Menakar Peluang Gelandang Timnas Indonesia Tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2022: Shin Tae-yong Punya Kriteria Tersendiri

Oleh Abdi Satria pada 21 Mei 2021, 08:15 WIB
Diperbarui 21 Mei 2021, 08:15 WIB
Evan Dimas, Syahrian Abimanyu dan Adam Alis
Evan Dimas, Syahrian Abimanyu dan Adam Alis. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Makassar - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memilih 28 pemain yang dipersiapkan menghadapi dua laga uji coba dan tiga partai tersisa di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Para pemain terpilih tersebut telah tiba di Uni Emirat Arab untuk melanjutkan persiapan.

Dalam laga uji coba, Tim Garuda bakal menjajal kekuatan Afghanistan pada 25 Mei dan Oman pada 29 Mei 2021. Setelah itu, Timnas Indonesia yang berstatus juru kunci di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia bakal menghadapi Thailand pada 3 Juni, Vietnam pada 7 Juni, dan Uni Emirat Arab pada 11 Juni 2021.

Dari 28 pemain terpilih, enam pemain di antaranya berposisi sebagai gelandang tengah, yaitu Syahrian Abimanyu, Genta Alparedo, Kadek Agung, Ady Setiawan, Evan Dimas, dan Adam Alis. Bahkan nama terakhir kerap bisa beroperasi dalam dua sisi sayap permainan.

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago, ketika dihubungi Bola.com, Kamis (20/5/2021), mengungkapkan Shin Tae-yong, sebagai sosok yang paling bertanggung jawab terhadap penampilan dan prestasi, sudah tentu memiliki kriteria tersendiri dalam menentukan pemain pilihannya, bukan semata statuts atau kualitas pemain, tapi juga aspek lain, seperti mental, motivasi, dan jiwa nasionalisme.

"Coach Shin Tae-yong juga tentu memilih pemain yang bisa memahami dan beradaptasi dengan strategi yang ingin diterapkan di Timnas Indonesia," ujar Jacksen.

 

2 dari 9 halaman

Deretan Gelandang yang Dibawa Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong
Pelatih Timnas Indonesia: Shin Tae-yong. (Bola.com/Dody Iryawan)

Dari enam pemain tersebut, Evan Dimas menjadi pemain yang paling sering mendapatkan panggilan Timnas Indonesia di setiap era pelatih yang berbeda. Bagi Jacksen, Evan Dimas memang layak mendapatkan satu tempat di skuat Garuda.

"Selain teknik dan skill yang bagus, Evan Dimas juga memiliki jam terbang yang terbilang lumayan di level klub dan Timnas Indonesia. Tapi, modal itu bukan menjadi jaminan bagi Evan untuk menjadi pemain inti dalam pertandingan Timnas Indonesia nanti. Semua kembali kepada strategi pelatih dan kondisi akhir. Intinya, semua pemain punya peluang yang sama," ujar Jacksen Tiago.

Hal itu termasuk untuk pemain yang bakal menjalani debut bersama Timnas Indonesia, Ady Setiawan. Jacksen secara khusus memuji kualitas gelandang Persebaya Surabaya yang dinilainya memiliki potensi menjadi pemain papan atas di Indonesia itu. Jacksen mengaku pernah memberikan masukan pribadi kepada Ady.

"Saya bilang ke dia, kamu akan menjadi pemain hebat kalau bisa mengalahkan diri sendiri, terutama masalah mental dan mengurangi aktivitas media sosial. Saya melihat Ady sudah berkembang baik. Terus terang saya pernah ingin membawanya ke Persipura sebelum dia bergabung bersama Persela Lamongan," ujar Jacksen yang pernah menangani sang pemain di Barito Putera.

Jacksen pun tidak menafikan peluang Adam Alis, seorang pemain yang pernah merasakan atmosfer Liga Utama Bahrain. Bahkan Adam Alis sempat menjadi andalan dalam dua laga uji coba Timnas Indonesia di Jakarta, ketika menghadapi Persikabo 1973 dan Bali United.

"Saya pernah membaca berita Shin Tae-yong yang pernah memuji sikap dan penampilan Adam di lapangan hijau serta meminta pemain lain menjadikannya role model," tegas Jacksen.

Namun, Jacksen Tiago kembali menegaskan soal peluang keenam gelandang itu untuk mendapatkan menit bermain, tergantung keputusan serta wewenang Shin Tae-yong yang tentu lebih intens mengamati perkembangan pemainnya dalam latihan.

Berikut ulasan singkat enam gelandang Timnas Indonesia versi Bola.com:

 

3 dari 9 halaman

Evan Dimas

ASEAN - Evan Dimas
ASEAN - Evan Dimas (Bola.com/Adreanus Titus)

Evan Dimas secara reguler menjadi langganan skuad Garuda setelah membawa Timnas Indonesia U-19 meraih trofi juara Piala AFF U-19 2013. Kelebihan yang menonjol dari pemain kelahiran 13 Maret 1995 ini adalah akurasi umpan serta piawai mengatur irama permainan tim.

Gelandang Bhayangkara Solo FC ini juga jeli mencari ruang kosong di daerah pertahanan lawan sekaligus mengintip peluang mencetak gol.

Ketika bermain di level klub, Evan pernah menjadi bagian Bhayangkara FC ketika meraih trofi juara Liga 1 2017. Bersama Timnas Indonesia U-22, Evan meraih medali perunggu di Sea Games 2017 dan perak di SEA Games 2019. Sementara di level Timnas Indonesia senior, Evan membawa skuad Garuda menembus final Piala AFF 2016.

 

4 dari 9 halaman

Syahrian Abimanyu

Indonesia Vs China
Gelandang Timnas Indonesia, Syahrian Abimanyu, saat melawan China pada laga PSSI 88th U-19 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Selasa (25/9/2018). Indonesia kalah 0-3 dari China. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Tipikal permainan Syahrian Abimanyu hampir sama dengan Evan Dimas. Gelandang yang pernah berguru di klub Spanyol, Levante, ini jadi bagian skuad Timnas Indonesia U-22 yang meraih medali perak di Sea Games 2019 Filipina.

Sebelumnya, Syahrian menjadi pilar Timnas Indonesia U-16 dan U-19 dalam berbagai ajang. Pada 2018, pemain kelahiran 25 April 1999 itu sudah merasakan atmosfer Liga 1 2018 bersama Sriwijaya FC dan setahun berikutnya berkostum Madura United.

Akhir Desember 2020, klub elit Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT) mengumumkan telah menjadikan Syahrian sebagai aset masa depan mereka. Tak lama kemudian, JDT meminjamkan Syahrian ke klub Australia, Newcastle Jets sampai Juni 2021.

 

5 dari 9 halaman

Kadek Agung

FOTO: 4 Pemain Timnas yang Badabest saat Melawan Tira Persikabo
Kadek Agung juga menjadi pemain yang beberapa kali menjadi eksekutor bola mati, selain Adam Alis, ketika Timnas Indonesia mendapat kesempatan dari tendangan bebas atau sepak pojok. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Permainan simpel serta spartan Kadek Agung membuat Shin Tae-yong memasukkan namanya dalam daftar skuad pilihannya di Timnas Indonesia kali ini.

Meski tak selalu menjadi pemain starter di timnya, Bali United, gelandang kelahiran 25 Juni 1998 tetap punya potensi untuk bersaing mendapatkan menit bermain dari Shin Tae-yong.

Kalau bicara di level klub, pencapaian terbaik Kadek adalah membawa Bali United meraih trofi juara Liga 1 2019. Sejak bergabung di Bali United sejak 2018, Kadek tercatat baru 18 kali tampil dengan koleksi satu gol di pentas Liga 1.

 

6 dari 9 halaman

Genta Alfredo

FOTO: Intip Latihan Pasukan Garuda Muda Asuhan Shin Tae-yong
Pemain Timnas Indonesia, Osvaldo Haay (kiri) berebut bola dengan Genta Alfredo, saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (11/5/2021). Latihan tersebut untuk persiapan jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Nama Genta mencuri perhatian ketika namanya masuk dalam daftar panggil Shin Tae-yong. Pasalnya, ia berasal dari klub Liga 2, Semen Padang, yang tidak tampil di Piala Menpora 2021.

Tapi, Shin Tae-yong tentu punya kriteria tersendiri hingga memutuskan memanggil Genta yang tampil apik bersama Semen Padang di Elite Pro Academy Liga 1 U-18 2019.

Apalagi, Shin Tae-yong sudah mengamati penampilan pria kelahiran 7 Oktober 2001 secara langsung ketika menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 beberapa waktu lalu.

 

7 dari 9 halaman

Ady Setiawan

5 Potret Ady Setiawan saat Latihan Bersama Timnas, Gelandang Persebaya
5 Potret Ady Setiawan saat Latihan Bersama Timnas, Gelandang Persebaya (sumber: Instagram/23adysetiawan)

Petarung dan spartan serta kerap mencetak gol buat tim yang dibelanya menjadi modal Ady Setiawan menarik perhatian Shin Tae-yong untuk masuk dalam skuad Timnas Indonesia.

Pria kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, 10 September 1994, ini berkarier dari level paling bawah dengan memperkuat tim Porda Makassar pada 2014. Setahun kemudian ia direkrut klub Liga 2, Martapura FC, yang kini berganti nama jadi Dewa United.

Tampil apik bersama Martapura, nama Ady masuk dalam daftar tim sepak bola Sulawesi Selatan di PON 2016 dan berhasil meraih medali perak. Ady mulai merasakan atmosfer Liga 1 setelah Barito Putera merekrutnya jelang Liga 1 2018

Selepas dari Barito, Ady hengkang ke Persela Lamongan. Terakhir pada musim 2020, Ady jadi bagian dari Persebaya.

 

8 dari 9 halaman

Adam Alis

Laga Uji Coba Timnas Indonesia melawan Tira Persikabo
Gelandang Timnas Indonesia U-23, Adam Alis berusaha menjebol gawang Tira Persikabo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

 

Adam Alis menjadi pemain paling tua di posisi gelandang tengah di skuad Timnas Indonesia saat ini. Pengalaman pemain kelahiran Jakarta, 19 Desember 1993, ini di level klub terbilang berwarna.

Sebelum memperkuat Bhayangkara Solo FC, Adam pernah menjadi bagian dari Persija Jakarta, Arema FC, Sriwijaya, Barito Putera serta klub Liga 1 Bahrain, East Riffa.

Kelebihan yang menonjol dari Adam adalah mobilitasnya yang tinggi. Itulah mengapa, selain berposisi sebagai gelandang tengah, Adam juga kerap berkeliaran di dua sisi sayap atau berdiri dibelakang striker.

9 dari 9 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓