Komentar Robert Alberts Terkait Mario Gomez Tinggalkan Arema FC

Oleh Erwin Snaz pada 11 Agu 2020, 19:15 WIB
Diperbarui 11 Agu 2020, 20:22 WIB
Persib Latihan di PTIK
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memberikan arahan kepada pemainnya saat latihan di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (22/10). Hadapi Bhayangkara, Persib jajal lapangan PTIK. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Bandung - Arema FC telah ditinggalkan pelatihnya, Mario Gomez karena tidak menemui kesepakatan soal gaji setelah PSSI memutuskan setiap klub memotong gaji 50 persen pada lanjutan Shopee Liga 1 2020.

Terkait mundurnya Gomez dari Arema, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts enggan terlalu jauh mengomentari. Keputusan itu kata Robert merupakan hak pribadi Gomez.

"Secara pribadi, peraturan yang diberikan kepada kami dari otoritas sepak bola Indonesia itu layak dipertanyakan. Dan dari FIFA menyatakan tidak bisa ada pihak ketiga yang memutuskan soal kontrak. Jadi jika ada yang tidak menemukan kesepakatan dengan klub, itu adalah hak pribadi," ungkap Robert, Selasa (11/8/2020) di Stadion GBLA, Bandung.

Namun, di sisi lain lanjut Robert, Persib sudah melakukan pertemuan dan tidak melihat secara jangka pendek. Jika melihat secara jangka pendek tentu sangat individualis untuk saat ini.

"Kami sudah dapat kejelasan dalam pertemuan tim, kami mau menerimanya (keputusan gaji 50 persen). Apalagi melihat situasi saat ini, kami mendukung PSSI dan LIB dan juga mendukung Persib Bandung sebagai klub, karena ini situasi yang tidak mudah bagi setiap klub," kata Robert.

2 dari 3 halaman

Kejujuran

Charis Yulianto, Mario Gomez, Arema FC
Pelatih kepala Arema FC, Mario Gomez (kanan), bersama asistennya, Charis Yulianto. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Robert berharap kondisinya dunia akan membaik. Maka itu, tim pelatih dan pemain tetap utuh dan siap untuk kembali mengarungi Liga 1 2020 yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19.

"Kami melihat untuk jangka panjang, kami tidak bisa melangkah mundur dan harus mengambil dua langkah maju untuk masa depan. Kami juga tahu manajemen Persib sangat jujur dan sangat mendukung tim ini dengan menjalankan tugasnya secara profesional dan itu apresiasi yang harus kami bayar," ungkapnya.

"Dan ini adalah bentuk kerja sama yang harus dilakukan di sepak bola Indonesia saat ini karena situasi ini tidak mudah bagi siapapun. Tapi, seperti yang saya tadi katakan di awal, semuanya punya hak pribadi untuk tidak menerima (peraturan) ini," tambah pelatih asal Belanda ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia