Evaluasi Kinerja Wasit, PSSI Siapkan Sanksi Berat Bila Ada Temuan Kesalahan

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 21 Okt 2021, 16:45 WIB
Diperbarui 21 Okt 2021, 16:45 WIB
Wasit Oki Dwi Putra.
Wasit Oki Dwi Putra mendapatkan protes keras dari Persija Jakarta setelah menganulir gol Marko Simic ke gawang Arema FC dalam BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi).

Bola.com, Jakarta - PSSI berencana melakukan evaluasi kinerja perangkat pertandingan yang bertugas di BRI Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021. Evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja wasit dan hakim garis.

Evaluasi ini akan dipimpin oleh Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh. PSSI tidak segan-segan akan memberikan sanksi berat bila ada perangkat pertandingan yang saat bertugas melakukan kesalahan sehingga merugikan pihak tertentu.

"Kami akan melakukan evaluasi untuk perangkat pertandingan. Jika ditemukan kesalahan, PSSI tentu akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkatannya," ujar Riyadh.

Sanksi yang dimaksud meliputi tingkat kesalahan yang masuk dalam kategori ringan, sedang, hingga berat. Sanksi terberat diturunkan untuk bertugas ke kompetisi bawahnya.

"PSSI ingin agar semua wasit yang bertugas di Liga 1 dan 2 lebih fokus sehingga tidak ada kesalahan elementer yang kemudian mengundang respons negatif dari klub, netizen, sponsor, bahkan pemerintah," tegas Ahmad Riyadh.

Sejauh ini memang telah terjadi beberapa keputusan kontroversial yang diambil perangkat yang bertugas di BRI Liga 1 dan Liga 2. Kesalahan yang paling banyak terjadi dalam pengambilan keputusan mengenai gol, pelanggaran, hingga pemberian kartu.

2 dari 3 halaman

Sesuai Regulasi

BRI Liga 1 2021: Persib Bandung vs PSM Makassar
Sejumlah pemain PSM Makassar bersitegang dengan wasit Rully Ruslin Tambuntina saat melawan Persib Bandung dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (02/10/2021) WIB. Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/Bagaska

Ahmad Riyadh menjamin pihaknya akan menerapkan sanksi sesuai dengan aturan yang ada. PSSI pada prinsipnya ingin melakukan pembinaan agar kesalahan-kesalahan elementer dari perangkat pertandingan tidak terulang di kompetisi elite seperti BRI Liga 1.

Namun, Ahmad Riyadh berharap tidak ada keputusan perangkat pertandingan yang didasari kepada kepentingan tertentu. Bila ditemukan, maka PSSI akan melakukan tindakan tegas.

"Kalau human error, itu bisa dibina. Kecuali jika ditemukan indikasi match fixing atau kesalahan fatal lainnya. Nanti tunggu saja investigasi yang kami lakukan," ucap Ahmad Riyadh.

3 dari 3 halaman

Contoh Kasus

Foto: Telan Kekalahan Perdana, Persija Jakarta Ditumbangkan 10 Pemain Arema FC di BRI Liga 1
Pemain Arema FC, Johan Ahmat Farizi (kanan kedua) memprotes wasit usai memberikan kartu merah kepada Kushedya Hari Yudo saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

PSSI sejauh ini menerima laporan adanya enam kinerja wasit di BRI Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 yang bakal evaluasi. Contohnya adalah yang baru-baru ini terjadi pada laga Persija Jakarta melawan Arema FC.

Ada sejumlah insiden yang menjadi sorotan terhadap kinerja wasit Oki Dwi Putra. Saat memberikan kartu merah kepada Kushedya Hari Yudo yang dianggap melakukan diving hingga menganulir gol Marko Simic.

"Masih banyak keputusan wasit yang akan kami investigasi. Itu hanya satu contoh. Pada saatnya nanti kami akan memberikan keputusan kepada wasit-wasit yang dianggap melakukan kesalahan," ucap Ahmad Riyadh.

Lanjutkan Membaca ↓
Half Time Show: Timnas Indonesia Itu Oke, Tapi...