Cerita Petualangan Aaron Evans, Bek Serbabisa PSS dari Australia yang Bertualang di Asia Tenggara

Oleh Abdi Satria pada 29 Jul 2021, 19:15 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 19:15 WIB
FOTO: Diwarnai 1 Kartu Merah dan 1 Tendangan Penalti, PSS Sleman Harus Puas Imbang 0-0 dengan Persela Lamongan - Aaron Evans; Dwi Kuswanto
Kiper Persela Lamongan, Dwi Kuswanto menatap pemain PSS Sleman, Aaron Evans yang akan menendang penalti dalam laga matchday ke-2 Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). PSS Sleman bermain imbang 0-0 dengan Persela Lamongan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Makassar - Aaron Evans termasuk pemain yang masih eksis berkiprah di pentas Liga 1. Sebelum berkarier di PSS Sleman, pria kelahiran Canberra, Australia ini pertama kali datang ke Indonesia dengan berkostum Barito Putera pada 2017.

Dua musim bersama klub Banjarmasin itu, Aaron Evans kemudian menerima tawaran manajemen PSM Makassar jelang musim 2019. Bersama Juku Eja, ia meraih trofi Piala Indonesia yang merupakan sukses pertama selama karier profesionalnya.

Selepas dari PSM, Evans kemudian berkostum PSS Sleman jelang Liga 1 2020. Sayang, Evans belum bisa berkontribusi optimal buat klub barunya itu menyusul keputusan PSSI membatalkan kompetisi karena izin dari kepolisian tak kunjung turun setelah mengalami penundaan gegara wabah pandemi COVID-19.

Terakhir di Piala Menpora 2021, bersama Evans, PSS bertengger di peringkat tiga Piala Menpora 2021.Bagi Evans, berkiprah di kompetisi Indonesia merupakan momentum yang harus dimanfaatkan optimal di usia emasnya sebagai pesepak bola.

Evans mengawali karier profesionalnya dengan membela klub kota kelahirannya, Canberra FC pada 2011. Ketika itu usianya belum genap 17 tahun. Di Canberra FC, Evans tampil pada 64 partai Liga Primer Australia dengan koleksi 10 gol.

Dari Canberra FC, Evan memulai petualangannya di luar Australia dengan berlabuh di klub Hongkong, Tai Po FC pada usia 19 tahun. Kemudian, ia berturut-turut berkostum Kamphaeng Phet FC (Thailand) dan Lanexang United FC (Laos) sebelum berkiprah di Indonesia.

"Saya mendapatkan banyak pengalaman setelah bermain di Hongkong, Thailand, Laos dan sekarang Indonesia. Bukan hanya di sepak bola tapi juga budaya, sosial dan makanan setempat," ujar Aaron Evans dalam channel youtube PSS TV.

 

2 dari 3 halaman

Keluarga Pecinta Sepak Bola

FOTO: Menang Tipis 1-0 atas Persik Kediri, PS Sleman Naik ke Posisi 2 Klasemen Sementara Grup C -Hariyanto S Panto; Aaron Michael Evans
Striker Persik Kediri, Hariyanto S Panto (kanan) dijaga ketat bek PS Sleman, Aaron Michael Evans dalam laga matchday ke-3 Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (1/4/2021). Persik Kediri kalah 0-1 dari PS Sleman. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Pada kesempatan itu, Evans menceritakan awal persentuhannya di sepak bola yang dimulai sejak ia masih kanak-kanak. Keluarga Evans yang berdarah Kroasia sangat menyukai sepak bola.

"Ayah dan kakak saya juga pesepak bola. Di rumah, kami sering berdiskusi soal sepak bola. Kami juga sama-sama jadi pendukung klub Inggris," kenang Evans.

Ayah Evans adalah pendukung militan Liverpool. Sedang kakak menyukai Manchester United, Evans sendiri adalah suporter Arsenal. Itulah mengapa Evans mengaku menyimpan impian suatu saat bisa berkiprah di Inggris.

"Memang tak mudah. Tapi, dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Yang penting fokus dan kerja keras," papar Evans yang juga berharap bisa berkostum tim nasional Australia.

Sejatinya, Evans sudah pernah merasakan pengalaman membawa nama negaranya itu, tapi level timnas pelajar. Pada Januari 2013, Evans bersama timnas pelajar Australia melakukan tur di Brasil dan Argentina.

Di kedua negara itu, Evans bersama timnya menghadapi Boca Junior, Botafogo dan Rosario FC. Pada laga kontra Rosario FC, Evans terpilih sebagai pemain terbaik.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
3 Gol Terbaik BRI Liga 1 Pekan Ketiga, Gol dari Pemain Persita Tangerang Nomor 1