Cerita Bani Maryanto, Merawat Cinta PSIS Lewat Koleksi Jersey dan Mimpi Mendirikan Museum

Oleh Abdi Satria pada 10 Jun 2021, 09:45 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 09:45 WIB
Bani Maryanto, PSIS Semarang
Bani Maryanto, fans fanatik PSIS Semarang ketika memperlihatkan koleksinya dalam channel youtube Omah Balbalan. (Bola.com/Abdi Satria)

Bola.com, Makassar - Bagi seorang suporter sepak bola banyak cara untuk memperlihatkan rasa cinta, militansi, dan totalitas dalam mendukung tim kesayangan. Satu di antaranya adalah mengoleksi jersey yang dikenakan oleh pemain saat bertanding. Seperti yang dilakukan Bani Maryanto, suporter fanatik PSIS Semarang yang tidak hanya punya satu atau belasan, tapi mencapai ratusan jersey yang dikoleksinya.

Tentu tidak mudah bagi Bani mengumpulkan ratusan jersey itu. Selain mendapatkan langsung dari pemain PSIS Semarang, ia juga harus berburu informasi untuk mendapatkan jersey yang diincarnya dari sesama suporter atau kolektor.

Apalagi mayoritas klub di periode awal Liga Indonesia tidak ada yang memproduksi jersey dalam jumlah banyak untuk dijual bebas.

"Malah ada klub yang tetpa memakai jersey yang dipakai pada musim sebelumnya seraya menunggu suplai dari operator Liga Indonesia," ujar Bani dalam channel youtube Omah Balbalan.

Alhasil jangankan suporter, para pemain juga kadang tidak menyimpan jersey yang dikenakannya sendiri saat membela klubnya. Jadi, untuk mendapatkan jersey itu, bukan lagi sekadar bermodalkan uang, tapi juga butuh pendekatan khusus untuk merayu sang pemilik agar melepasnya. Itulah mengapa, Bani tetap menjalin komunikasi dengan para pemilik awal sambil mengabarkan jersey mereka tetap dirawat.

Belakangan setelah namanya mulai dikenal sebagai kolektor jersey, Bani malah kerap dihubungi oleh suporter yang ingin melepas jersey miliknya.

"Harganya variatif tergantung kondisi dan sejarah jersey itu. Malah, pernah pada satu momen, saya harus mengeluarkan dana sampai puluhan juta rupiah untuk membeli beberapa jersey yang ditawarkan. Terpaksa harus merogoh uang tabungan atau melepas jersey milik saya yang kebetulan dobel," terang fans fanatik PSIS Semarang itu.

2 dari 3 halaman

Mimpi Mendirikan Museum

Bani Maryanto, PSIS Semarang
Bani Maryanto, fans fanatik PSIS Semarang ketika berbincang mengenai koleksi jersey miliknya dalam channel youtube Omah Balbalan. (Bola.com/Abdi Satria)

Menurut Bani, ia mulai fokus mengoleksi jersey PSIS Semarang pada 2012. Sebelumnya, ia juga mengoleksi jersey berbagai klub di Liga Indonesia, bahkan Timnas Indonesia. Sebagai suporter fanatik PSIS, ia kemudian berpikir untuk mengumpulkan jersey tim kesayangannya itu sebagai striker PSIS musim 2012, Vitor Borges, menghadiahi jersey yang dikenakannya ke Bani.

Selain jersey, Bani juga beruntung mendapatkan langsung medali juara ketika PSIS meraih trofi Liga Indonesia 1998/1999 setelah menang atas Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 pada final yang berlangsung di Stadion Klabat. Ia mendapatkan medali dari Susanto, pemain PSIS musim itu.

"Tentu butuh pendekatan khusus untuk mendapatkannya karena nilainya bersejarah. Tapi, saya masih merasa kurang lengkap karena belum memiliki jersey musim 1997/1998 yang kompetisinya terhenti karena situasi politik dan ekonomi Indonesia sedang krisis. Semoga saya bisa mendapatkan jersey itu," ungkap Bani.

Meski beruntung bisa mengoleksi ratusan jersey PSIS, Bani mengaku tidak ingin menikmatinya sendiri. Ia pun bermimpi mendirikan museum berbau PSIS yang memiliki dana yang cukup. Apalagi mayoritas klub-klub di Indonesia memang tidak menyimpan koleksi jersey tim pada setiap musim.

"Dulu semua tim eks Perserikatan masih dikelola pemerintah daerah setempat. Alhasil, pengurusnya selalu berganti tergantung siapa kepala daerahnya. Mungkin dengan kondisi itu, belum ada yang memikirkan untuk menyimpan jersey," kata Bani.

 

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓