Shopee Liga 1: Cerita Rachmat Irianto Bermain di 2 Posisi Berbeda Saat Persebaya Beruji Coba

Oleh Aditya Wany pada 16 Sep 2020, 20:30 WIB
Diperbarui 16 Sep 2020, 20:30 WIB
Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya)
Bek Persebaya, Rachmat Irianto, saat laga vs Persib di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (26/7/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Bek muda Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, mendapat kesempatan tampil dalam dua posisi berbeda ketika melakoni laga uji coba. Ia bermain sebagai gelandang bertahan dan bek kiri ketika Persebaya menang 5-3 atas Tim PON Jawa Timur, Selasa (15/9/2020).

Pada babak pertama, pemain yang karib disapa Rian itu berposisi sebagai gelandang bertahan, posisi yang dihuninya sejak pertengahan musim lalu. Baru pada babak kedua Rian diminta untuk bermain di posisi bek kiri.

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, merasa perlu menambah pengalaman mantan kapten Timnas Indonesia U-19 di posisi baru.

“Karena memang stok bek kiri kami cuma ada Nasir. Makanya tadi saya sampaikan, saya mencoba pemain-pemain dengan posisi tidak seperti biasanya,” ucap Aji Santoso.

“Seperti Rian, biasanya di gelandang bertahan tapi saya coba di kiri pada babak kedua sebagai alternatif pilihan saja. Menurut saya, lumayan bagus walaupun memang bukan posisi utamanya,” imbuhnya.

Rachmat Irianto tergolong pemain serbabisa. Semasa karier junior, dia bahkan pernah ditempatkan sebagai penyerang. Namun, dia mengawali karier profesional sebagai bek tengah saat bergabung Persebaya pada 2017.

Bermain di posisi bek tengah, dia lantas dipercaya sebagai kapten oleh pelatih Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19 saat tampil di Piala AFF U-19 2017. Pengaruh sang ayah, Bejo Sugiantoro, cukup terlihat. Maklum, pria yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Persebaya juga merupakan pemain belakang semasa bermain, tepatnya sebagai libero.

Baru pada pertengahan musim lalu, Rian dicoba di posisi gelandang bertahan. Kemampuannya menyapu dan memenangkan perebutan bola cukup apik. Dia kerap berduet dengan Aryn Williams di lini tengah Persebaya Surabaya.

2 dari 3 halaman

Tidak Menemui Kendala

Rachmat Irianto, Persebaya Surabaya
Bek muda Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto. (Bola.com/Aditya Wany)

Rachmat Irianto tidak keberatan dipasang sebagai bek kiri, yang merupakan posisi dengan stok pemain terbatas di Persebaya Surabaya. Dia merasa nyaman karena tidak ada perbedaan yang signifikan antara gelandang bertahan dengan bek kiri.

“Pasti nyaman, karena defense seperti itu, tidak jauh berbeda. Sebenarnya pemain lain juga bisa mengganti posisi di bek kiri tadi, bukan hanya saya. Mungkin pemikiran pelatih berbeda untuk menaruh saya di bek kiri,” ucapan Rian.

Hanya saja, Persebaya terpaksa kebobolan tiga gol saat melawan Tim PON Jawa Timur. Sebagai pemain bertahan, Rian menilai tim lawan memang bermain apik dan memberi tekanan kepada timnya.

“Lawan kali ini lebih bagus, lebih ada tenaga, buktinya lawan bisa mencetak tiga gol, itu bagus jadi pelajaran buat kami. Yang pertama pasti teman-teman sudah mulai kompak, mulai mengerti satu sama lain. Uji coba ini bagus untuk ke depannya karena Liga 1 sudah dekat,” tuturnya.

Rian sebenarnya pernah juga ditempatkan sebagai bek kiri dalam pertandingan resmi. Itu terjadi saat Persebaya melawat ke markas Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 2019 pada 17 Desember. Persebaya juga sukses memetik tiga poin dengan menang 2-1 di laga tersebut.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 1), Cerita Hidung Berdarah karena Romelu Lukaku