Azrul Ananda Bocorkan Rencana Persebaya untuk Melantai di Bursa Saham

Oleh Aditya Wany pada 03 Mei 2021, 06:15 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 06:15 WIB
Azrul Ananda
Presiden Persebaya, Azrul Ananda. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, menyatakan komitmennya untuk mengelola tim Bajul Ijo beberapa tahun ke depan. Pihak manajemen klub juga telah bertemu dengan Bonek untuk berdiskusi.

Pria berusia 43 tahun itu bahkan menyatakan Persebaya sedang membuka kemungkinan itu melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Setelah bertemu teman-teman suporter, kami punya misi bersama sebelum Persebaya (berusia) 100 tahun, Persebaya harus jadi klub yang benar-benar profesional, mandiri, dan IPO (initial public offering),” ungkap Azrul Ananda.

Pernyataan Azrul tentu saja melalui pertimbangan manajemen klub. Dia sendiri tercatat mulai mengelolah Persebaya sejak 2017. Jika merujuk pada pernyataannya, diperlukan enam tahun lagi untuk terlibat di IPO.

Sebab, Persebaya akan berusia 100 tahun pada tahun 2027. Artinya, mereka masih mungkin mempersiapkan diri menuju langkah penting dalam sejarah klub ini.

“Itu butuh tahapan yang jelas, tegas, dan konkret. Teman-teman sudah hafal, kami bukan tipe yang suka janji macam-macam,” imbuh Azrul.

Rencana yang dicanangkan oleh Persebaya Surabaya ini sudah bukan hal baru bagi klub sepak bola Indonesia. Sebelumnya, Bali United tercatat sebagai klub Indonesia pertama yang melantai di bursa saham pada 2019.

2 dari 3 halaman

Tak Banyak Bicara

Azrul Ananda
Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda. (Bola.com/Aditya Wany)

Sesuai dengan gaya manajemen Persebaya Surabaya, Azrul tidak ingin banyak bicara soal rencana dan program klub. Termasuk, upaya manajemen Persebaya dalam melakukan perekrutan pemain untuk Liga 1 2021.

“Saya kira teman-teman suporter pun paham bagaimana gaya kami bekerja. Kami tidak akan  banyak gembar-gembor, tidak banyak gaduh di bursa transfer. Saya kira dalam empat tahun terakhir sudah terlihat,” ujarnya.

“Kami pasti serius dalam pengembangan Persebaya ini. Setelah pandemi ini, bukan hanya memikirkan tahun ini, tapi juga memikirkan kami harus punya rencana 2-3 tahun ke depan,” tutur pria kelahiran Samarinda itu.   

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓