Cerita Kelana Noah Mahessa, Pengalaman Membela Timnas U-19 dan Suka Rendang Buatan Nenek

Oleh Abdi Satria pada 23 Mar 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 23 Mar 2021, 20:33 WIB
Ilustrasi - Kelana Noah Mahessa
Ilustrasi - Kelana Noah Mahessa (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Makassar - Tampil bersama Tim Nasional Indonesia U-19 menghadapi Hajduk Split U-19 pada laga uji coba di Kroasia, 20 Oktober 2020 lalu membuat nama Kelana Noah Mahessa menjadi pembicaraan publik sepak bola Indonesia.

Apalagi usai pertandingan yang dimenangkan Timnas U-19 itu, pelatih Shin Tae-yong secara khusus memuji penampilan Kelana Noah Mahessa. Sepulang dari pemusatan latihan di Kroasia, Kelana Noah Mahessa pun mulai mendapatkan menit bermain di Bonner SC, klubnya yang berkiprah di kasta keempat Liga Jerman.

Ia pun akhirnya melakoni debutnya sebagai starter di Bonner SC pada Desember 2020. Itulah mengapa Kelana menjadikan pemanggilan dirinya oleh Shin Tae-yong di Timnas U-19 sebagai momen istimewa.

"Saya sangat bangga dan senang ketika mendapat panggilan mengikuti pemusatan latihan Timnas U-19 di Kroasia," kenang Kelana Noah Mahessa melalui channel Youtube Yussa Nugraha.

Kelana mengungkap sejumlah pengalaman ketika bergabung di Timnas U-19. Ia mengaku sempat mengalami kendala saat berkomunikasi dengan Shin Tae-yong yang menggunakan bahasa Korea Selatan saat memberikan instruksi kepada anak asuhannya.

Intruksi Shin-tae yong yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia tetap sulit dimengerti oleh Kelana. Beruntung ada Jack Brown dan Khairul Imam Zakiri yang membantunya.

"Coach Shin Tae-yong memiliki metode kepelatihan tertata yang disesuaikan dengan kondisi pemain timnas U-19," terang Kelana.

Sambutan yang baik dari sesama pemain Timnas U-19 membuat Kelana bisa cepat beradaptasi. Selama di Kroasia, ia tinggal satu kamar dengan Adi Satryo dan Zakiri.

"Kami juga sering bercanda di ruang makan. Pemain yang lucu dan sering melontarkan candaan adalah Bagas Kaffa dan Adi Satryo," ceritanya. 

 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Suka Rendang Buatan Nenek

Kelana Noah Mahessa, Timnas Indonesia u-19
Pelatih Shin Tae-yong menilai seluruh pemain Timnas Indonesia U-19 tampil bagus, termasuk duo debutan pemain blasteran Jerman, Kelana Noah Mahessa dan Luah Fynn Jeremy Mahessa. (dok. PSSI)

Meski menetap di Jerman sejak kecil, Kelana Noah Mahessa mengaku sangat dekat dengan segala hal berbau Indonesia. Apalagi, ayahnya Rully Mahessa yang berdarah Padang kerap mengajaknya berlibur ke Indonesia.

Kelana pun mengaku menyukai makanan Indonesia, khususnya rendang buatan sang nenek. "Saya mencintai Indonesia. Dari budaya, keseharian dan cuacannya," kata Kelana.

Itulah mengapa Kelana menyimpan keinginan suatu saat nanti bisa meneruskan karier sepak bolanya di Indonesia. Menurut Kelana, ia kerap menyempatkan diri menyaksikan rekaman video sejumlah pertandingan di Liga Indonesia.

"Saya belum punya klub favorit di Indonesia. Tapi, saya suka dengan permainan Persib Bandung dan Bali United," pungkas Kelana.

 

Sumber: Channel Youtube Yussa Nugraha

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓