Liga 1: Rekam Jejak Pemain Afrika di Persebaya, Alie Sesay Dibayangi Kegagalan

Oleh Wahyu Pratama pada 05 Agu 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 19:30 WIB
Persebaya Surabaya
Pemain baru Persebaya, Alie Sesay. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya merupakan satu di antara kekuatan tradisional di sepak bola nasional. Tak hanya mengandalkan pemain-pemain lokal berkualitas, beberapa pemain asing menjadi kunci permainan klub berjuluk Green Force tersebut.

Sejak pertama kali pemain asing diperbolehkan bermain di Indonesia pada 1995, beberapa legiun asing memang mempunyai tempat di hati Bonek, loyalis Persebaya.

Namun dari puluhan pemain yang datang, sangat sulit menyebut pemain asal Afrika yang benar-benar sukses di Surabaya.

Gerbong kedatangan pemain asal Benua Hitam ini pertama kali terjadi pada Liga Indonesia 1998-1999. Tak tanggung-tanggung, tiga pemain asal Benua Hitam direkrut Bajul Ijo, yakni Joseph Lewano (Kamerun), Ali Shaha (Burkina Faso), dan Musa Kallon (Sierra-Leone).

Nama terakhir bisa dibilang pemain Afrika paling sukses yang pernah membela Persebaya. Berkat ketajamannya di depan gawang lawan, Persebaya diantar ke final Divisi Utama. Sayang di partai puncak mereka harus takluk dari PSIS Semarang.

Setelah era ketiga pemain itu sejumlah nama direkrut Persebaya Surabaya. Namun, Brice Fomegne (Kamerun), Anthony Jommah Ballah (Liberia), Auguntine Kettor (Liberia), Batang Baissom (Kamerun), Frank Bamidele Bob Imanuel (Nigeria), dan Raymond N’Sangue (Kamerun), gagal memenuhi ekspektasi.

 

2 dari 4 halaman

Era ISL Hingga Liga 1

Makan Konate, Persebaya Surabaya
Makan Konate menjadi kapten Persebaya dan berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 4-2 atas Madura United dalam laga terakhir Grup A Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (14/2/2020). (Bola.com/Aditya Wany)

Setelah kompetisi bertransformasi menjadi Liga Super Indonesia (ISL), Persebaya kembali membuka keran pemain asing asal Afrika pada musim 2009-2010.

Sayangnya, kedatangan John Takpor (Liberia), Ngon A Djam (Kamerun), dan Roger Batoum (Kamerun) tak mampu menyelematkan mereka dari degradasi.

Tetapi dari ketiganya, hanya John Takpor yang masih diandalkan Persebaya saat berkompetisi di Liga Primer Indonesia 2011. Setelahnya, Persebaya baru kembali membuka diri kepada pemain Afrika pada Liga 1 2019.

Tetapi striker asal Guinea-Bissau, Amido Balde gagal mempertahankan performa apiknya di pramusim dan harus terdepak di putaran kedua. Makan Konate berhasil dihadirkan di awal musim 2020 setelah 'merebutnya' dari klub rival, Arema FC.

Tetapi playmaker asal Mali tersebut hanya sempat memberikan gelar turnamen Piala Gubernur Jatim 2020, sebelum pamit dari Persebaya karena ketidakjelasan kompetisi tahun lalu.

3 dari 4 halaman

Alie Sesay Dibayangi Kegagalan

Alie Sesay
Alie Sesay saat diperkenalkan sebagai pemain Persebaya Surabaya. (Dok Persebaya)

Beban berat pun kini berada di pundak Alie Sesay yang baru saja direkrut Persebaya untuk musim ini. Pemain asal Inggris yang memiliki kewarganegaraan Sierra Leone ini merupakan pemain Afrika ke-15 yang bakal memperkuat Green Force, julukan Persebaya.

Sebagai seorang pemain belakang, Alie diharapkan mampu menghadirkan rasa nyaman bagi pertahanan Persebaya. Apalagi pilar pertahanan lainnya yakni Rizky Ridho, Arif Satria dan Rachmat Irianto kerap dipanggil Timnas Indonesia.

Keberadaannya bakal sangat krusial bagi Persebaya dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2021/22. Dengan postur yang tinggi besar, jebolan Leicester City ini tak hanya sanggup berduel untuk mempertahankan areanya tapi juga membantu serangan Persebaya dalam situasi bola mati.

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓