Mengulik Market Value Pemain-Pemain Indonesia di Luar Negeri, Siapa Paling Mahal?

Oleh Gregah Nurikhsani pada 10 Agu 2021, 07:15 WIB
Diperbarui 10 Agu 2021, 07:15 WIB
Timnas Indonesia - Ilustrasi Elkan Baggott, Bagus Kahfi, Ryuji Utomo, Asnawi Mangkualam, Syahrian Abimanyu, Witan Sulaeman
Timnas Indonesia - Ilustrasi Elkan Baggott, Bagus Kahfi, Ryuji Utomo, Asnawi Mangkualam, Syahrian Abimanyu, Witan Sulaeman (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Dalam kurun waktu lima tahun belakangan, banyak pemain Indonesia yang mencoba peruntungan karier dengan bermain di luar negeri. Soal kualitas tentu saja mumpuni, tapi apakah market value atau nilai pasar mereka setinggi yang kita kira?

Kurniawan Dwi Yulianto pernah mengatakan, "Berkarierlah di luar negeri meski cuma di Malaysia". Tampaknya itu diamini betul oleh belasan pesepak bola Indonesia yang bermain di luar Indonesia, sebut saja Andik Vermansah.

Berbeda dengan era sekarang, pesepak bola Tanah Air yang berkarier di luar negeri biasanya berada pada usia emas. Saat ini, meski ada yang berusia di atas 23 tahun, mayoritas masih sangat belia.

Yanto Basna, Ryuji Utomo, dan Saddil Ramdhani adalah contoh pemain-pemain senior di luar negeri. Selebihnya, bakat-bakat muda Indonesia menimba ilmu dari Asia hingga Eropa.

Beberapa pemain muda, contohnya Asnawi Mangkualam, menorehkan tinta emas sebagai pesepak bola Indonesia pertama yang dikontrak oleh tim Korea Selatan secara profesional alias bukan youth contract, pre-contract, apalagi trial.

Kemudian ada Elkan Baggott, bek muda berdarah tiga negara, yang dikontrak oleh tim Liga Inggris, Ipswich Town. Belakangan santer digosipkan jika pemain yang lahir di Thailand ini bermasalah dengan PSSI.

Sebagai pesepak bola profesional, tentu ada market value yang terpasang di leher mereka. Market value bukanlah nilai jual, melainkan harga pasaran di mana klub pemilik bisa saja menjualnya dengan harga lebih.

Berikut ini Bola.com mengulas market value pesepak bola Indonesia yang berkarier di luar negeri:

Video

2 dari 8 halaman

Elkan Baggott - Rp5,96 Miliar

Timnas Indonesia - Elkan Baggott
Timnas Indonesia - Elkan Baggott (Bola.com/Adreanus Titus/Foto:PSSI)

Sosok Elkan Baggott sempat mewarnai headline media massa Indonesia. Bek yang masih bisa membela Timnas Indonesia, Thailand, maupun Inggris itu tampil lugas pada tiap kesempatan bermain untuk Merah Putih dan mencirikan figur bek tengah tangguh.

Laman Transfermarkt belum menyuplai informasi mengenai market value Elkan Baggott, tapi soal itu bisa diketahui dari rumor transfer. Beberapa bulan lalu, bek berusia 18 tahun itu dilaporkan diminati West Ham, di mana klub London Timur tersebut mesti membayar kompensasi sebesar 300ribu pounds atau setara Rp5,96 miliar.

Saat ini Elkan Baggott bermain untuk Ipswich Town U-18 dan U-23, dan telah bermain sebanyak 12 kali di semua kompetisi.

3 dari 8 halaman

Bagus Kahfi - ?

Bagus Kahfi ketika melakoni debut bersama Jong Utrecht.
Bagus Kahfi ketika melakoni debut bersama Jong Utrecht. (Twitter Bagus Kahfi).

Sama seperti Elkan Baggott, tidak ada informasi mengenai berapa market value Bagus Kahfi. Namun satu hal, beredar info bahwa Jong Utrecht menggajinya tak kurang dari Rp400 juta per bulan.

Bagus Kahfi baru melakoni debut tidak resminya dengan Jong Utrecht. Penyerang masa depan Indonesia itu menganggapnya sebagai momen penting, tapi menolak untuk besar kepala.

"Sebuah momen yang yang tidak terlupakan. Tapi, ini baru permulaan," kata Bagus Kahfi dalam akun Instagramnya, @baguskahfiii.

4 dari 8 halaman

Ryuji Utomo - Rp2,9 Miliar

Ryuji Utomo
Ryuji Utomo resmi diperkenalkan sebagai pemain Penang FA untuk musim 2021, Minggu (6/12/2020). (Facebook/Penang Football Club)

Menurut data Transfermarkt, Ryuji Utomo per 30 Juni 2021 memiliki harga pasar sebesar 175 ribu euro (Rp2,9 miliar). Jumlah itu melesat 25 ribu euro saat masih bermain untuk Persija Jakarta.

Ryuji Utomo sejauh ini sudah tampil sebanyak 10 pertandingan bersama Penang FC di Liga Super Malaysia 2021.

 

5 dari 8 halaman

Asnawi Mangkualam - Rp5,9 Miliar

Asnawi Mangkualam menjalani debutnya di Korea Selatan bersama Ansan Greeners.
Asnawi Mangkualam menjalani debutnya di Korea Selatan bersama Ansan Greeners. (Doc: K League).

Asnawi Mangkualam terus menebar pesona di Korea Selatan. Meski sempat tampil mengecewakan ketika gagal mengeksekusi penalti serta permainan under-perform saat Ansan Greeners dibantai tim juru kunci K-League 2, market value-nya tetap meningkat.

Ketika hengkang dari PSM Makassar, market value Asnawi cuma Rp3,37 miliar. Kenaikan signifikan ini menunjukkan bahwa ada tren positif yang didapatnya dari sisi financial report.

6 dari 8 halaman

Syahrian Abimanyu -

Syahrian Abimanyu debut untuk Johor Darul Ta'zim (JDT).
Syahrian Abimanyu debut untuk Johor Darul Ta'zim (JDT). (Instagram JDT).

Berbeda dengan Ryuji Utomo, Syahrian Abimanyu yang bergabung dengan Johor Darul Ta'zim justru mengalami penurunan nilai pasar. Syahrian Abimanyu saat ini memiliki nilai pasar Rp2,5 miliar.

Jumlah tersebut menurun Rp425 juta saat masih membela Madura United. Penurunan nilai pasar Syahrian Abimanyu ditengarai karena belum pernah bermain untuk Johor Darul Ta'zim.

Setelah direkrut pada Desember 2020, Syahrian Abimanyu justru dipinjamkan ke klub Australia, Newcastle Jets. Pada 1 Juli 2021, pemain berusia 22 tahun itu dipulangkan ke JDT, namun belum dapat kesempatan bermain di Liga Super Malaysia.

7 dari 8 halaman

Witan Sulaeman - Rp843,7 Juta

TImnas Indonesia - Witan Sulaeman 2
TImnas Indonesia - Witan Sulaeman 2 (Bola.com/Adreanus Titus)

Dari daftar ini, Witan Sulaeman memiliki market value paling rendah, yakni Rp843,7 juta saja. Akan tetapi, kans untuk meningkatkan nilai pasar terbuka lebar buat pemain FK Radnik Surdulica itu.

Witan cukup sering dimainkan di tim utama meski urung mencetak gol. Dari lima laga, ia rata-rata mencatatkan 22 menit waktu tampil, terbilang lumayan buat pemain berusia 19 tahun tersebut.

8 dari 8 halaman

Saddil Ramdani - Rp4,2 miliar

Saddil Ramdani (kiri) beraksi ketika Sabah FC menang 3-0 atas Kuching City FC dalam laga uji coba pada Minggu (28/3/2021).
Saddil Ramdani (kiri) beraksi ketika Sabah FC menang 3-0 atas Kuching City FC dalam laga uji coba pada Minggu (28/3/2021). (Doc: Facebook Sabah Football Club).

Harga pasar Saddil Ramdani melonjak ke angka 250 ribu euro (Rp4,2 miliar). Jumlah meningkat 50 ribu euro setelah pertama kali bermain untuk Pahang FC.

Kenaikan harga pasar tersebut diyakini karena penampilan apiknya di Liga Super Malaysia. Adapun Saddil Ramdani sukses membukukan 13 pertandingan dan tiga gol untuk Sabah FC.

Lanjutkan Membaca ↓