Parah! Selain Giancarlo Rodrigues, PSM juga Menunggak Gaji Hampir Semua Pemain Lokal

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 16 Feb 2021, 13:32 WIB
Diperbarui 16 Feb 2021, 13:32 WIB
Piala Indonesia 2019 : Persija Jakarta Vs PSM Makassar
Suporter PSM Makassar saat pertandingan melawan Persija Jakarta pada laga Piala Indonesia 2019 di SUGBK, Jakarta, Minggu (21/7). Persija menang 1-0 atas PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Satu per satu borok PSM Makassar pada musim lalu terbongkar. Selain Giancarlo Rodrigues, tim berjulukan Pasukan Ramang itu juga menunggak gaji hampir semua pemain lokalnya.

"Betul, PSM Makassar juga menunggak gaji para pemain lokalnya. Banyak, nyaris semuanya," kata General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman ketika dihubungi Bola.com, Selasa (16/2/2021).

Ponaryo telah menerima pengaduan dari para pemain lokal PSM Makassar. Dalam waktu dekat, APPI akan melaporkan kasus ini kepada National Dispute Resolution Chamber (NDRC) atau badan penyelesaian sengketa nasional.

"Pekan ini, kasusnya akan kami masukan ke NDRC. Kebetulan, nyaris semua pemain PSM yang melapor kepada kami," tutur Ponaryo.

Sebelumnya, PSM Makassar dijatuhi hukuman larangan mendaftarkan pemain selama tiga periode oleh Komite Disiplin FIFA akibat tidak membayar gaji Giancarlo Rodrigues. Putusan ini keluar setelah bomber asal Brasil tersebut mengadu kepada Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA.

2 dari 3 halaman

PSM Abaikan Korespondensi

Munafri Arifuddin bersama The Macz Man
CEO PSM Munafri Arifuddin bersama The Macz Man. (Abdi Satria/Bola.com)

Sebelum mendaftarkan permasalahan ini ke NDRC, APPI telah dua kali mencoba menjembatani kasus penunggakan gaji para pemain lokal PSM Makassar. Namun, manajemenĀ PSM tidak beritikad baik dengan mengabaikan dua surat yang dikirim.

"Segala proses korespondensi dengan PSM Makassar sudah kami lakukan. Kami sudah berikan surat pertama, tidak ada respons. Kami kirimkan surat kedua, tidak ada respons juga. Selanjutnya kami masukan ke NDRC," imbuh Ponaryo.

"Korespondensi itu bertujuan untuk mencari peneyelesaian. Segala sengketa ini ujung-ujungnya memang hak pemain dan klub. Kami hanya mewakili sebagai representasi pemain."

"Tahapnya itu kalau surat korespondensinya ditanggapi, kemudian klub menyanggupi pembayaran walaupun dengan skema apapun dan pemain bisa menerima, silakan. Tapi kalau proses korespondensi itu macet, tidak ada solusi, jalan terakhir lewat NDRC dan itu sudah masuk minggu ini," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓