Wawancara Eksklusif Perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso: Detail Bagus Kahfi Menuju FC Utrecht

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 26 Nov 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 26 Nov 2020, 11:30 WIB
Wawancara Eksklusif - Mirwan Suwarso
Wawancara Eksklusif - Mirwan Suwarso (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Bagus Kahfi bak properti panas seorang pesepak bola di bursa transfer. Penyerang berusia 18 tahun itu tengah diperebutkan dua klub, yang atributnya bagaikan langit dan bumi.

Barito Putera, selaku pemilik sahih sang pemain, tidak ingin begitu saja kehilangan saudara kembar dari Bagas Kaffa ini. FC Utrecht, klub Belanda yang seolah-olah digambarkan serius mengincarnya, membetot ekspektasi banyak orang.

Aman mengatakan bahwa Bagus Kahfi merupakan pemain muda paling berpotensi milik Indonesia, sebelum cedera parah menghujamnya pada Maret 2020. Ketika sedang membela Garuda Select angkatan kedua di Inggris, pemain berambut kribo itu mengalami patah tulang dan pergeseran ligamen kaki kiri.

Bagus Kahfi sudah bergelimang gelar dari usia muda. Ketika masih menjadi andalan di Timnas Indonesia U-16, ia berhasil mempersembahkan Piala Tien Phong Plastik 2017, Piala Jenesys 2018, dan Piala AFF U-15 208. Pada turnamen yang disebutkan terakhir itu, ia juga meraih predikat top scorer dengan 13 gol.

Kegelimangan Bagus Kahfi mengantarnya promosi ke Timnas Indonesia U-19 pada 2019. Pada tahun yang sama, ia juga terpilih masuk skuad Garuda Select angkatan pertama. Proyek ini merupakan program akselerasi usia muda hasil kerja sama antara PSSI dengan Mola TV.

Akhir 2019, Bagus Kahfi kembali dipercaya masuk Garuda Select jilid kedua. Berkat polesan direktur teknik, Dennis Wise dan pelatih, Des Walker, insting gol dan naluri membunuhnya di kotak penalti kian terasah.

Bagus Kahfi sukses mengukir 16 gol dari 21 pertandingan Garuda Select selama di Inggris dan Italia. Pundi-pundi golnya terpaksa berhenti setelah dibekap cedera mengerikan ketika menghadapi Bornemouth U-18 pada 11 Maret 2020.

Untuk memulihkan cederanya, Bagus Kahfi sampai harus naik meja operasi. Ketika rekan-rekannya kembali ke Indonesia pada April 2020, ia memilih untuk tetap tinggal di Inggris sembari menjalani recovery.

Oktober 2020, Bagus Kahfi dinyatakan sembuh dari cedera. Dia lantas terbang ke Utrecht, Belanda, untuk mengembalikan kebugarannya di klub Eredivisie, FC Utrecht. Di sana, ia juga diajak untuk berlatih bareng Jong Utrecht, tim usia muda Utrecht.

Di Utrecht, Bagus Kahfi tidak semata menjalani rehabilitasi dan berlatih saja. Di balik semua itu, Garuda Select melalui Dennis Wise mencoba untuk mengeluarkan potensinya secara keseluruhan. Dia dititipkan di Utrecht.

Bagus Kahfi juga tidak bisa begitu saja pindah ke Utrecht. Dia masih punya kontrak dengan Barito Putera hingga tahun depan. Terjadilah proses tawar-menawar di sini. Utrecht ingin merekrutnya demi mengembangkan bakatnya. Barito Putera enggan melepas sang bomber secara cuma-cuma.

Sebagai bentuk keseriusan, Utrecht telah mengirimkan surat resmi kepada Barito Putera untuk melepas Bagus Kahfi. Kabarnya, tawaran ini akan kedaluwarsa pada pekan ini. Di media sosial, Bagus Kahfi sudah menumpahkan unek-uneknya. Dia terlihat sedang mumet dan tidak tenang dengan kondisi yang gantung seperti ini.

Dari penjabaran di atas, Utrecht seolah-olah begitu ngotot untuk memboyong Bagus Kahfi. Nyatanya, realitanya tidak seperti itu. Mengapa? Mirwan Suwarso, selaku perwakilan dari Mola TV, menjawab penasaran publik atas njelimet-nya operasi perpindahan Bagus Kahfi ini. Berikut petikan wawancara Bola.com dengan Mirwan.

2 dari 4 halaman

Titipan Garuda Select

Bagus Kahfi saat membela Garuda Select.
Bagus Kahfi saat membela Garuda Select. (Media Mola TV).

Kepergian Bagus Kahfi ke Utrecht untuk memenuhi undangan atau karena hal lain?

Sebenarnya bukan diundang. Kami yang menitipkan. Jadi menurut saya agak lugu kalau kita berpendapat bahwa pemain Indonesia sudah mampu masuk ke klub Eropa apa adanya. Kondisinya sama sekali belum seperti itu. Cuma di tempat kami, kami ingin meningkatkan pertumbuhan pemain. Seorang Bagus Kahfi, bersama rekan setimnya di Garuda Select, Brylian Aldama, mereka sudah mentok di kami. Sudah tidak bisa lagi karena angkatan berikutnya pasti lebih muda.

Sudah waktunya mereka bermain dengan lawan yang lebih bagus. Kami pilih lawannya dari luar negeri. Karena kebetulan Bagus Kahfi cedera dan dia perlu pulih dalam lingkup klub. Kalau sudah pemulihan kan harus bermain sepak bola, berlari, dan lain-lain. Lewat Dennis Wise, Bagus Kahfi dititipkan ke temannya di Utrecht. Dennis Wise bilang ke temannya, bisa tidak mereka membantu Bagus Kahfi untuk menjalani rehabilitasi.

Pada saat rehabilitasi, Dennis Wise bilang ke temannya itu, apakah dia keberatan untuk mengambil pemain ini untuk dikembangkan lagi. Karena Wise menjamin, kalau temannya dia ini memberikan waktu 8-10 bulan untuk Bagus Kahfi, si pemain bisa berkembang dan mungkin bisa menjadi pemain bagus untuk Jong Utrecht.

Bukan Utrech yang bilang mereka suka Bagus Kahfi, lalu mau beli. Bukan begitu. Faktanya tidak seperti itu. Terbalik. Namun, klub- di Eropa, kalau diyakinkan oleh seorang Wise, ya mau-mau saja untuk melirik. Tapi belum tentu mau investasi di situ. Akan dilihat dulu. Statusnya bukan seolah-olah Bagus Kahfi diburu, tidak. Belum sampai seperti itu. Mungkin kalau sudah ada 20 pemain Garuda Select yang bisa bermain dan berlatih di sana, dari situ mungkin baru bisa.

Bagaimana perkembangan kepindahan Bagus Kahfi ke Utrecht?

Terakhir setahu saya, Utrecht sudah kirim surat ke Barito Putera untuk melepas Bagus Kahfi. Cuma mereka masih menunggu jawaban dari Barito Putera. Kalau ribet, mereka sudah bilang ke tim pelatih kami, kalau Barito Putera tidak mau melepas Bagus Kahfi, ya tidak apa-apa. Utrecht banyak pilihan pemain lain. Mereka akan mengambil pemain lain. Mereka sudah bicara ke Dennis Wise. Katanya, di Indonesia, mengerti tidak programnya bagaimana. Kalau mereka tidak mau melepas Bagus Kahfi, ya tak usah. Tak apa-apa. Mereka punya banyak pemain lain. Sepertinya ada yang keliru di situ. Seolah-olah, Utrecht yang menginginkan Bagus Kahfi. Ngebet. Sekali lagi bukan begitu.

Apakah Anda, selaku perwakilan dari Mola TV, turut berkomunikasi dengan Barito Putera terkait kepindahan Bagus Kahfi ke Utrecht?

Saya ingat waktu awal tahun atau tahun lalu, dari tim kami sudah ikut bertemu manajemen Barito Putera. Kami menjelaskan, intinya meminta izin boleh atau tidak si Bagus Kahfi kami bantu untuk kami naikan ke level berikutnya. Waktu itu katanya sudah oke semua. Makanya kami serahkan ke keluarganya Bagus Kahfi. Kami dalam hal ini harus hati-hati. Garuda Select bukan agen pemain. Kami tak mau seperti itu. Kami mau membantu pemain. Tapi kami tak mau menjadi calo dan tidak mau dibilang kami mengambil untung. Tidak seperti itu. Untung buat kami apa? Kami mau membantu dan akan selalu membantu. Kalau sampai klubnya perlu biaya, yang pasti, saya tahu banget. Utrecht tidak mungkin mau keluar uang. Tapi kalau misalnya mereka minta ganti rugi, kompensasi, dan angkanya wajar, mending bicara sama kami saja. Mungkin kami akan membantu.

3 dari 4 halaman

Bukan Utrecht yang Butuh Bagus Kahfi

Bagus Kahfi
Pemain muda potensial Timnas Indonesia, Bagus Kahfi. (Istimewa)

Barito Putera mengajukan dua opsi untuk melepas Bagus Kahfi ke Utrecht. Ditebus secara transfer fee atau kewajiban untuk sang pemain kembali ke Barito Putera setelah sudah tidak berkarier di sana. Bagaimana tanggapan Anda soal ini?

Lugu kalau mereka berasumsi bahwa Utrecht butuh Bagus Kahfi. Tak peduli mereka sama Bagus Kahfi. Mereka mau memberikan kesempatan karena permohonan Dennis Wise. Cuma kalau mereka merasa Bagus Kahfi punya nilai istimewa di mata klub Eropa, belum waktunya. Mungkin Bagus Kahfi mesti bermain di Barito Putera saja. Selesaikan kontraknya. Cuma kalau dia lewat tahun ini, umurnya juga sudah lewat, tidak mungkin bisa bermain di tim junior lagi. Kalau masuk tim senior, saingannya sama pemain terbaik dunia. Itulah keluguan banyak orang. Berpikir bahwa diri kita sudah sepadan dengan apa yang ada di luar.

Jika Bagus Kahfi berhasil bergabung dengan Utrecht, berapa lama dia akan dikontrak?

Saya tidak tahu. Saya tidak mengurus. Kami cuma menitipkan ke sana. Soal kontrak, antara Bagus dan Utrecht langsung. Setahu saya, di Belanda, hanya boleh dua pemain non-Uni Eropa atau pemain asing. Kalau mereka mau kasih tempat itu ke Bagus Kahfi, berarti mereka sudah ambil resiko sangat besar. Kalau mereka kasih ke Bagus Kahfi, slot pemain asing mereka berkurang satu. Mereka tak bisa ambil pemain dari Afrika atau Amerika Latin, yang mungkin bisa menjadi seperti Antony Matheus dos Santos di Ajax Amsterdam. Kalau kita berpikir Bagus Kahfi sudah setara itu, kita yang salah.

Andai Barito Putera tidak merestui kepindahannya ke Utrecht, bagaimana nasib Bagus Kahfi?

Kami sama sekali tidak menyimpan Bagus Kahfi. Ini urusannya antara Bagus Kahfi dengan Barito Putera. Waktu Bagus Kahfi di Garuda Select, kami bertanya ke Bagus Kahfi. Kalau ada kesempatan ke Eropa, kamu mau atau tidak? Dia bilang mau. Boleh atau tidak sama Barito Putera? Dia bilang boleh. Tapi kan kamu ada kontrak di Barito Putera? Betul katanya. Tapi di kontrak tertuang kalau ada kesempatan ke Eropa, dia boleh pergi. Saya minta tolong ke tim kami untuk menemui Barito Putera, boleh atau tidak. Katanya boleh. Dibilang boleh, baru kami urus. Baru kami cari klub untuk Bagus Kahfi. Setelah itu ada kendala, Utrecht harus bicara dengan Barito Putera. Kalau di situ ada kendala, itu bukan urusan saya. Kami hanya berjalan sesuai prosedur.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓