Makna Tahun 2020 untuk PSS dan Resolusi di 2021

Oleh Vincentius Atmaja pada 02 Jan 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 02 Jan 2021, 18:00 WIB
Dejan Antonic
Dejan Antonic memimpin skuat PSS Sleman berlatih di lapangan UII, Sleman, Selasa (3/3/2020) sore. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - Tahun 2020 menjadi periode terburuk bagi sepak bola Indonesia yang penuh hambatan. Kini waktunya menatap ke tahun baru 2021 dengan penuh optimisme.

Seperti diketahui, dampak hebat yang ditumbulkan oleh pandemi COVID-19, memaksa kompetisi Shopee Liga 1 berhenti total sejak bulan Maret 2020. Atau sembilan bulan terakhir dalam ketidakpastian.

Seluruh klub seperti harus bertumbangan dari sisi finansial karena berhentinya aktivitas pertandingan. Tidak adanya sumber pemasukan imbas dari vakumnya kompetisi, memaksa beberapa tim harus melepas pemain bintangnya.

Klub kontestan Shopee Liga 1, PSS Sleman memiliki pandangan terhadap masa depan di tahun baru 2021 yang lebih cerah ketimbang tahun kemarin. Seperti pernyataan klub tim Elang Jawa dalam unggahannya di Instagram setelah memasuki tahun 2021.

"Tahun 2020 benar-benar menjadi tahun perjuangan bagi kita semua. Akibat pandemi COVID-19 yang melanda sejak awal tahun, banyak aktivitas yang akhirnya harus berjalan tak sebagaimana mestinya, salah satunya sepak bola," seperti yang ditulis PSS pada Kamis (31/12/2020).

Kompetisi sepak bola Indonesia di tahun 2020 memang berjalan tidak normal. Shopee Liga 1 hanya berlangsung selama tiga pekan, bahkan beberapa tim baru bermain dua kali. Padahal begitu matang persiapan yang dilakukan tim peserta.

Tidak sampai di situ, kompetisi sempat direncakan berlanjut kembali pada bulan Oktober lalu. Tim-tim juga sudah kembali mempersiapkan diri termasuk mengumpulkan para pemainnya. Sayangnya pemerintah belum dapat merestui sepak bola dilanjutkan karena pandemi COVID-19 dan dalam suasana pilkada serentak.

Manajemen PSS menyikapi tahun 2020 yang penuh gejolak karena wabah virus corona, dengan bijaksana. Seperti menjadi saat yang tepat bagi proses transformasi pengelolaan klub yang baru saja didatangi investor baru di PSS.

Satu di antaranya adalah Omah PSS sebagai lompatan besar bagi klub kebanggaan bumi Sembada. "Meski begitu, 2020 juga merupakan tahun yang penting bagi kita," lanjut keterangan tim PSS. 

"Di tahun ini Super Elja sedang dalam proses bertransformasi menjadi klub yang lebih sehat dan mapan. Banyak perubahan dilakukan di tahun ini, terutama dari internal klub yang kini lebih serius untuk membawa PSS lebih berprestasi lagi," tambah keterangan itu. 

 

 

2 dari 4 halaman

Kompetisi Segera Berjalan

Direksi Baru PSS Sleman
Dirut PSS Sleman, Marco Paulo Garcia (tengah) diapit oleh Direktur Keuangan PSS, Andy Wardhana (kanan) dan manajer tim, Danilo Fernando dalam perkenalan jajaran direksi, Kamis (13/8/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Manajer PSS, Danilo Fernando mengatakan bahwa harapan seluruh klub saat ini adalah kompetisi bisa berjalan sesuai rencana. Yakni pada bulan Februari yang dicanangkan PSSI maupun PT LIB.

Federasi dan operator kompetisi terus melakukan koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah, agar Liga Indonesia bisa kembali bergulir, tentunya masih dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Yang jelas dari tim PSS berharap federasi dapat izin untuk kembali menggulirkan Liga. Itu yang paling utama kompetisi berjalan dulu," ujar Danilo Fernando.

Pihaknya ingin agar PSSI dan PT LIB bisa segera memastikan status kompetisi serta regulasi Liga. Meski, sekalipun di masa sulit seperti saat ini, salah satu contoh paling rasional adalah meniru kompetisi di luar negeri khususnya Eropa yang masih menerapkan pertandingan tanpa penonton.

"Mudah-mudahan dengan protokol kesehatan yang ketat, kompetisi bisa jalan terus tanpa kendala," tuturnya.

 

3 dari 4 halaman

Target Tinggi

PSS Sleman
Skuat PSS Sleman menjalani pemanasan pada latihan perdana di lapangan UNY, Senin (14/1/2019) sore, dipimpin oleh asisten pelatih Danilo Fernando. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Adapun skuad PSS telah diliburkan sejak pertengahan Oktober, pemain pun kembali ke kampung halaman masing-masing. Namun demikian, Irfan Bachdim dan kawan-kawan diminta tetap menjaga kondisi kebugaran.

Pasalnya PSS masih memasang target tinggi di setiap musimnya. Seperti halnya musim 2019 yang menjadi tahun hebat bagi PSS. Datang sebagai anak baru di Liga 1, nyatanya mereka mampu menyegel posisi delapan besar klasemen akhir.

Perihal target, tim pujaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) masih mempertahankan misinya. Yakni, finis di posisi lima besar klasemen akhir. Untuk mencapai target tersebut diakui Danilo memang dibutuhkan kerja keras dari seluruh elemen tim.

"Semoga pemain bisa menjaga kondisi dan kesehatan selama libur panjang. Dengan kondisi sekarang dan status mungkin kompetisi akan dimulai dari awal lagi, harapan PSS bisa lebih fokus lagi," jelas Danilo Fernando.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓
Ketum PSSI Apresiasi Piala Menpora dan Berharap Liga 1 Bergulir Juli Tahun Ini