Aji Santoso Dukung Pemain Persebaya Ikut Kursus Kepelatihan C AFC

Oleh Aditya Wany pada 02 Jan 2021, 23:30 WIB
Diperbarui 02 Jan 2021, 23:30 WIB
Latihan Persebaya Surabaya
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, berdiskusi dengan Mustaqim saat latihan di Lapangan Yogyakarta Independent School, Yogyakarta, Rabu (23/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Liga 1 2020. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Tiga pemain Persebaya Surabaya bakal mengikuti kursus kepelatihan C AFC pada akhir Januari ini. Mereka adalah stoper Hansamu Yama, bek Mokhamad Syaifuddin, dan winger Oktafianus Fernando.

Kursus yang diadakan oleh Asprov PSSI Jawa Timur tersebut rencananya bakal digelar di Batu pada 18-31 Januari 2021.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, sangat mendukung langkah para anak asuhnya itu dalam menambah wawasan mengenai dunia sepak bola.

“Menurut saya ini justru positif karena nantinya ke depan pelatih di Indonesia yang mantan pemain sepak bola itu akan jauh lebih bagus,” ungkap pelatih yang telah memegang lisensi kepelatihan AFC Pro tersebut.

“Apalagi ada mantan pemain sepak bola yang memiliki kualitas bagus. Apakah itu mantan pemain nasional, paling tidak mempunyai pengalaman tinggal mengembangkannya lagi,” imbuhnya.

Fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung sejak pandemi COVID-19 dan kompetisi sepak bola Indonesia dihentikan. Para pemain memilih mengisi kekosongan waktu dengan mengikuti kursus kepelatihan.

Itu akan berguna buat mereka jika sudah gantung sepatu. Mereka tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa melatih sebuah klub selepas pensiun sebagai pemain.

2 dari 3 halaman

Saran

Aji Santoso, Persebaya Surabaya
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Di Eropa, hal ini juga kerap terjadi. Kebanyakan pesepak bola memutuskan mengikuti kursus kepelatihan semasa masih aktif sebagai pemain. Jadwalnya bisa disesuaikan saat sedang jeda kompetisi.

Aji Santoso merupakan satu di antara pelatih yang memulai kariernya di sepak bola sebagai pemain. Dia pernah membela Arema Malang dan Persebaya pada era 1990-an. Bahkan, dia juga berstatus sebagai kapten Timnas Indonesia di era itu.

“Tidak semua mantan pemain sepak bola bisa menjadi pelatih, karena itu tidak hanya cukup. Menjadi pemain sepak bola terus menjadi pelatih, perlu belajar dan mengikuti perkembangan ilmu sepak bola,” ucap pelatih asli Malang itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Highlights Kemenangan Timnas Indonesia atas Bali United 3-1, Sebuah Assist Cantik Tercipta