Performa 6 Pemain Timnas Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri: Wajib Bayar Tuntas Kepercayaan Shin Tae-yong

Oleh Gregah Nurikhsani pada 19 Mei 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 19 Mei 2021, 08:30 WIB
Elkan Baggot, Egy Maulana dan Syahrian Abimanyu
Elkan Baggot, Egy Maulana dan Syahrian Abimanyu. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memanggil 28 pemain untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta pada Mei 2021. Dari sekian nama, enam di antaranya berkarier di luar negeri.

Di antara pemain yang berkancah di luar negeri dan dipanggil Timnas Indonesia ialah Egy Maulana Vikri, Elkan Baggott, dan Witan Sulaeman.

Ketiganya tidak bisa bergabung tepat waktu dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia. Pasalnya, Egy Maulana Vikri, Elkan Baggott, dan Witan Sulaeman masih dibutuhkan oleh timnya masing-masing.

Saat ini, Egy Maulana Vikri belum dilepas klub Polandia, Lechia Gdansk. Begitu pula Witan Sulaeman di Serbia bersama FK Radnik Surdulica. Elkan Baggott juga masih dibutuhkan Kings Lynn Town dan Ipswich Town U-18 di Inggris.

Pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta digelar pada 1-10 Mei 2021. Setelah itu, tim berjulukan Skuad Garuda ini akan terbang ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) untuk bersiap menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

"Egy Maulana Vikri, Elkan Baggott, dan Witan Sulaeman akan bergabung dengan Timnas Indonesia di Dubai," kata Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri kepada Bola.com, Rabu (5/5/2021).

"Saat ini, kami masih menunggu visa ke UEA keluar. Kami masih belum bisa memastikan apakah berangkat sebelum atau sesudah Lebaran," tutur Indra Sjafri.

Yanto Basan sebetulnya sempat dipanggil Timnas Indonesia. Namun karena dianggap mangkir dan sulit dihubungi, Shin Tae-yong kemudian mencoretnya.

Selain dari tiga nama tersebut, masih ada Asnawi Mangkualam, Ryuji Utomo, dan Syahrian Abimanyu. Bagaimana kans mereka masuk skema utama Shin Tae-yong di Timnas Indonesia?

2 dari 4 halaman

Elkan Baggott dan Persaingan di Lini Belakang

Elkan Baggott
Faktor komunikasi yang membuat Shin Tae-yong sempat ragu untuk memainkan Elkan Baggott di lini belakang Timnas Indonesia U-19. (dok. PSSI)

Nama Elkan Baggott mulai dikenal publik Indonesia setelah masuk daftar pemain Timnas Indonesia U-19 di Jakarta pada Juli 2020. Ketika itu, sang pemain dipilih langsung oleh pelatih Shin Tae-yong.

Menurut Shin Tae-yong, postur tubuh menjadi pertimbangan utama yang diambil saat memanggil Elkan Baggott. Maklum, pemain blasteran Inggris itu punya postur tubuh 194 cm, ideal untuk bek tengah.

"Elkan memiliki postur tubuh yang tinggi. Itulah mengapa saya memilih dia. Ini masih latihan perdana. Saya belum bisa melihat kemampuan para pemain yang sebenarnya," kata Shin Tae-yong ketika itu.

Selama berkarier di Liga Inggris, Elkan Baggott telah bermain sebanyak 12 kali dan melesakkan satu gol. Ini jadi modal bagus buat bek kelahiran Thailand itu menembus skuad Shin Tae-yong.

Bila mengacu formasi 4-4-2 yang biasa digunakan Shin Tae-yong, Herman Kadiaman, pengamat sepak bola Makassar, menilai persaingan di posisi stoper terbilang ketat. Ada tiga pemain klub luar negeri yang dipanggil Timnas Indonesia, yakni Ryuji Utomo, dan Elkan Baggott. Mereka harus bersaing memperebutkan dua slot bek tengah.

"Ryuji punya power dan kuat dalam duel satu lawan satu. Sedangkan Elkan bagus dalam membawa arah bola. Keduanya juga tangguh dalam duel bola atas," terang Herman, pengamat sepak bola Makassar, seraya menunjuk Asnawi Mangkualam sebagai pemain utama di posisi bek sayap kanan.

Sementara itu, Ryuji Utomo musim ini bermain sebanyak delapan kali dari 13 laga yang dimainkan Penang FC. Tidak ada gol dan assist yang didapatnya, melainkan dua kartu kuning yang telah dikantonginya.

Selain Ryuji dan Elkan, ada Asnawi Mangkualam yang berperan sebagai bek kanan. Belakangan dirinya sering dimainkan sebagai sayap kanan dalam formasi 3-5-2. Itu artinya, Asnawi memiliki gaya bermain menyerang yang cukup baik.

Asnawi telah memainkan lima pertandingan musim ini bersama Ansan Greeners, klub yang berkompetisi di K-League 2, turnamen kasta kedua sepak bola Korea Selatan. Ia absen pada empat laga pembuka musim ini karena menjalani karantina dan harus meningkatkanmatch sharpness.

Dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu imbang mewarnai perjalanan Asnawi di sana. Satu assist ia sumbangkan dari lima pertandingan yang diikutinya.

3 dari 4 halaman

Berebut Starting Line Up di Lini Tengah

Indonesia U-22 vs Iran U-23
Gelandang Timnas Indonesia U-22, Egy Maulana Vikri, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Iran U-23 pada laga uji coba internasional di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (16/11). Indonesia menang 2-1 atas Iran. (Bola.com/Yoppy Renato)

Lini tengah tak kalah ketat. Egy Maulana Vikri, Syahrian Abimanyu, dan Witan Sulaeman agaknya harus bersaing keras demi menemani Evan Dimas. Jika Shin tae-yong memainkan formasi 4-3-3, Egy dan Witan mungkin akan dimainkan sebagai penyerang sayap.

Shin Tae-yong dikenal suka dengan pakem 4-4-2. Jika demikian, maka ketiga pemain ini bakal sulit menembus starting line-up.

Kalau pun Egy kalah bersaing dengan Osvaldo, gelandang Lechia Gdansk ini bisa diplot sebagai second striker karena dinilai punya insting tinggi untuk mencetak gol. Apalagi deretan nama-nama striker yang dipanggil kebanyakan bertipe petarung, yakni Dendi Sulistyawan dari Bhayangkara Solo FC, Saddam Emiruddin dari PSS Sleman, Muhammad Rafli dan Kushedya Hari Yudo dari Arema FC.

Jika diplot sebagai second striker, Egy Maulana Vikri akan bersaing dengan pemain muda Persija Jakarta, Braif Fatari, yang juga menjadi pilihan reguler Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-19.

Egy Maulana Vikri, dilansir dari Transfermarkt, empat kali gagal masuk susunan pemain. Hanya saja, dari 30 pertandingan yang dilakoni Lechia Gdansk musim ini, ia baru bermain tujuh kali, sisanya hanya menghiasi bangku cadangan.

Pemain berkaki kidal itu juga tak pernah lebih dari 28 menit tampil di atas lapangan tiap kali dimainkan. Tak ada gol maupun assist yang ia lesakkan sepanjang musim ini.

Witan Sulaeman tak lebih baik. Pemain FK Radnic Surdulica itu baru dua kali tampil dan lebih sering menghabiskan waktunya di bench cadangan.

Sedangkan Syahrian Abimanyu hanya tiga kali bermain dan total delapan menit saja ia merasakan kerasnya kompetisi Liga Australia bersama Newcastle Jets.

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓