mensejajarkan dengan klub Eropa, yang pernting manajemen Persiraja bisa memulainya dengan membangun kepercayaan publik khususnya masyarakat Aceh.

"Tentu saja di usia yang ke-63 ini, Persiraja membutuhkan dukungan dari masyarakat. Nah, harapan saya kepada pihak manajemen Persiraja, agar mengelola manajemennya secara modern sehingga membangun kepercayaan publik kepada Persiraja," ungkapnya.

"Nah, karenanya manajemen yang handal, manajemen yang terbuka, manajemen partisipatif itu akan membantu kepercayaan para pendukung, sehingga Persiraja diusia yang ke-63 ini akan semankin dicintai rakyat Aceh," Nasir Djamil mengakhiri pembicaraan.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓