PSSI Bakal Evaluasi Wasit BRI Liga 1, Pelatih Persebaya Minta Penerima Sanksi Diumumkan

Oleh Aditya Wany pada 23 Okt 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 23 Okt 2021, 19:30 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Surabaya - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, menyambut positif kabar PSSI bakal melakukan evaluasi kinerja para wasit BRI Liga 1 2021/2022. Penyebabnya, banyak kejadian kontroversial dalam pertandingan musim ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI berencana melakukan evaluasi kinerja perangkat pertandingan yang bertugas di BRI Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021. Evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja wasit dan hakim garis.

Evaluasi ini akan dipimpin oleh Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh. PSSI tidak segan-segan akan memberikan sanksi berat bila ada perangkat pertandingan yang saat bertugas melakukan kesalahan sehingga merugikan pihak tertentu.

“Untuk kebaikan sepak bola, Komisi Wasit harus segera mengambil evaluasi. Saya sudah baca berita, Pak Riyadh mau melakukan evaluasi. Mudah-mudahan nanti secepatnya dilakukan evaluasi itu,” kata Aji Santoso.

“Ke depannya, nanti juga diumumkan kalau wasit melakukan kesalahan terus dihukum, masyarakat juga harus tahu. Tujuannya adalah sepak bola agar kepemimpinan wasit ini lebih bagus. Semoga membuat evaluasi dan perbaikan,” imbuhnya.

Sanksi yang dimaksud meliputi tingkat kesalahan yang masuk dalam kategori ringan, sedang, hingga berat. Sanksi terberat diturunkan untuk bertugas ke kompetisi bawahnya.

Sejauh ini memang telah terjadi beberapa keputusan kontroversial yang diambil perangkat yang bertugas di BRI Liga 1 dan Liga 2. Kesalahan yang paling banyak terjadi dalam pengambilan keputusan mengenai gol, pelanggaran, hingga pemberian kartu.

2 dari 4 halaman

Evaluasi

BRI Liga 1 2021: Persebaya Surabaya vs Persela Lamongan
Pemain Persebaya Surabaya, Samsul Arif (kiri) berusaha mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Masalah seperti ini tidak hanya terjadi pada pertandingan yang melibatkan Persebaya. Sebelumnya, duel antara Barito Putera kontra PSIS Semarang juga melahirkan keputusan aneh dengan menganulir hadiah penalti, Rabu (20/10/2021).

Persija Jakarta juga sempat dirugikan dengan keputusan wasit Oki Dwi Putra saat berjumpa dengan Arema FC, Minggu (17/10/2021). Akibatnya, Persija kalah 0-1 dan gagal meraih poin di laga itu.

Terbaru, Persebaya kecewa karena mengalami insiden janggal kepemimpinan perangkat pertandingan melawan Persela Lamongan, Kamis (21/10/2021). 

Insiden kontroversial itu lahir pada menit ke-35. Mulanya, Wilkson melakukan eksekusi tendangan bebas yang mengarah ke gawang. Bola sempat ditangkap Dwi Kuswanto, namun terlepas dan tayangan ulang menunjukkan masuk ke gawang sebelum ditangkap lagi.

Wasit Musthofa Umarella tidak mengesahkan gol tersebut dan tetap menyatakan laga berlanjut di tengah protes para pemain. Dalam situasi ini, Persela dengan cepat melakukan serangan balik ke pertahanan Persebaya.

3 dari 4 halaman

Keluhan Persebaya

BRI Liga 1 2021: Persebaya Surabaya vs Persela Lamongan
Pemain Persebaya Surabaya, Taisei Marukawa (kiri) melepaskan tendangan bebas ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sial buat Persebaya, umpan terobosan pemain Persela kepada Ivan Carlos yang terlihat off-side tidak membuat pertandingan berhenti masih di menit yang sama. Striker asal Brasil itu kemudian melepas tembakan mendatar kaki kiri yang gagal dibendung Andhika.

“Saya berharap demi kebaikan sepak bola Indonesia dan fair play, evaluasi besar-besaran terhadap wasit. Ada satgas juga buat apa berdiri kalau tidak menyelesaikan. Mau dibawa ke mana kalau pengadil lapangan selalu membuat keputusan kontroversi,” ucap Aji.

“Beberapa pertandingan, saya melihat ada yang cetak gol seratus persen, dibikin pelanggaran. Ada penalti yang benar-benar penalti, ditarik keluar (kotak penalti). Ini kasihan pelatih dan pemilik (klub). Akhirnya pelatih juga yang dirugikan,” tuturnya.

Protes klub terhadap kepemimpinan wasit sudah pernah dilakukan melalui surat resmi oleh Persija Jakarta saat dirugikan dalam duel kontra Arema. Persebaya sendiri juga menyatakan perlu mengirim surat protes karena keputusan kontroversial melawan Persela Lamongan.

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Lanjutkan Membaca ↓
Pemain Naturalisasi Solusi Timnas Akhiri Kutukan Spesialis Nyaris Juara di Piala AFF?