Shopee Liga 1: Tidak Tertarik Bisnis Sampingan, Robert Alberts Fokus Bersama Persib

Oleh Erwin Snaz pada 16 Sep 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 16 Sep 2020, 21:00 WIB
Robert Alberts, Persib Bandung
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Sejumlah pemain Persib Bandung memiliki bisnis sampingan di luar profesi utama sebagai pesepak bola. Namun, hal itu tidak membuat pelatih Persib Bandung, Robert Alberts terganggu. Pelatih asal Belanda itu mengaku belum tertarik untuk menggeluti bisnis seperti para pemainnya dan memilih fokus menangani Maung Bandung.

Beberapa pemain Persib Bandung memang memiliki usaha sampingan di luar lapangan hijau. Kim Jeffrey Kurniawan memiliki usaha barbershop, Nick Kuipers melakoni usaha kuliner dan Abdul Aziz berbisnis di dunia fashion.

Sementara itu I Made Wirawan punya toko olahraga, dan Gian Zola Nasrulloh berbisnis di dunia fashion dan kuliner. Tak ketinggalan Dedi Kusnandar yang sudah sejak lama memiliki bisnis kuliner, laundry, dan properti yaitu kost.

"Saya belum tertarik bisnis. Saya tidak ada niatan untuk berbisnis saat ini, tapi fokus terhadap sepak bola saja. Penting untuk fokus terhadap sepak bola dan fokus mendapatkan hasil pertandingan yang positif," ujar Robert Alberts di Bandung, Rabu (16/9/2020).

Bahkan pelatih asal Belanda itu membantah rumor dirinya bakal mendirikan akademi sepak bola. Alasannya tetap fokus bersama Persib Bandung.

"Pekerjaan saya hanya berkonsentrasi penuh untuk Persib Bandung dan mengantarkan hasil terbaik. Saya tidak bisa memikirkan hal lain karena saya berkonsentrasi penuh terhadap Persib untuk menjadi juara," ujar Robert.

2 dari 3 halaman

Berbeda dengan Pemain

Robert Alberts, Persib Bandung
Robert Alberts saat memimpin sesi latihan Persib Bandung di Stadion GBLA, Bandung, Rabu (4/3/2020). (Bola.com/Erwin Snaz)

Tidak hanya ingin sekadar menjadi juara, Robert Alberts ingin menjadikan Persib Bandung sebagai tim yang secara konsisten terus menjadi kandidat juara pada setiap musimnya.

Oleh karena itu, sebagai pelatih ia benar-benar mencurahkan perhatian dan pemikirannya untuk membuat Persib menjadi tim yang kuat. Peran pelatih disebutnya berbeda dengan pemain yang punya waktu luang di luar latihan dan pertandingan.

"Jika sudah mulai terjun untuk membuka bisnis, sebagai pelatih tidak ada waktu. Kalau pemain berbeda, mereka datang untuk berlatih. Pemain ada banyak waktu luang selain mempersiapkan diri untuk berlatih dan tidak perlu memikirkan hal lain," kata Robert.

Maka itu sambung pelatih berusia 65 tahun ini dalam berbisnis baginya positif setelah berhenti di dunia sepak bola atau bagi pesepak bola.

"Saya mendukung pemain yang berbisnis. Itu positif. Sedangkan untuk pelatih, waktu 24 jam dihabiskan dengan tugas sebagai pelatih di kepala, jadi tak ada waktu untuk hal lain," tutur Robert tersenyum sambil mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 1), Cerita Hidung Berdarah karena Romelu Lukaku