Alasan Joko Susilo Bergabung ke PSG Pati: Bukan Demi Uang Semata

Oleh Gatot Susetyo pada 13 Okt 2021, 14:15 WIB
Diperbarui 13 Okt 2021, 14:15 WIB
Persik Kediri
Joko Susilo saat memberi arahan pemain Persik di jeda pertandingan kontra Persipura. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Solo - Kepindahan Joko Susilo dari Persik Kediri ke PSG Pati sangat menarik dikupas. Apalagi, jarak waktu hijrah dari Kediri ke Pati terhitung hanya sepekan.

PSG Pati yang saham mayoritas dimiliki YouTuber Atta Halilintar, memang tergolong klub baru dengan fasilitas mewah dan royal menggelontorkan kocek. Tak pelak, merapatnya mantan arsitek Arema FC itu ke PSG dikabarkan hanya karena uang.

"Saya ke sini (PSG) bukan demi uang semata. Sejak datang, latihan, dan mendampingi tim pada pertandingan pertama melawan Persijap, saya dan dua bos PSG (Atta dan Putra Siregar) tak bicara uang. Bahkanm hingga hari ini (Senin, 11/10/2021), saya tak minta atau diberi uang oleh mereka" ungkap Joko Susilo.

Pria asal Cepu, Blora, Jateng itu resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala PSG Pati menggantikan Ibnu Grahan terhitung mulai Sabtu (9/10/2021) lalu.

"Pertama bertemu dengan dua bos PSG Pati, mereka tanya soal nilai kontrak saya. Tapi saya belum mau bahas soal itu. Saya mau kerja dulu dan fokus dengan tim. Karena waktu persiapan lawan Persijap sangat mepet," kata Joko Susilo.

 

2 dari 3 halaman

Tak Elok

FOTO: Perebutan Posisi Dua Besar di Grup C Piala Menpora 2021 Bikin Emosi Pemain dan Official Tim Memuncak
Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo (kiri) melakukan protes kepada hakim garis saat anak buahnya dilanggar dalam kotak pinalti dimenit akhir pertandingan. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bagi sosok yang akrab disapa Getuk itu secara etika tak elok bila dia mengutamakan kepentingan pribadi, dibandingkan kinerjanya sebagai pelatih.

"Saya mau kerja dan membuktikan kinerja dulu. Jadi tak etis bila ngomong uang. Alhamdulillah pertandingan pertama lancar, meski hanya dapat satu poin (imbang 2-2 lawan Persijap). Tapi ini poin sangat penting," ujarnya.

Satu angka dari Laskar Kalinyamat ini memang krusial. Pasalnya, tim berjulukan Java Army itu meraih poin pertama di Liga 2 musim ini.

Dalam dua laga awal, PSG Pati menelan kekalahan dari Persis Solo dan PSCS Cilacap. Tim yang sebelumnya bernama Putra Sunan Giri Gresik itu untuk sementara masih menempati posisi juru kunci Grup C Liga 2 2021.

 

3 dari 3 halaman

Diwarnai 2 kartu Merah

Pemain PSG Pati, Heri Setiawan memukul tangan wasit Alfiyantoni Nur.
Pemain PSG Pati, Heri Setiawan memukul tangan wasit Alfiyantoni Nur. (Tangkapan layar Vidio).

Duel PSG Pati melawan Persijap pada matchday ketiga Grup B Liga 2 2021 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (11/10/2021), berlangsung panas. Wasit Moh. Alfiyantoni Nur sampai mengeluarkan dua kartu merah untuk pemain PSG.

Dua pemain PSG yang diusir wasit adalah Heri Setiawan dan Nurhidayat Haris. Bermain dengan sembilan orang, PSG Pati tertinggal 1-2 dari Persijap hingga waktu normal.

Beruntung, eksekusi tendangan bebas Syaiful Indra Cahya pada injury time menyelamatkan wajah PSG Pati dari kekalahan.

"Saya bukan pesulap. Saya hanya punya waktu sehari persiapan lawan Persijap. Tapi saya puas, karena bisa memecah telur poin bagi PSG. Secara permainan pun cukup bagus, karena skema main jalan," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓