Tim-Tim Berbondong-bondong Hentikan Aktivitas, Pelatih PSS: Batalkan Saja Liga 1 Sekalian

Oleh Nandang Permana pada 08 Jan 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 08 Jan 2021, 13:00 WIB
Striker PSS Sleman, Yevhen Bokhasvili
Striker PSS Sleman, Yevhen Bokhasvili. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Jakarta - Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengatakan, tidak menutup kemungkinan penghentian aktivitas akan dilakukan banyak klub mengingat kepastian lanjutan Liga 1 hingga saat ini belum juga bisa dipastikan. Oleh karena itu, ia menilai ada baiknya kompetisi diumumkan batal.

Setidaknya, hingga saat ini sudah ada dua klub yang secara resmi mengistirahatkan aktivitas internal mereka seperti Madura United dan Persipura Jayapura. Kedua tim itu mempunyai alasan yang sama, yakni ketidakpastian lanjutan Liga 1.

Persipura yang akan tampil di Piala AFC memastikan, selain hal di atas, mereka sudah tidak ada dana lagi, karena sponsor tidak lagi menopang pembiayaan klub.

Hingga saat ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru diketahui belum mendapatkan izin resmi penyelengaraan dari pihak Polri.

Di sisi lain, klub-klub kontestan masih diwajibkan mengeluarkan gaji dengan kisaran 25 persen. Hal itu pula yang menjadi beban klub-klub Liga 1, sehingga dua klub di atas memutuskan menghentikan aktivitasnya.

"Saya takutkan akan banyak tim lain yang melakukan hal itu. Kemarin saya baca di media, Persipura membubarkan (menghentikan aktivitas) karena persoalan sponsor. Bisa saja beberapa waktu ke depan akan banyak tim melakukan itu," kata Dejan Antonic kepada Bola.com, Jumat (08/1/2021).

"Masalah semua tim sebenarnya sama, yakni dana, yang berasal dari sponsor. Saya bisa memahami, masalahnya banyak sekali, kepastian Liga 1 tidak ada, tapi klub masih kontrak, bayar gaji pemain dan ofisial," tambahnya.

 

2 dari 3 halaman

Fokus Saja pada Liga 1 2021

Lebih bagus, kata pelatih yang pernah menukangi Persib Bandung ini, PSSI dan PT LIB fokus menyiapkan liga musim baru 2021. Dengan demikian, maka status kompetisi 2020 baiknya dihentikan saja.

Jika memaksakan dilanjutkan, Dejan menduga akan lebih banyak masalah yang timbul, karena persoalan finansial saat ini hampir merata dialami klub kontestan Liga 1.

"Karena kan untuk kompetisi itu, kita butuh dana buat away, tiket pesawat, hotel, sedangkan kondisi seperti ini sekarang. Jadi, alangkah baiknya, kita persiapan musim depan saja," ungkapnya.

"Kita harus cari solusi untuk semua, klub, pemain dan pelatih serta federasi. Kita bisa persiapan untuk musim baru, mungkin bulan Juni atau Juli bisa memulai kompetisi baru, sehingga kita punya waktu persiapan," Dejan Antonic mengakhiri pembicaraan.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓