Panpel PSS Yakin Suporter Tidak Nekat Masuk Stadion

Oleh Vincentius Atmaja pada 06 Agu 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 06 Agu 2020, 11:30 WIB
Pemain PSS, Bagus Nirwanto
Kepemimpinan dan kualitas Bagus Nirwanto berhasil mengantar PSS Sleman menduduki peringkat ke-5 Liga 1 2019 sampai dengan pekan ke-16. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - Pelaksanaan lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020 menyisakan waktu kurang dari dua bulan lagi. Berbagai persiapan pun dimatangkan oleh PSSI maupun operator kompetisi.

Terutama menyangkut aturan tidak melibatkan penonton di tempat pertandingan. Setidaknya sebagai bentuk pembatasan sosial di masyarakat, dengan masih merebaknya pandemi COVID-19.

Panitia pelaksana (panpel) PSS menilai para penonton atau masa pendukung klub di wilayahnya bakal tertib. PSS Sleman memang dikenal sebagai satu di antara tim dengan basis suporter yang besar.

Saat kompetisi berjalan normal, Stadion Maguwoharjo yang menjadi markas PSS selalu penuh sesak. Lebih dari 25 ribu penonton terutama fans fanatik PSS, selalu memadati stadion. Namun dengan adanya wabah COVID-19, membuat pendukung tim Elang Jawa tidak akan nekat masuk ke stadion.

"Dari gugus tugas penanganan COVID-19, maupun operator kompetisi sudah menghimbau bahwa laga memang tidak bisa melibatkan penonton. Kami yakin fans PSS sendiri tetap menghormati keputusan itu," ungkap ketua panpel PSS Sleman, Tri Mulyanta dalam perbincangan dengan Bola.com, Rabu (5/8/2020).

Pihaknya yakin kerinduan para pendukung PSS dapat terobati, meskipun tidak hadir langsung di stadion. Dengan adanya kegiatan nonton bareng di sejumlah kantong-kantong suporter, bisa menjadi pilihan tepat mendukung PSS di masa pandemi COVID-19.

"Kami yakin teman-teman bisa legawa, menerima dengan lapang dada. Tidak ada yang nekat menerobos sampai masuk ke stadion, terutama yang rumahnya berada di sekitar Stadion Maguwoharjo. Karena pasti juga dijaga ketat oleh keamanan dan panpel," terang Tri Mulyanta.

 

2 dari 3 halaman

Kesiapan Venue Pertandingan

Suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS)
Aksi koreografi yang disuguhkan kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) untuk mendukung Seto Nurdiyantoro dalam pertandingan kontra Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (27/7/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Diketahui Stadion Maguwoharjo cukup siap dalam menggelar kelanjutan kompetisi Liga 1 2020. Stadion ini akan digunakan oleh tiga tim sebagai markasnya, yakni PSS, Borneo FC, dan Persiraja Banda Aceh.

Tim-tim lain juga masih berpeluang menjadikan Stadion Maguwoharjo sebagai kandangnya. Sementara PT LIB belum lama ini melakukan verifikasi terhadap kondisi Stadion Maguwoharjo, dengan adanya sejumlah catatan untuk perbaikan, seperti gawang dan kelengkapan ruang ganti pemain.

"Informasi yang kami terima satu hari dua laga di akhir pekan. Sebenarnya tidak masalah asal sesuai jadwalnya. Kalau ada perubahan jadwal yang sewaktu-waktu bisa dilakukan, khawatirnya berdampak pada kualitas lapangan," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia