Kocak! Pamer Unggul Penguasaan Bola di BRI Liga 1, Persebaya Dihujat Suporter Sendiri

Oleh Aditya Wany pada 25 Sep 2021, 22:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2021, 22:00 WIB
Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1
Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Bandung - Situasi panas sedang dialami oleh Persebaya Surabaya yang kalah dalam dua laga beruntun di BRI Liga 1 2021/2022. Paling anyar, mereka keok 0-1 dari Bhayangkara FC dalam pekan keempat di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jumat (24/9/2021).

Tagar AjiOut langsung menggema setelah pertandingan sebagai wujud tuntutan pertanggungjawaban sang pelatih Aji Santoso. Tapi, terdapat satu hal menarik yang terjadi dari kondisi keterpurukan Persebaya ini.

Akun twitter resmi @persebayaupdate malah mengunggah catatan statistik pertandingan melawan Bhayangkara. Kutipannya memamerkan keunggulan penguasaan bola dalam laga yang gagal mendapat poin itu.

“Persebaya berhasil mendominasi penguasaan bola. Namun kecolongan satu tendangan bebas membuat kondisi berubah. Ayo Rek, selanjutnya jangan kalah lagi!” tulis akun tersebut, Jumat malam.

Tim Bajul Ijo memang mampu menorehkan 60 persen penguasaan bola berdasarkan foto unggahan di akun twitter itu. Masalahnya, agresivitas mereka tetap kalah dari Bhayangkara. Persebaya hanya membukukan enam tembakan, berbanding 13 yang dicatatkan Bhayangkara.

Keunggulan dalam penguasaan bola sudah tentu tidak akan mengubah hasil dan fakta bahwa Persebaya Surabaya gagal memetik angka. Unggahan itu sontak saja langsung mendapat hujatan data dari suporter sendiri, Bonek.

2 dari 4 halaman

2 Kekalahan Beruntun

BRI Liga 1 - Persebaya Surabaya Vs Bhayangkara FC
BRI Liga 1 - Persebaya Surabaya Vs Bhayangkara FC (Bola.com/Adreanus Titus)

Hal ini tidak lepas dari dua kekalahan beruntun yang menunjukkan Persebaya Surabaya sedang tidak baik-baik saja. Sebelum kalah dari Bhayangkara, tim arahan Aji Santoso itu takluk 1-3 dari PSM Makassar pada pekan ketiga.

“Meskipun pemain sudah banyak diubah dari lawan PSM, tetapi masih kesulitan bongkar pertahanan Bhayangkara. Harus evaluasi atau ada plan B, C, D. Sepak bola itu yang dinilai kemenangan, bukan ball possession,” tulis akun @anggasektiawan.

Beberapa komentar lain juga menunjukkan rasa muak dengan torehan buruk Persebaya di BRI Liga 1 2021/2022. Bagi mereka, tak ada yang bisa dibanggakan oleh timnya kecuali raihan tiga poin alias kemenangan.

“Wis talah gak usah pembelaan, ancen komposisimu elek. Gak cuma coach e sing out, termasuk pemain-pemain sing klemar klemer goder yo out pisan! Lokal asing sing gak genah out cok kesuwen selak bablas liga 2 awakmu! (Sudahlah tidak usah pembelaan, memang komposisimu jelek. Tidak cuma pelatihnya yang keluar, termasuk pemain-pemain yang lemah keluar juga! Lokal asing yang tidak bagus keluar, kelamaan keburu masuk Liga 2 kamu!” tulis akun @arulhahahihi.

“Statistik berbanding terbalik dengan kenyataan. Apa yang bisa dibanggakan dengan statistik seperti ini? Statistik itu data yang bisa diolah untuk evaluasi tim. Nyatanya dalam 4 pertandingan permasalahan berubah-ubah, apakah statistik dikesampingkan?” tulis akun @CakYulius.

3 dari 4 halaman

Desak Aji Mundur

Persebaya Surabaya, Aji Santoso
Suporter Persebaya menuntut Aji Santoso Mundur. (Bola.com/Aditya Wany)

Kekalahan ini menambah tekanan dari Bonek yang diarahkan kepada Aji Santoso, termasuk seluruh anggota skuat Bajul Ijo.

Sebab, ini merupakan satu di antara awal terburuk yang dijalani Persebaya selama berkiprah di Liga 1 sejak 2018. Hanya meraih tiga poin dari empat laga bukanlah hasil yang apik untuk sebuah tim yang kerap bersaing di papan atas.

Pelatih Aji Santoso sedang dalam tekanan besar Bonek karena dianggap sebagai biang keterpurukan Persebaya. Sebuah karangan bunga dikirim ke Persebaya Store sebagai wujud kekecewaan. Tidak diketahui, siapa yang menaruhnya, namun diperkirakan sudah berada di sana setelah tim Bajul Ijo gagal memetik poin kontrak Bhayangkara.

Meski melahirkan kecaman, tak sedikit pula Bonek yang mengomentari unggah Persebaya dengan pernyataan lucu. Namun, ungkapan itu tetap dalam nada yang menyindir melihat tim kebanggaan mereka bermain buruk.

 

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Lanjutkan Membaca ↓
Half Time Show, Persaingan Tak Biasa BRI Liga 1 dan Kembalinya Timnas Indonesia