Menakar Kekuatan Persebaya di Liga 1: Debut 4 Pemain Asing dalam Racikan Aji Santoso

Oleh Wahyu Pratama pada 17 Jun 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 12:30 WIB
Persebaya Surabaya
Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Surabaya - Kedatangan Bruno Moreira memastikan aktivitas transfer Persebaya Surabaya berakhir. Pemain asal Brasil tersebut menjadi pemain asing keempat sekaligus menjadi kepingan terakhir yang dibutuhkan jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2021.

Menjadi menarik karena klub berjulukan Green Force itu menerapkan kebijakan transfer yang baru untuk musim ini. Dari empat pemain asing yang direkrut Persebaya Surabaya, tak ada satupun yang melebihi usia 30 tahun.

Walaupun terhitung berisiko mengingat keempatnya merupakan debutan di Indonesia, pemain-pemain tersebut bakal memberi keuntungan bagi Persebaya di masa depan jika mampu beradaptasi dengan kultur sepak bola Indonesia.

"Mereka masih dalam kondisi puncak dan seumpama mereka bermain bagus musim ini tentu sudah enak. Kami tak perlu cari pemain asing lagi, tinggal meneruskan. Itu tujuan saya kenapa mencari pemain asing yang usianya di bawah 30 tahun," bebernya.

Persebaya hanya mengandalkan pemain lokal saat tampil di Piala Menpora 2021. Beberapa nama yang direkrut seperti Ady Setiawan, Satria Tama hingga Samsul Arif memberikan warna baru bagi permainan tim.

Praktis dengan tambahan pemain asing ini, kekuatan Persebaya bakal semakin komplit untuk mengarungi kompetisi musim ini. Sementara itu, Persebaya hanya menambah striker gaek Johan Yoga pasca turnamen pramusim tersebut sebagai pelapis bagi Jose Wilkson maupun Samsul Arif.

Dengan berakhirnya perburuan pemain, konsentrasi kini beralih kepada bagaimana Aji Santoso merancang skema bermain yang tepat. Lantas seperti apa skema ideal yang bakal digunakan Persebaya Surabaya musim ini?

2 dari 6 halaman

Variasi Formasi Favorit Aji Santoso

Aji Santoso
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Di atas kertas, Aji Santoso kemungkinan besar akan menggunakan formasi favoritnya 4-3-3. Dengan banyaknya winger lincah seperti M. Supriadi, Oktafianus Fernando, bahkan Samsul Arif dan Taisei Marukawa yang bisa ditempatkan agak melebar, tentu ini bakal jadi pakem yang tepat.

Namun pada dasarnya, model dari skema tersebut bisa berubah khusunya di lini tengah. Untuk posisi holding midfielder misalnya, mantan pelatih Persela Lamongan tersebut bisa menempatkan satu pemain saja atau dua pemain sekaligus tergantung lawan yang dihadapi.

Selain itu, formasi yang mungkin digunakan Persebaya yakni 4-2-3-1. Tentu hal ini bakal mereduksi serangan Persebaya, tetapi dalam strategi defense-counter hal ini mungkin akan sangat berbahaya jika para pemain bisa memanfaatkan lubang di belakang pertahanan lawan.

Skema-skema di atas pada praktiknya bakal sangat menyesuaikan dengan situasi yang ada di lapangan. Bisa jadi, pergantian pemain memberikan pengaruh terhadap formasi yang dimainkan.

Keberadaan Rendi Irwan yang begitu cair di lapangan juga bakal jadi faktor lain bagi Persebaya. Walaupun sulit mendapatkan kesempatan bermain selama 90 menit, penampilannya yang hanya sebentar sanggup mengubah arah pertandingan.

Setelah mengulas skema yang akan digunakan, tentu tak lengkap bila tak membahas rupa starter ideal Persebaya musim ini. Siapa saja yang memiliki kemungkinan besar tampil di setiap posisi? Scroll ke bawah untuk menyimak ulasannya.

3 dari 6 halaman

Lini Pertahanan

Persebaya Surabaya
Pemain baru Persebaya, Alie Sesay. (Bola.com/Aditya Wany)
  • Penjaga Gawang

Satria Tama sepertinya telah mengunci posisi utama berkat penampilan apiknya selama Piala Menpora 2021 lalu. Walaupun kebobolan lima gol dalam empat penampilan, di mana tiga gol di antaranya saat melawan Persib Bandung di babak perempatfinal, aksi-aksinya di bawah mistar gawang membantu Persebaya tak kebobolan lebih banyak gol.

Apalagi, pria asal Sidoarjo ini merupakan pemain tertua di posisinya (24 tahun). Tentu dirinya bakal jadi mentor yang tepat bagi Ernando Ari Sutaryadi (19 tahun) dan Andhika Ramadhani (22 tahun).

Satu hal yang bisa membuat motivasinya meningkat tentu panggilan tim nasional. Setelah membantu Indonesia menjuarai Piala AFF U-22 2019 lalu, dirinya belum lagi dilirik oleh pelatih timnas Indonesia saat ini, Shin Tae-yong.

  • Bek Tengah

Satu nama tentu bakal diberikan Aji Santoso kepada bek asing Alie Sesay yang didatangkan Persebaya untuk menambah kekuatan di pertahanan. Dengan postur nyaris dua meter, jebolan Leicester City akan sangat diandalkan dalam menyapu serangan udara lawan.

Yang jadi pertanyaan, siapa yang bakal menjadi partner sehati Alie di jantung pertahanan? Persebaya memiliki banyak stok pemain berkualitas di posisi ini mulai Rizky Ridho, Arif Satria, Rachmat Irianto, hingga M. Syaifuddin.

Namun, sepertinya nama pertama yang bakal jadi tandem ideal untuk Alie. Sebagai pemain termuda di posisi ini, kecepatan Rizky Ridho akan sangat diandalkan dalam menghentikan bola-bola daerah.

  • Bek Sayap

Kehadiran Reva Adi Utama sepertinya tak akan menggangu tempat M. Alwi Slamat di pos bek kiri. Meskipun bukan bek sayap murni, keterampilannya saat membawa bola terlalu sayang untuk ditempatkan di bangku cadangan.

Dalam beberapa pertandingan, justru Alwi mampu memberikan perbedaan meskipun ditempatkan bukan di posisi aslinya. Frank Rikhard Sotoy bakal menjadi pelapis bagi keduanya.

Sementara untuk posisi bek kanan, Koko Ari Araya tentu bakal dikedepankan untuk menjadi starter. Namun, rentetan cedera yang dialaminya saat berada di pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia beberapa waktu lalu membuat peluangnya untuk tampil bakal mengecil.

Sepeninggal Abu Rizal Maulana, Persebaya hanya mendatangkan pemain muda bernama Arizky Wahyu di pos ini. M. Syaifuddin yang beberapa kali bermain di posisi bek kanan, sepertinya bakal kembali menempati sektor ini untuk sementara waktu.

4 dari 6 halaman

Lini Tengah

Gelandang anyar Persebaya Surabaya, Bruno Moreira.
Gelandang anyar Persebaya Surabaya, Bruno Moreira. (dok. Persebaya)
  • Gelandang Bertahan

Aji Santoso kerap menggunakan dua gelandang bertahan sekaligus dalam skema tiga gelandangnya. Beberapa pemain memang bergantian mengisi posisi ini selama Piala Menpora lalu.

Tapi menilik performa Ady Setiawan sepanjang turnamen pramusim tersebut, pemain asal Bima tersebut tentu tak bisa dilewatkan begitu saja. Pemain yang sebelumnya membela Persela Lamongan dan Barito Putera tersebut mampu dengan cepat beradaptasi dan memberikan warna baru di lapangan tengah Persebaya.

Sementara satu nama bakal diperebutkan banyak pemain yang memiliki kemampuan seimbang. Namun, M. Hidayat bisa jadi kandidat yang pas untuk menemani rekannya di pos tersebut.Perannya sebagai ball-winning midfielder, bakal membantu Ady Setiawan yang lebih bertipe sebagai gelandang box-to-box. Kerja sama keduanya pernah dikedepankan Aji Santoso dalam tiga laga Piala Menpora.

M. Hambali Tholib, Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto bakal jadi pelapis maupun pengganti yang kuat, bila keduanya tak bisa tampil atau performanya tengah turun.

  • Gelandang Serang

Bruno Moreira bakal jadi pemain yang pas di posisi ini. Memiliki gaya permainan seperti Robertino Pugliara, dirinya merupakan pemain Persebyaa paling pas untuk mengisi ruang antarlini.

Tak hanya memiliki visi bermain yang apik, pergerakannya yang aduhai bisa memancing lawan untuk memberikan ruang bagi rekan-rekannya. Satu hal lain yang menjadi kelebihannya adalah tembakan placing jarak jauh yang akurat.

Dengan pelapis semacam Rendi Irwan hingga Marselino Ferdinan, posisi gelandang serang Persebaya sudah cukup kuat untuk mengurangi satu musim kompetisi.

5 dari 6 halaman

Lini Serang

Jose Wilkson dan Taisei Marukawa
Dua pemain Persebaya Surabaya, Jose Wilkson dan Taisei Marukawa. (Bola.com/Dok Persebaya)
  • Penyerang Sayap

Taisei Marukawa (sayap kiri) dan Samsul Arif Munip (sayap kanan) sepertinya akan menyegel tempat di sektor penyerang sayap. Dengan keduanya bukan seorang winger murni, lini serang Persebaya diharapkan bakal lebih cair.

Keduanya bisa bergantian memasuki kotak penalti saat penyerang utama menarik pemain belakang lawan keluar dari pertahanan. Baik Taisei maupun Samsul juga memiliki kemampuan membunuh yang mumpuni di muka gawang.

M. Supriadi, Oktafianus Fernando, dan Ruy Arianto bisa menjadi opsi jika keduanya tak mampu menembus pertahanan lawan.

  • Penyerang Tengah

Jose Wilkson dipastikan mengisi satu tempat tersisa di starter Persebaya musim ini. Penyerang yang memiliki tinggi hingga 1,9 meter tersebut akan memberikan warna baru bagi pola serangan Persebaya.

Tak hanya mengandakan ruang kosong di pertahanan lawan, postur tinggi besarnya bisa dimanfaatkan untuk menuntaskan umpan-umpan silang dari sektor sayap. Dirinya juga bisa diandalkan sebagai pemantul bola bagi pemain yang masuk dari second line.

Johan Yoga yang memiliki postur tak kalah tinggi, bisa jadi pelapis yang ideal untuknya. Selain itu, Samsul Arif Munip juga bisa dikembalikan ke posisi aslinya jika serangan menggunakan pemain bertubuh tinggi tak sanggup menggoyahkan pertahanan lawan.

6 dari 6 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
PT LIB Akan Gelar Liga 1 pada 20 Agustus 2021