Zulkifli Syukur Mengenang Tahun Istimewa 2010: Juara di Arema, Tragis di Piala AFF

Oleh Abdi Satria pada 26 Jan 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 26 Jan 2021, 11:00 WIB
Jejak Tim Merah-Putih di Piala AFF: 2010 (Bola.com/Adreanus Titus)
Jejak Tim Merah-Putih di Piala AFF: 2010 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Makassar - Tahun 2010 jadi periode emas perjalanan karier sepak bola Zulkifli Syukur. Pada periode itu, ia membawa Arema Indonesia meraih trofi juara Liga Super Indonesia 2009-2010 serta masuk skuad Timnas Indonesia menghadapi Piala AFF 2010.

Seperti diketahui diajang terakhir, penampilan apik Zulkifli dan kawan-kawan mampu membius pecinta sepak bola Indonesia. Skuad Garuda membuat masyarakat Indonesia larut dalam euforia kemenangan setelah melibas seluruh lawan dari babak penyisihan grup sampai semifinal.

Dalam lima partai, Timnas Indonesia mencetak 15 gol dan hanya kemasukkan dua gol. Timnas pun diyakini mampu menghapus dahaga gelar pada ajang prestisius di kawasan Asia Tenggara itu.

Namun, seperti diketahui, mimpi timnas dan pencinta sepak bola kembali gagal terwujud setelah Malaysia yang dilibas 5-1 pada penyisihan grup mampu membalikkan keadaan di partai puncak. Dalam dua pertemuan di final, Indonesia kalah agregat 2-4.

Pada laga pertama, Timnas Indonesia takluk 0-3 di Stadion nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 26 Desember 2010. Tiga hari kemudian, timnas hanya mampu menang 2-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

2 dari 4 halaman

Pahit dan Manis

Kolase - Flashback Timnas Indonesia AFF 2010
Kolase - Flashback Timnas Indonesia AFF 2010 (Bola.com/Adreanus Titus)

Meski gagal membawa Timnas Indonesia juara, pengalaman bermain di Piala AFF 2010 menjadi kenangan tersendiri buat Zulkifli. Dalam channel Youtube Fung Ukka, Zulkifli mengaku bangga bisa mengangkat derajat keluarganya lewat sepak bola.

"Keluarga besar sangat bangga. Terutama tante, saya yang dulu habis-habisan melarang saya menggeluti sepak bola," kenang Zulkifli.

Nursiah, sang tante adalah sosok yang sangat dihormati Zulkifli. Sejak kecil, tantenya itulah yang merawat dan membesarkannya setelah ayahnya, Syukur, wafat dan ibunya, Mardiana memutuskan merantau ke Sorong dengan membawa empat saudaranya.

"Setiap kali mau tampil di Piala AFF 2010, saya selalu menyempatkan diri menelpon beliau," ungkap Zulkifli.

3 dari 4 halaman

Kembali ke Makassar pada 2017

Zulkifli Syukur
Pemain PSM Makassar, Zulkifli Syukur. (Bola.com/Abdi Satria)

Penampilan mengilap di Piala AFF 2010 membuat Zulkifli menjadi incaran sejumlah klub besar Liga Indonesia. Persib Bandung jadi tempatnya berlabuh pasca tampil di Piala AFF 2010.

Semusim di Persib, ia hengkang ke Mitra Kukar, klub asal Kalimantan Timur yang jor-joran merekrut pemain bintang. Di Mitra Kukar, Zulkifli bertahan sampai tiga musim.

Pada periode membela Mitra Kukar, Zulkifli pernah nyaris berkostum Sriwijaya FC jelang musim 2015. Namanya pun sempat diumumkan pada launching tim. Tapi, ia memutuskan bertahan di Mitra Kukar.

Selepas dari Mitra Kukar, Zulkifli pindah ke Borneo FC meski manajemen PSM sempat menawarinya untuk pulang ke Makassar. Baru pada Liga 1 2017, Zulkifli akhirnya kembali ke PSM, klubnya di level junior.

Ia pulang bersama Hamka Hamzah, rekannya di Juku Eja muda. Bersama PSM, Zulkifli nyaris meraih trofi juara Liga Indonesia untuk kali kedua, tepatnya pada Liga 1 2018.

Sayang, pada akhir kompetisi, PSM tertinggal satu poin di klasemen akhir dari sang juara, Persija Jakarta yang meraih poin 62. Setahun kemudian, Zulkifli menjadi bagian Juku Eja saat meraih trofi juara Piala Indonesia setelah menyingkirkan Persija di laga final.

 

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓