Duel Pelatih Tim Semifinalis Piala Menpora: Pembuktian Kualitas Juru Taktik Lokal dan Asing

Oleh Abdi Satria pada 14 Apr 2021, 05:30 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 05:30 WIB
Piala Menpora -  Ilustrasi Pelatih
Piala Menpora - Ilustrasi Pelatih (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Makassar - Empat tim sudah meraih tiket semifinal Piala Menpora 2021 yakni PSM Makassar, Persija Jakarta, Persib Bandung, dan PSS Sleman. Selain kualitas, penampilan dan determinasi yang diperlihatkan pemain di lapangan hijau, sukses keempat tim ini tak lepas dari kepiawaian pelatih masing-masing dalam meracik strategi plus menjaga harmonisasi tim.

Mereka adalah Syamsuddin Batola (PSM), Sudirman (Persija), Robert Rene Alberts (Persib) dan Dejan Antonic (PSS). Dua nama pelatih lokal yakni Syamsuddin dan Sudirman sama-sama berstatus asisten pelatih di tim masing-masing pada musim 2020.

Keduanya bakal adu kemampuan dalam dua leg semifinal, 15 dan 18 April untuk menjadi wakil pelatih lokal di partai puncak. Sorotan serupa ditujukan ke Robert dan Dejan yang mempertaruhkan nama dan kualitas pelatih asing di pentas sepak bola Indonesia.

Di antaranya keempatnya, sosok Robert yang paling banyak mendapat sorotan. Pelatih berpaspor Belanda ini pernah membawa Arema Indonesia meraih trofi juara Liga Super Indonesia 2009/2010. Robert yang usianya paling tua (66 tahun) dibanding tiga pelatih semifinalis lainnya lebih beruntung karena memiliki materi pemain mentereng dengan kualitas merata.

Dengan materi berkelas, Robert lebih leluasa melakukan rotasi pemain di Piala Menpora 2021 dengan hasil yang positif di babak penyisihan grup. Terakhir di perempat final, kematangan mental dan pengalaman pemain Persib mampu meredam determinasi tinggi Persebaya yang bermaterikan mayoritas pemain muda. Tim Maung Bandung memenangkan laga yang berlangsung sengit dan dramatis itu dengan skor 3-2. Itulah mengapa Persib lebih dijagokan bakal mengatasi perlawanan PSS yang menyingkirkan juara Liga 1 2019, Bali United di perempat final.

"Sepak bola bukan hanya mengandalkan skill pemain dan taktik tim. Kebersaman, harmonisasi dan sinkronisasi tim dalam lapangan juga jadi penentu. Diantara empat tim semifinalis, Persib yang paling mendekati kriteria itu," ujar Tony Ho, eks asisten pelatih PSM kepada Bola.com, Selasa (13/4/2021).

 

2 dari 4 halaman

Peluang Sudirman Bersama Persija

Persija Jakarta Vs Barito Putera
Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, mengamati anak asuhnya saat melawan Barito Putera pada laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/4/2021). Persija Jakarta menang dengan skor 1-0. (Bola.com/Arief Bagus)

Berdasarkan kriteria diatas, Tony memilih Sudirman dan Persija yang akan menjadi pesaing kuat Persib meraih trofi juara Piala Menpora. Meski dipermalukan PSM dua gol tanpa balas di penyisihan grup B, Tony menilai Persija bisa mengatasi Juku Eja pada dua laga semifinal.

Menurut Tony, Sudirman tentu sudah belajar banyak dari kekalahan itu. Apalagi, trend penampilan tim Macan Kemayoran menunjukkan grafik yang baik setelah kekalahan itu.

"Seperti Persib, materi pemain Persija juga lebih merata sehingga memudahkan Sudirman melakukan rotasi. Sementara Syamsuddin selalu menurunkan materi starter yang nyaris sama di setiap laga PSM di Piala Menpora. Dengan dua laga semifinal yang jadwalnya berdekatan, materi pemain dengan kualitas merata bisa jadi nilai plus tersendiri," papar Tony.

Namun Tony menegaskan, salah besar kalau Persija kembali memandang remeh PSM. Keberhasilan skuad Juku Eja lolos ke semifinal diyakini Tony bakal melecut motivasi dan kepercayaan diri Zulkifli Syukur dan kawan-kawan.

"Karakter anak-anak Makassar jutru bakal terlihat ketika mereka berstatus tak diunggulkan. Mereka akan mempertaruhkan segalanya di lapangan," pungkas Tony yang pernah berkostum PSM pada akhir 1970-an ini.

3 dari 4 halaman

Kejutan Dejan Antonic

Pelatih PS Sleman Dejan Antonic
Pelatih PS Sleman Dejan Antonic. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Tak adil rasanya jika tak mengulas performa Dejan Antonic. Pelatih ini bisa dibilang specially underrated. Padahal figur kelahiran Belgrade ini memiliki segudang pengalaman dan kenyang akan sepak bola Indonesia.

Segalanya tampak tak mulus buat PSS Sleman. Meraup satu poin dari dua laga berbekal satu kalah dan sekali imbang nyaris membuat sosoknya tak dianggap sebagai ancaman nyata.

Akan tetapi, ia sanggup membalikkan pesimisme publik. Tiga laga berikutnya, termasuk kemenangan atas Bali United di perempat final, dilahapnya. Yang lebih istimewa lagi, PSS tak kebobolan dari empat laga terakhirnya di Piala Menpora.

Di sisi lain, kurang geregetnya penyelesaian akhir bisa jadi bahan evaluasi buat Dejan Antonic. Ya, PSS hanya sanggup mencetak tiga gol saja dari fase grup hingga perempat final, di mana laga kontra Bali United diakhiri lewat adu penalti.

Kepercayaan diri Dejan Antonic, lebih lanjut, bakal semakin bertambah. Ini tidak lepas dukungan dari seluruh para pemainnya, yang memang menginginkan waktu untuk berproses.

Seperti yang disampaikan oleh gelandang Wahyu Sukarta. Ia menilai, sejauh ini tim dalam progres yang cukup baik, selama dilatih oleh Dejan Antonic. Pihaknya menegaskan memang perlu adaptasi, mengingat waktu persiapan yang cukup mepet.

"Apalagi dengan materi pemain yang baru, bukan materi yang lama saja. Kita sendiri juga memang perlu adapatasi dengan pemain satu dengan pemain yang lain," jelas Wahyu Sukarta.

"Harapan kami semua pemain juga harus menjaga tren positif yang ada sekarang ini. Selalu menjalan instruksi dari coach Dejan di atas lapangan," tegas pemain lainnya, Samsul Arifin.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓