Kombinasi 3 Pemain Tua-Muda, Tulang Punggung Persela di Liga 1 2021 2022

Oleh Wahyu Pratama pada 16 Jun 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 21:24 WIB
Persela Lamongan - M Zaenuri, Ahmad Bustomi, Dwi Kuswanto
Persela Lamongan - M Zaenuri, Ahmad Bustomi, Dwi Kuswanto (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Lamogan - Persela Lamongan tampak adem ayem jelang bergulirnya Liga 1 2021/2022. Sejauh ini, mereka baru mengumumkan 16 pemain lokal yang bakal memperkuat Laskar Joko Tingkir musim ini.

Untuk urusan pemain asing, manajemen Persela Lamongan terkesan menutup-nutupi rekrutan barunya. Hanya Ivan Carlos yang disebutkan sudah sepakat kembali ke Stadion Surajaya, homebase Persela.

Persela terkenal memiliki magis yang kuat meski tanpa kehadiran pemain bintang. Mereka mampu bertahan hingga 18 tahun lamanya di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air. Tim yang berdiri sejak 1967 tersebut, lebih terkenal sebagai tim pengorbit calon bintang.

Mulai dari era Gustavo Lopes hingga Saddil Ramdani, tak terhitung berapa banyak pemain yang menjadikan Persela sebagai pijakan kariernya. Persela juga dikenal sebagai tempat para pemain lawas mengembalikan perfoma terbaiknya.

Samsul Arif Munip salah satunya, dirinya kembali moncer setelah menjadi top scorer Persela pada 2017. Kombinasi inilah yang mungkin bakal diteruskan pelatih Iwan Setiawan musim ini.

Deretan pemain muda ditambah pengalaman para pemain senior bisa jadi kekuatan tersembunyi mereka. Siapa saja yang bakal jadi pemain kunci Persela Lamongan musim ini?

 

2 dari 5 halaman

1. M. Zaenuri

Persebaya Surabaya vs Persela Lamongan
Bek Persela Lamongan, Mochammad Zaenuri (kanan) menghadang laju striker Persebaya Surabaya, Rifaldi Bawuo dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (3/4/2021). Persela bermain imbang 0-0 dengan Persebaya. (Bola.com/I

Palang pintu tangguh asal Bojonegoro tersebut pernah sangat berjaya saat membela Perseru Serui pada 2017. Panggilan Timnas Indonesia untuk menjalani pemusatan latihan (TC) untuk SEA Games 2017 bahkan sempat mampir.

Namun, kepindahannya ke Arema FC setahun berselang membuat kariernya tenggelam. Hengkang ke Persela pada putaran kedua menjadi langkah yang diambilnya untuk menyelamatkan kariernya. Sempat terpinggirkan, M. Zaenuri mulai mendapat tempat sejak peralihan kepelatihan dari tangan Aji Santoso ke Nil Maizar.

Sejak saat itu, dirinya terus menjadi andalan Persela. Pemain berusia 26 tahun tersebut identik dengan penampilan lugas dan tak kenal kompromi di pertahanan. Satu tempat di lini belakang akan menjadi miliknya musim ini.

 

3 dari 5 halaman

2. Ahmad Bustomi

Ahmad Bustomi
Ahmad Bustomi saat debut dengan Persela di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (11/2/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pemain berusia 35 tahun tersebut sempat dianggap habis setelah mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL) pada 2018 kala memperkuat Mitra Kukar. Selepas naik meja operasi, dirinya harus menjalani masa pemulihan cukup lama.

Sampai akhirnya Persela meminangnya pada awal musim 2020. Performanya sempat diragukan, tetapi perlahan kebugarannya membaik dengan vakumnya kompetisi selama setahun.

Terkini, Bustomi memberikan contoh kepada para pemain muda dalam tes Vo2Max yang digelar awal pekan ini. Bustomi berhasil bertahan selama delapan putaran dan hanya tiga pemain muda yang bisa menggungguli pencapaiannya.

Bustomi dikenal sebagai gelandang dengan visi mumpuni di masa jayanya. Bekal penempatan posisi di lini tengah dan distribusi bola ke seluruh penjuru lapangan, bakal sangat diharapkan Persela musim ini.

 

4 dari 5 halaman

3. Dwi Kuswanto

FOTO: Gol Andri Ibo Bawa Persik Kediri Imbangi Persela Lamongan 2-2 - Antoni Putro Nugroho; Moch Zaenuri; Dwi Kuswanto
Striker Persik Kediri, Antoni Putro Nugroho (tengah) mengontrol bola dibayangi bek Persela Lamongan, Moch Zaenuri (kiri) dan Dwi Kuswanto dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (7/4/2021). Persik bermain imbang 2-2 dengan Persela. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Kiper senior asal Sidoarjo, Dwi Kuswanto memiliki karier panjang di persepakbolaan Tanah Air. Sejak mencuat bersama Persibo Bojonegoro, ia terus menampilkan performa cemerlang di bawah mistar.

Persela lantas mengajaknya bergabung pada turnamen jangka panjang bertajuk Indonesia Soccer Championship (ISC) A selepas pembekuan Indonesia dicabut oleh FIFA.

Tampil moncer, Dwi Kuswanto memilih hengkang ke Arema FC pada awal musim 2017. Tetapi kepindahan itu mungkin bakal disesalinya karena hanya menjadi cadangan mati bagi Kurnia Meiga.

Dwi Kus, sapaan akrabnya, memilih balik kucing ke Persela semusim berselang. Penampilannya kali ini semakin matang apalagi ditunjang para bek tangguh seperti Wallace Costa, M. Zaenuri hingga Arif Satria.

Tetapi setelah dua musim dirinya kembali berpisah dengan memilih memperkuat Tira Persikabo pada musim 2020.Takdir lantas mempertemukan kembali keduanya pada Piala Menpora 2021. Tak heran bila dirinya dianggap suksesor tepat dari legenda kiper Persela, Choirul Huda. 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓