Saddil Ramdani, Talenta yang Dicinta walau Tidak Luput dari Kontroversi Luar Lapangan

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 22 Feb 2021, 08:15 WIB
Diperbarui 22 Feb 2021, 08:15 WIB
Timnas Indonesia - Saddil Ramdani
Timnas Indonesia - Saddil Ramdani (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Saddil Ramdani merupakan pemain muda yang talentanya mulai mencuat ketika membela Persela Lamongan sejak Torabika Soccer Championship 2016 hingga mendapatkan tempat di Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pemain sayap ini sangat berbakat dan dicintai penggemar sepak bola Indonesia, walau harus diakui tidak luput dari kontroversi di luar lapangan.

Saddil Ramdani merupakan pemain yang ditemukan oleh Aji Santoso. Pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, itu merupakan jebolan Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) yang kemudian dibawa oleh sang pelatih bergabung bersama Persela Lamongan pada 2016, ketika Persela tampil di Torabika Soccer Championship 2016, di mana ia berhasil mencetak gol ke gawang Bali United.

Cemerlang sebagai rising star Persela Lamongan, Saddil Ramdani pun mendapatkan tempat di Timnas Indonesia U-22 asuhan Luis Milla. Ia masuk dalam skuat untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2018 dan mencetak dua gol dalam turnamen tersebut.

Pemain timnas Indonesia, Saddil Ramdani, menangis saat merayakan kemenangan Indonesia atas Kamboja di Stadion Shah Alam, Selangor, Kamis, (24/8/2017). Indonesia menang 2-0 atas Kamboja. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Kemampuannya sebagai pemain sayap yang lengkap, memiliki kecepatan yang mumpuni, dribel yang cakap, hingga tembakan keras dan akurat dari jarak jauh membuat Saddil Ramdani menjadi satu di antara beberapa senjata di lini depan Tim Garuda Muda di SEA Games 2017.

Sebuah gol jarak jauh ke gawang Filipina di fase grup SEA Games 2017 menjadi bukti kehebatannya. Gol itu selalu akan dikenang oleh penggemar Tim Garuda Muda, terutama para suporter yang datang ke Stadion Shah Alam, Selangor, karena tercipta bertepatan dengan hari peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-72, yaitu pada 17 Agustus 2017.

Gol tersebut juga menjadi satu-satunya yang dicetak Saddil Ramdani selama memperkuat Timnas Indonesia U-22 tampil di SEA Games 2017, di mana Tim Garuda Muda berhasil meraih medali perunggu.

2 dari 5 halaman

Sempat Kembali ke Timnas Indonesia U-19 Hingga Memperkuat Tim Senior

Saddil Ramdani
Gelandang Timnas Indonesia U-19, Saddil Ramdani, merayakan kemenangan atas Brunei U-19 pada laga kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Puju Public, Gyeonggi, Selasa (31/10/2017). Timnas U-19 menang 5-0 atas Brunei. (Bola.com/Media PSSI)

Tampil di SEA Games 2017 dalam usia 18 tahun membuat Saddil Ramdani pun menjadi andalan di Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri. Boleh dibilang, Saddil Ramdani cukup sibuk sebagai pemain nasional karena diperlukan oleh dua Timnas Indonsia kategori umur.

Bersama tim asuhan Indra Sjafri itu, Saddil Ramdani membawa Timnas Indonesia U-19 dua kali menjadi tim peringkat ketiga di Piala AFF U-19, yaitu pada 2017 dan 2018.

Menjadi pemain penting Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri, Saddil Ramdani pun kembali menjadi andalan Timnas Indonesia U-22 ketika Indra Sjafri ditunjuk PSSI menjadi pelatih untuk mempersiapkan tim berlaga di SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

Bersama tim asuhan Indra Sjafri, Saddil Ramdani pun ikut membawa Timnas Indonesia U-22 meraih prestasi yang lebih baik dari SEA Games sebelumnya, yaitu dengan mencapai final tapi kalah dari Vietnam sehingga hanya meraih medali perak.

Pemain Timnas Indonesia U-22, Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay, merayakan kemenangan atas Singapura pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (28/11). Indonesia menang 2-0 atas Singapura. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Saddil Ramdani mencetak dua gol dalam gelaran SEA Games 2019 masing-masing satu gol ke gawang Brunei Darussalam ketika menang 8-0 dan ke gawang Laos pada saat menang 4-0. Saddil Ramdani pun masuk dalam Best XI SEA Games 2019.

Bahkan pada 2019, ketika usianya baru genap 20 tahun, Saddil Ramdani sudah dipercaya untuk memperkuat Timnas Indonesia senior berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Bermain di bawah asuhan Simon McMenemy, Saddil Ramdani tampil dalam empat laga, meski tak satupun ditorehkannya selama 90 menit.

Dengan keterlibatannya bersama Timnas Indonesia, mulai dari U-19, U-22, hingga senior sejak 2017 hingga 2019, Saddil Ramdani adalah satu di antara beberapa pemain terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini dan dicintai untuk bisa membantu Tim Garuda meraih prestasi di level internasional.

3 dari 5 halaman

Kontroversi di Luar Lapangan

Saddil Ramdani
Didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyu Norman Hidayat, Saddil Ramdani keluar dari ruangan usai menjalani pemeriksaan di Polres Lamongan, Jumat (2/11/2018). (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Kehebatan Saddil Ramdani di lapangan hijau tidak perlu diragukan. Kecepatan kaki yang luar biasa, memiliki dribel yang sulit dihentikan, hingga akurasi dan kerasnya tenaga dari tembakan yang dilepaskan ke gawang lawan membuatnya menjadi seorang pemain yang cukup lengkap.

Bahkan dokter Timnas Indonesia di SEA Games 2017, Syarif Alwi, pernah mengutarakan kepada Bola.com, betapa jenakanya sosok Saddil Ramdani di antara para pemain Tim Garuda Muda lainnya. Bahkan tidak jarang pemain muda yang satu ini menghibur teman-temannya dengan tingkah lucu yang kerap diperlihatkannya saat mengikuti pemusatan latihan.

Sayang, di tengah kecemerlangan Saddil bersama Timnas Indonesia di berbagai kategori usia, kontroversi sempat menimpa dirinya. Ada dua kontroversi yang tercatat pernah menimpa Saddil di luar lapangan.

Pertama pada November 2018, Saddil Ramdani dilaporkan kepada pihak Kepolisian Resor Lamongan karena dugaan telah melakukan kekerasan disertai dengan penganiayaan terhadap kekasihnya, Anugerah Sekar Rukmi. Peristiwa kekerasan itu sendiri dikabarkan terjadi pada 31 Oktober 2018.

Kala itu, Saddil Ramdani tengah memperkuat Persela Lamongan. Namun, kasus tersebut akhirnya berakhir setelah korban memilih untuk mencabut laporan yang diajukannya kepada kepolisian.

Tidak hanya sampai di situ, Saddil kembali tersandung masalah hukum pada 2020, ketika baru saja bergabung bersama Bhayangkara FC. Saddil diduga melakukan penganiayaan ketika berada di Kendari.

Saddil dilaporkan ke Kepolisian Resor Kendari pada 28 Maret 2020. Penganiayaan itu kabarnya dilakukan di Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kendari, pada 27 Maret 2020. Meski bermain untuk sebuah klub yang dikelola oleh kepolisian, Bhayangkara FC, Saddil Ramdani tidak begitu saja lolos dari prosedur yang harus dilakukan.

"Kami menyerahkan proses hukum kepada Polres Kendari," ujar Manajer Bhayangkara FC, I Nyoman Yogi Hermawan pada 1 April 2020.

Bahkan masalah tersebut akhirnya naik ke penyidikan, di mana Saddil Ramdani sampai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Untuk perkara kasus Saddil Ramdani kami sudah naikkan ke penyidikan sekarang statusnya kami sudah naikkan menjadi tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Muhammad Sofwan, di Kendari, Sabtu (4/4/2020).

Bahkan karena masalah tersebut, Saddil Ramdani sampai terancam pemecatan dari klubnya, Bhayangkara FC.

 

4 dari 5 halaman

Memilih Berkarier di Luar Negeri

saddil Ramdani
Gelandang timnas Indonesia, Saddil Ramdani, saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu, (30/8/2017). Pemain Indonesia disambut para fans sepulangnya dari SEA Games di Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Satu hal yang membedakan Saddil Ramdani dengan pemain Indonesia kebanyakan adalah keberaniannya untuk menjajal karier di luar negeri. Meninggalkan Persela Lamongan pada akhir 2018, Saddil Ramdani bergabung bersama klub Malaysia, Pahang FA, pada Januari 2019.

Kala itu Saddil Ramdani dikabarkan memiliki nilai kontrak mencapai Rp2,3 miliar untuk bergabung bersama Pahang FA. Sayangnya, seperti dilansir dari Berita Harian, performa Saddil bersama klub Malaysia itu tidak sesuai harapan sehingga tidak mendapatkan perpanjangan kontrak.

Pemain Timnas Indonesia itu pun kembali ke Tanah Air dan bergabung bersama Bhayangkara FC. Namun, baru tiga pekan Shopee Liga 1 2020 digelar, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru memutuskan menghentikan kompetisi lantaran pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia.

Ketika kompetisi Indonesia belum jelas kapan bakal bergulir pada 2021, sejumlah pemain Indonesia pun mencoba mencari peruntungan berkarier di luar negeri, seperti Ryuji Utomo, Todd Rivaldo Ferre, Asnawi Mangkualam, dan Ferdinand Sinaga. Saddil Ramdani pun turut serta bergabung bersama klub luar negeri.

Kembali berkarier di Malaysia, kali ini Saddil Ramdani bergabung bersama Sabah FA. Klub Malaysia tersebut ditangani oleh mantan striker Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Patut dinantikan bagaimana kiprah Saddil untuk kedua kalinya di kompetisi Malaysia.

5 dari 5 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓