Angka COVID-19 di Surabaya Meningkat, Persebaya Menggelar Latihan Tertutup

Oleh Aditya Wany pada 14 Jun 2021, 18:15 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 18:15 WIB
Jose Wilkson
Pemain asing Persebaya Surabaya, Jose Wilkson. (Dok. Persebaya)

Bola.com, Jakarta Manajemen Persebaya Surabaya membuat kebijakan baru terkait latihan tim yang digelar secara kolektif. Tim berjulukan Bajul Ijo itu akan menggelar latihan secara tertutup dari awak media dan penonton.

Kebijakan ini diambil setelah kabar semakin meningkatnya angka kasus positif COVID-19 di Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Persebaya perlu memastikan melindungi seluruh pihak dalam tim dengan situasi ini.

“Selamat siang, Rekan-Rekan Media. Mempertimbangkan kondisi pandemi COVID-19 yang menunjukkan tren kenaikan di daerah Surabaya dan sekitarnya, serta masukan dari berbagai pihak, baik dari internal tim dan eksternal tim.”

“Dengan ini kami sampaikan latihan Persebaya Surabaya ke depan akan digelar secara tertutup baik untuk penonton maupun media,” kata Angkasa Danu, media officer Persebaya, dalam rilisnya kepada awak media, Senin (14/6/2021) siang.

Kondisi Surabaya masih belum membaik dengan kabarnya meningkatnya angka kasus positif COVID-19. Bahkan, sebanyak 10 anggota DPRD Kota Surabaya dikabarkan telah terpapar virus asal Wuhan, China , tersebut sejak pekan lalu.

2 dari 3 halaman

Waspada

Aji Santoso
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Kondisi serupa terjadi di RS Lapangan Indrapura (RSLI) yang selama ini menjadi tempat perawatan pasien COVID-19 di Surabaya. Per Minggu (13/6/2021), tercatat sebanyak 328 pasien COVID-19 dirawat di RS tersebut. Pihak RSLI menyebutkan bahwa mereka memerlukan tambahan tenaga medis untuk mengatasi ini.

Jembatan Suramadu, yang menghubungkan Surabaya dan Madura, juga sempat menjadi perbatasan tempat penyekatan warga yang melakukan mobilitas. Hal ini dikarenakan angka positif COVID-19 yang sempat meningkat di Kabupaten Bangkalan.

Hasilnya, ratusan orang yang melintasi jembatan tersebut positif terpapar COVID-19 setelah menjalani tes antigen. Mobilitas warga di sekitar ibukota Provinsi Jawa Timur itu diduga menjadi alasan kembali meningkatnya angka kasus ini.

Kebijakan membatasi latihan tim ini sebenarnya tidak hanya diambil oleh manajemen Persebaya Surabaya. Sebelumnya, Bali United juga melakukan hal serupa sampai sekarang dengan melarang akses masuk awak media demi menjaga skuatnya.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓