Borneo FC Membantah Ikut Sepakat dengan Usul Kompetisi 2021 Tanpa Degradasi

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 17 Jan 2021, 05:30 WIB
Diperbarui 17 Jan 2021, 05:30 WIB
Presiden klub Borneo, Nabil Husein
Presiden klun Borneo, Nabil Husein. (Permana Kusumadijaya/Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, mengklarifikasi kabar yang mengatakan bahwa klubnya sepakat dengan usul menghapuskan sistem degradasi untuk musim kompetisi 2020 yang diusulkan oleh PSM Makassar dalam pertemuan klub peserta Liga 1 dengan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

PT LIB dan klub peserta kompetisi sepak bola Indonesia, baik Liga 1 maupun Liga 2, telah bertemu secara virtual pada Jumat (15/1/2021). Dalam pertemuan tersebut, PT LIB meminta masukan dari para pemilik dan pengelola klub mengenai kelanjutan kompetisi.

Sebagian besar klub meminta agar kompetisi musim 2020 dibatalkan dan langsung mempersiapkan musim baru 2021. Bahkan ada usul untuk tetap menghapus sistem degradasi pada kompetisi 2021 yang dibuat oleh PSM Makassar dan didukung sejumlah klub. Borneo FC diklaim turut setuju dengan usul tersebut.

Namun, Presiden Borneo FC, Nabil Husein, angkat bicara mengenai kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak benar kalau klubnya menyepakati usul tersebut.

"Saya mau mengklarifikasi berita yang beredar, di mana Borneo FC dikatakan sepakat meminta dihapuskan status degradasi. Itu tidak benar," tegas Nabil Husein dalam situs resmi klub.

"Kebenarannya adalah Borneo FC sepakat untuk setop kompetisi 2020 dan secepatnya diputuskan soal penghentian kompetisi tersebut," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Perizinan Dipastikan Terlebih Dulu

Pusamania Borneo FC Logo
Pusamania Borneo FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Nabil Husein juga menegaskan dirinya telah memberikan pendapatnya terkait kompetisi. Tidak hanya meminta agar kompetisi 2020 disetop, Presiden Borneo FC itu juga meminta agar perizinan untuk kompetisi musim baru juga diurus terlebih dulu dan dipastikan bisa bergulir.

"Apabila dipaksakan bergulir musim 2020, akan banyak efek nantinya, termasuk tidak adanya energi atau antusias dalam menjalankan pertandingan. Alangkah lebih baik untuk membuat kompetisi baru dengan tatanan yang lebih baik," tegasnya.

"Tentu izin harus terlebih dulu dipegang. Usul, jjika bisa lebih baik setelah Lebaran, karena klub juga membutuhkan waktu untuk mencari sponsor, bernegosiasi dengan sponsor, sehingga klub akan sehat ke depannya," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓