Nasib Shopee Liga 1 Masih Gelap, Arema Lambaikan Tangan ke Kamera

Oleh Iwan Setiawan pada 08 Jan 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 08 Jan 2021, 07:00 WIB
Carlos Oliveira, Arema FC
Pelatih Arema FC, Carlos Oliveira, memberikan instruksi kepada pemain Arema FC dalam sesi latihan pagi, Sabtu (19/9/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Manajemen Arema FC jadi satu di antara yang paling optimistis Shopee Liga 1 bakal dilanjutkan pada Februari 2021. Namun, setelah tahun baru 2021, optimisme tersebut mulai pudar.

Layaknya uji nyali, Arema pun melambaikan tangan ke kamera, alias menyerah. Apalagi, sampai detik ini belum ada kepastian alias garansi dari pihak Kepolisian.

PSSI dan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru seakan tak mampu meyakinkan kepolisian akan protokol kesehatan yang sudah disusun di tengah pandemi virus corona.

“Dulu kami optimis kompetisi bisa dilanjutkan. Tapi sekarang, mulai menurun. Baru kami, sepakbola bisa dapat ijin (pertandingan persahabatan atau turnamen) saja sudah bersyukur,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Arema kini tidak muluk-muluk berharap kompetisi diputar dalam waktu dekat. Mereka punya hasrat setidaknya laga persahabatan atau turnamen bisa dapat lampu hijau.

“Tujuannya untuk mencoba juga protokol kesehatan seperti apa penerapannya. Selama ini belum dicoba. Kompetisi mau berjalan Oktober 2020 batal. Kami harap, ada turnamen apa begitu untuk mencoba protokol kesehatan,” sambungnya.

2 dari 3 halaman

Nasib Klub

Shopee Liga 1 - Logo Klub
Shopee Liga 1 - Logo Klub (Bola.com/Adreanus Titus)

Dengan adanya turnamen, klub juga bisa dapat pemasukan karena ada sponsor yang bakal masuk. Itu jadi cara untuk memperpanjang nafas manajemen menghidupi tim.

Sampai saat ini Arema masih mengeluarkan dana operasional untuk gaji pemain dan pelatih. Padahal, pihak sponsor belum mengucurkan dana lagi kepada Arema sampai ada pertandingan.

“Sekarang sepak bola dicap sebagai event yang bisa menyebarkan virus corona. Padahal sudah ada protokol kesehatan yang disiapkan dan itu belum dicoba," imbuhnya.

"Jadi tidak ada pembelajaran bagi pihak keamanan, panpel, dan klub. Padahal banyak yang menggantungkan hidupnya dari sepakbola. Seperti pemain, pelatih dan semua yang terlibat dalam sebuah pertandingan,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Highlights Kemenangan Timnas Indonesia atas Bali United 3-1, Sebuah Assist Cantik Tercipta