BRI Liga 1: PSS Panas! Sleman Fans Minta Arthur Irawan dan 2 Orang Ini Out, Sampai Trending di Twitter

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 01 Okt 2021, 16:05 WIB
Diperbarui 03 Okt 2021, 11:28 WIB
Foto: Dua Gol Paulo Henrique Bawa Persiraja Menang Dramatis 3-2 atas PSS Sleman dalam BRI Liga 1 2021 / 2022
Pemain PSS Sleman, Arthur Irawan (kanan) menendang bola saat melawan Persiraja Banda Aceh dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (11/9/2021). (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Tagar #ArthurOut trending di Twitter pada Jumat (1/10/2021) sore WIB. Maksud dari #ArthurOut ini adalah tuntutan dari suporter PSS Sleman untuk mengeluarkan Arthur Irawan dari klub.

Selain mendesak Arthur Irawan, suporter juga meminta Direktur Utama PSS Sleman, Marco Gracia Paulo dan pelatih Dejan Antonic untuk meninggalkan tim berjuluk Super Elja itu.

Suporter PSS yang terdiri dari Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) sudah habis kesabaran dengan performa Super Elja di BRI Liga 1 2021/2022.

Hingga pekan kelima BRI Liga 1, PSS terpuruk di peringkat ke-15 alias satu strip di atas ambang zona degradasi buntut dari tiga kekalahan, sekali seri, dan sekali menang.

Terbaru, PSS dihajar oleh Persebaya Surabaya 1-3 dalam pekan kelima BRI Liga 1 pada Rabu (29/9/2021).

Selain menyeruakan keresahan di media sosial, suporter PSS juga turun ke jalan.

Sejumlah video bertebaran di Twitter ketika para pendukung PSS berkumpul untuk mencari jalan keluar demi menyelamatkan Super Elja dari krisis.

Di media sosial juga beredar kabar bahwa manajemen PSS Sleman bersedia untuk memenuhi permintaan suporter dengan syarat Super Elja dipindahkan dari Sleman.

2 dari 8 halaman

Arthur Irawan, Titik Lemah PSS?

Tagar Arthur Out alias tuntutan untuk mengeluarkan Arthur Irawan dari PSS Sleman trending di Twitter pada Jumat (1/10/2021) sore WIB.
Tagar Arthur Out alias tuntutan untuk mengeluarkan Arthur Irawan dari PSS Sleman trending di Twitter pada Jumat (1/10/2021) sore WIB. (Tangkapan layar Twitter).

Suporter PSS Sleman terus mempertanyakan keputusan Dejan Antonic yang rutin memainkan Arthur Irawan di BRI Liga 1.

Arthur Irawan dianggap sebagai titik lemah PSS yang kerap dieksploitasi lawan. Ketika kalah dari Persebaya, Dejan Antonic menurunkan bek berusia 28 tahun itu selama 75 menit.

Wajar pendukung PSS terus mencurigai Dejan Antonic yang terus memercayai Arthur Irawan ketimbang pemain lain di posisinya, sebut saja Saiful Arifin.

Berkaca dari rekam jejaknya, Arthur Irawan tidak pernah menjadi pilihan utama di klub-klub sebelumnya.

Sejak pertama kali merumput di Indonesia pada 2017, bek asal Surabaya, Jawa Timur itu tidak pernah bermain lebih dari lima kali semusim.

Jangankan untuk merumput, untuk masuk bangku daftar susunan pemain (DSP) saja jarang. Paling banyak, Arthur Irawan dilibatkan dalam 12 pertandingan selama semusim oleh Perseru Badak Lampung di Liga 1 2019. Dari jumlah itu, pemain kelahiran 3 Maret 1993 ini hanya tampil tiga kali.

Jika dirinci, Arthur Irawan bermain sekali untuk Persija Jakarta pada putaran pertama Liga 1 2017, dua kali untuk Borneo FC pada putaran kedua di musim yang sama, sekali untuk Persebaya Surabaya pada Liga 1 2018, tiga kali untuk Perseru Badak Lampung di Liga 1 2019, dan tiga kali bagi PSS pada Liga 1 2020.

Total, Arthur Irawan hanya merangkum sepuluh penampilan selama empat musim sebelum BRI Liga 1 dimulai!

3 dari 8 halaman

Manajemen Pasang Badan

Marco Gracia Paulo
Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Setelah polemik ini kian panas dalam beberapa hari terakhir, manajemen PSS merespons kritikan dan tuntutan suporter dengan menelurkan lima butir pernyataan.

"Kami mengerti atas kekecewaan yang dialami oleh Sleman Fans. Dan kami telah melakukan evaluasi secara menyeluruh," bunyi poin pertama yang disampaikan manajemen PSS.

"Manajemen PT PSS memberikan teguran keras kepada tim kepelatihan. Namun atas dasar evaluasi, secara teknis waktu yang dibutuhkan untuk periodisasi belum didapatkan. Tim masih dalam proses untuk mencapai performa terbaik membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan terhitung sejak awal mulai berlatih. Manajemen percaya tim akan segera bangkit dan kembali ke performa yang seharusnya".

"Manajemen akan memonitor ketat performa tim pada seri kedua dan lakukan evaluasi kembali di akhir seri kedua. Manajemen juga akan melakukan evaluasi terhadap pelatih dan mengambil tindakan yang dibutuhkan Untuk menjaga tim tetap di dalam jalur yang telah ditargetkan sesuai dengan rencana besar yang telah ditetapkan".

"Manajemen telah melakukan komunikasi terbuka dari hati ke hati dengan pemain, pelatih, ofisial, dan semua jajaran berkomitmen untuk bangkit dan dapatkan hasil terbaik pada pertandingan berikutnya".

"Bersama ini kami manajemen, pemain, pelatih, dan ofisial meminta dukungan dan kepercayaan dari seluruh Sleman Fans. Dan bersama kita akan dapatkan hasil positif untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," tulis poin terakhir yang disampaikan PSS.

Sebagai tindak lanjut, manajemen PSS berencana berdiskusi dengan para suporter untuk memabahas masalah ini. Adapun, Super Elja akan menghadapi sesama tim papan bawah, Persik Kediri dalam pekan keenam BRI pada Minggu (3/10/2021).

4 dari 8 halaman

#ArthurOut

5 dari 8 halaman

#DejanOut

6 dari 8 halaman

#MarcoOut

7 dari 8 halaman

Dejan Out, tapi PSS Pindah?

8 dari 8 halaman

Klasemen Sementara BRI Liga 1

Lanjutkan Membaca ↓
Seri 4 BRI Liga 1 Akan Digelar di Bali, Sudah Boleh Ada Penonton di Stadion?