Pesan Ricky Nelson untuk Pesepak Bola Muda Indonesia yang Akan Memasuki Level Profesional

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 18 Okt 2020, 11:15 WIB
Diperbarui 18 Okt 2020, 11:15 WIB
Ricky Nelson
Pelatih Borneo FC, Ricky Nelson, melakukan protes saat melawan Persija pada laga Liga 1 di Stadion Patriot Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/7/2017). Persija menang 1-0 atas Borneo FC. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Sulut United, Ricky Nelson, dikenal sebagai seorang pelatih yang punya kedekatan dengan sepak bola usia dini. Ricky Nelson pun berbagi tips untuk para pemain muda di Indonesia yang akan memasuki jenjang profesional dalam kariernya.

Penggunaan pemain muda dalam kompetisi sepak bola Indonesia sudah gencar dilakukan sejak Liga 1 pertama kali dimulai pada 2017. Saat itu, PSSI melalui ketua umumnya, Edy Rahmayadi, memang mewajibkan klub peserta kompetisi kasta tertinggi untuk memiliki dan memainkan pemain muda di bawah 22 tahun untuk mempersiapkan Timnas Indonesia U-22 yang berlaga di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Kemudian, sejatinya pada lanjutan Shopee Liga 1 2020, PSSI yang dipimpin oleh Mochamad Iriawan, juga menerapkan cara yang hampir sama, yaitu meminta klub memiliki pemain-pemain U-20 sebagai bagian dari persiapan membentuk Timnas Indonesia U-20 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

Ricky Nelson dalam channel youtube pemain Arema FC, Dendi Santoso, menitipkan pesan khusus untuk para pemain muda yang untuk pertama kalinya akan masuk ke level profesional bersama klub-klub Liga 1. Komitmen dan konsistensi menjadi bagian yang digarisbawahi oleh mantan pelatih Borneo FC di Piala Presiden 2017 itu.

"Pemain profesional itu artinya hidup dan dibayar oleh pekerjaan yang dia lakukan. Artinya ketika seorang pemain muda digaji penuh dari pekerjaannya, itu profesional. Berarti, pertama dia harus memiliki komitmen terhadap kontrak kerja. Kedua, dia harus menghargai aturan yang dibuat oleh klub. Ketiga, karena sudah diikat kontrak, ia harus bersungguh-sungguh dan memberikan 100 persen kemampuannya di lapangan," tegas Ricky Nelson dalam channel youtube Dendi41 Santoso.

"Sejak muda harus bisa menjaga diri, dalam bersikap tentunya. Sekarang ini banyak anak muda yang sibuk bermain game dan bermedia sosial. Ketika mau menjadi pemain profesional, itu harus diatur. Ketika mereka harus latihan, ya fokus latihan. Ketika waktu bermain gim, ya silakan bermain. Harus bisa membagi waktu, karena kalau tidak bisa tentu itu akan menyulitkannya sebagai pemain profesional," tegas Ricky Nelson.

2 dari 3 halaman

Tentang Akademi Sepak Bola di Malang

Ricky Nelson, Pusamania Borneo FC, Bola.com
Pelatih PBFC, Ricky Nelson memberikan penjelasan saat diskusi Bincang Taktik Bola.com di SCTV Tower, Senayan City, Rabu (29/3/2017). Diskusi ini membahas tentang filosofi sepak bola pelatih Timnas Indonesia Luis Milla. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Selain menangani Sulut United, Ricky Nelson juga terus memajukan akademi sepak bola yang dimiliknya, yaitu Ricky Nelson Academy yang berada di Lawang, Kabupaten Malang. Akademi tersebut berbentuk boarding school, di mana para pemain dari usia 13 tahun yang menjadi siswa harus berada di mes yang telah disediakan.

"Kenapa harus ada mes, agar membantu anak-anak mengatur hidup mereka. Kalau mereka pulang ke rumah, tentu sulit untuk mengatur, mengingat belum tentu lingkungannya mendukung dia menjadi seorang pemain sepak bola," ujar pelatih yang memulai karier kepelatihan dengan mendapatkan beasiswa dari AFC pada 2009.

Ricky Nelson juga mengungkapkan alasan menempatkan akademi sepak bola miliknya di Kabupaten Malang. Menurutnya, Jawa Timur merupakan area di Indonesia dengan perkembangan sepak bola yang paling maju.

"Jawa Timur itu sebuah provinsi yang menurut saya sepak bolanya paling maju di seluruh Indonesia. Pembinaan bagus dan kompetisinya pun banyak. Malang, selain tempatnya bagus dan dingin, juga memiliki banyak lapangan. Selain itu, aksesnya pun mudah. Semua orang bisa ke Malang dengan mudah, ada pesawat, ada kereta, bisa juga naik bus," ungkapnya.

Selain itu, potensi pesepak bola muda di Malang pun mendapatkan pujian dari Ricky Nelson. Menurutnya, karakter permainan sepak bola Malangan menjadi modal yang bagus untuk menjadi pesepak bola yang kemudian memahami taktikal dalam pertandingan.

"Potensi pemain di sini besar sekali. Kita semua sering mendengar bermain gaya Malangan, yang saya lihat gaya itu adalah keras, tidak mau kalah, dan berkarakter. Itu modal yang bagus menurut saya, tapi perlu ditambahkan pemahaman taktikal yang akan membuat anak-anak menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓