Piala Menpora: Jadi Mimpi Buruk PSIS, Kiper PSM Hilman Syah Memang Mengincar Adu Penalti

Oleh Abdi Satria pada 10 Apr 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 10 Apr 2021, 17:24 WIB
PSIS vs PSM
Ekspresi kiper PSM Makassar, Hilman Syah (bawah), Sutanto Tan, Yakob Sayuri (kiri) dan Rifki Maulana Jalil usai menang adu penalti melawan PSIS Semarang dalam laga Perempatfinal Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (9/4/2021). PSIS vs PSM berakhir 2-4. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Makassar - Kiper PSM Makassar, Hilman Syah kembali jadi sorotan usai jadi pahlawan Juku Eja dalam drama adu penalti yang membungkam PSIS Semarang pada perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (9/4/2021). Pria kelahiran Kabupaten Jeneponto 25 Mei 1997 ini berhasil memblok dua tendangan penalti Pratama Arhan dan Hari Nur Yulianto.

Aksi impresif Hilman menahan dua penalti pertama PSIS Semarang jadi titik awal sukses PSM dalam adu pelatih. Seperti dikatakan pelatih PSM, Syamsuddin Batola pada sesi jumpa media usai pertandingan.

"Keberhasilan Hilman memblok dua penalti awal PSIS membuat para eksekutor penalti PSM termotivasi. Saya salut dengan kepercayaan diri dan ketenangan Hilman pada adu penalti tadi," ujar Syamsuddin.

Sejatinya, sinyal Hilman bakal jadi pahlawan PSM sudah terlihat sepanjang pertandingan di waktu normal. Di babak pertama, misalnya, tercatat dua kali Hilman melakukan penyelematan krusial untuk mengagalkan peluang PSIS yakni menepis bola tendangan Eka Febri pada menit ketujuh serta menepis tendangan bebas Pratama Arhan empat menit kemudian.

Ketenangan dan kepiawaian Hilman membaca arah bola membuat lini belakang PSM lebih tenang menghadapi serangan bergelombang PSIS pada 30 menit terakhir babak kedua, di mana pada momen itu, Syamsuddin mengintruksikan para pemainnya agar lebih fokus menjaga pertahanannya.

Dalam akun instagram PSM Makassar, Hilman sependapat dengan sang mentor. Ia pun tanpa sungkan mengakui dirinya memang menginginkan pertandingan berakhir imbang sehingga adu penalti terjadi.

"Jujur saya memang mencari (ingin) adu penalti. Sejak menit ke-80, konsentrasi saya sudah terfokus untuk itu," kata Hilman.

Bagi Hilman, meraih tiket semifinal lewat adu penalti adalah langkah realistis buat PSM. Ia pun mengungkap resep sederhananya saat memblok dua penalti PSIS.

"Modalnya adalah keyakinan dan doa. Saat lawan memegang bola, saya melihat mata dan gestur tubuhnya. Dari situ saya bisa menebak kemana arah bola akan diarahkan," terang Hilman Syah lagi.

 

2 dari 3 halaman

Pernah Dipanggil Seleksi Timnas U-23

Borneo FC vs PSM Makassar
Kiper PSM Makassar, Hilman Syah memberikan arahan kepada rekannya saat melawan Borneo FC dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). PSM bermain imbang 2-2 dengan Borneo FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bagi Hilman, Piala Menpora jadi ajang yang pas buatnya untuk unjuk kemampuan sekaligus membidik peluang jadi kiper utama PSM di Liga 1 2021. Sejak bergabung di PSM pada 2017, Hilman berada dibawah bayang-bayang kiper yang pernah dimiliki PSM seperti Rivki Mokodompit, Sahar Ginanjar dan Miswar Saputra.

Nama Hilman sempat mencuat ketika masuk dalam daftar panggil tim nasional U-22 yang dipersiapkan menghadapi Piala AFF U-22 pada 2019 setelah tampil apik bersama PSM pada tiga laga terakhir di Liga 1 2018. Sayang, ia kalah bersaing dengan nama familier seperti Nadeo Argawinata, Awan Setho dan Satria Tama.

penampilan Hilman terbilang apik untuk meredam serangan Bhayangkara yang bernafsu mencetak gol setelah kedudukan imbang 1-1.

Pelatih kiper PSM, Budiman Buswir kepada Bola.com, Minggu (28/3/2021 mengungkapkan kelebihan Hilman adalah daya refleks, kejelian membaca permainan dan mental bertanding yang baik.

"Sebenarnya tiga kiper yang ada memiliki kualitas yang baik. Saya memilih Hilman karena dia lebih siap," kata Budiman. Selain Hilman, PSM membawa dua kiper lainnya yakni Syaiful Syamsuddin dan Reza Arya Pratama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓