Plus Minus PSM Usai Tersingkir di Semifinal Piala Menpora: Berharap Adu Penalti Malah Buntung

Oleh Abdi Satria pada 19 Apr 2021, 11:25 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 11:25 WIB
FOTO: Andritany Pahlawan Kemenangan Persija, Tapi Hilman Syah Lebih Banyak Gagalkan Tendangan Penalti
Setelah pertandingan, Hilman tak sanggup menyembunyikan kesedihannya. Ia menangis dan ditenangkan staf PSM untuk masuk ke ruang ganti. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Jakarta - PSM Makassar disingkirkan Persija Jakarta secara menyakitkan via adu penalti yang berlangsung dramatis pada leg kedua semifinal di Stadion Manahan Solo, Minggu (18/4/2021).

Di mana pada adu penalti, Juku Eja tercatat tiga kali di atas angin dan mendapat kesempatan memenangkan duel ini. Tapi, Yakob Sayuri, Zulham Zamrun dan Saldi Amiruddin gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.

Meski gagal ke final, kiprah PSM sepanjang perhelatan Piala Menpora 2021 pantas mendapat apresiasi. Tim asuhan Syamsuddin Batola tak pernah kalah dalam enam laga dalam waktu normal dengan raihan satu kemenangan dan lima imbang.

Dari enam laga itu, gawang PSM tercatat empat kali clean sheet. Termasuk pada tiga pertemuan dengan Persija, tim bermaterikan pemain mentereng yang mereka libas dengan dua gol tanpa balas pada babak penyisihan Grup B di Stadion Kanjuruhan Malang.

Sejatinya, dalam enam laga, penampilan Zulkifli Syukur dan kawan-kawan terbilang konsisten dengan karakter keras dan disiplin. Hanya pada leg kedua semifinal, tempo permainan Juku Eja sedikit menurun karena Persija juga terkesan sengaja bermain lambat dan berusaha unggul dalam penguasaan bola.

Pada sesi jumpa media usai leg kedua, Syamsuddin mengungkapkan para pemainnya telah menjalankan strategi yang diinginkannya. Eks bek PSM saat meraih trofi juara Liga Indonesia 1999/2000 juga mengapresiasi kerja keras, determinasi dan disiplin tinggi yang diperlihatkan asuhannya sepanjang laga.

"Kami bukan hanya mampu menyulitkan Persija tapi juga sempat mendapatkan peluang mencetak gol," ungkap Syamsuddin.

Pernyataan Syamsuddin diamini Tony Ho, mantan pemain yang pernah menjadi asisten pelatih di PSM. Menurut Tony, strategi bermain rapat ala PSM membuat Persija yang bermaterikan pemain mentereng seperti tim yang tak memiliki variasi permainan untuk membongkar pertahanan PSM.

"Malah serangan PSM kerap membahayakan lini belakang Persija, khususnya di babak kedua," terang Tony.

 

2 dari 3 halaman

PSM Buntung di Adu Penalti

FOTO: Andritany Pahlawan Kemenangan Persija, Tapi Hilman Syah Lebih Banyak Gagalkan Tendangan Penalti
Penjaga gawang PSM Makassar, Hilman Syah, benar-benar tampil impresif kontra Persija Jakarta dalam leg kedua semifinal Piala Menpora 2021. Namun, ia harus menghadapi kenyataan bahwa Andritany yang menjadi pahlawan kemenangan Persija Jakarta. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Dengan startegi yang berjalan lancar, sejatinya PSM bisa memenangkan laga via adu penalti seperti yang mereka dapatkan saat menyingkirkan PSIS Semarang di perempat final. Pada proses awal adu penalti, PSM juga sempat berada di atas angin sampai penembak ketujuh.

"Tapi, inilah drama sepak bola. Saya melihat seluruh pemain PSM yang tampil sudah berusaha bermain maksimal. Namun, yang namanya adu penalti, bukan semata teknik dan mental yang utama, faktor keberuntungan sebuah tim juga jadi penentu hasil akhir," kata Tony.

Tony pun berharap PSM tetap tampil normal pada laga perebutan tempat ketiga di Stadion Manahan Solo, Sabtu (24/4/2021). "Penampilan PSM di Piala Menpora mampu jadi tontonan yang menghibur. Saya yakin seluruh pemain tentu ingin mempertahankan kiprah positif ini pada laga terakhir nanti," pungkas Tony.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓