Newbie di BRI Liga 1, Pelatih Madura United Mulai Memahami Kultur Sepak Bola Indonesia

Oleh Aditya Wany pada 26 Nov 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 26 Nov 2021, 13:30 WIB
Foto: Dua Gol Bola Mati Jaja ke Gawang Persik Kediri Jauhkan Madura United dari Zona Degradasi di Pekan ke-13 BRI Liga 1
Ekspresi pelatih Madura United, Fabio Araujo Lefundes saat menghadapi Persik Kediri dalam laga pekan ke-13 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Rabu (24/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Madura United, Fabio Lefundes, secara perlahan mulai beradaptasi dengan sepak bola Indonesia. Dia sudah melakoni dua pertandingan menemani Laskar Sape Kerap dengan hasil yang berbeda di BRI Liga 1.

Laga debutnya ternoda saat Madura United kalah 0-1 dari Persebaya di Derbi Suramadu (20/11/2021). Beruntung, pelatih asal Brasil itu berhasil membawa timnya bangkit dengan menang 2-0 atas Persik Kediri (24/11/2021).

Kemenangan dua gol tanpa balas itu sekaligus mengakhiri rekor buruk Madura United di BRI Liga 1. Sebelumnya, Slamet Nurcahyo dkk. menelan tiga kekalahan beruntun. Mereka sempat kalah dari Arema FC dan Persita Tangerang sebelum ditekuk Persebaya.

“Saya tahu sepak bola Indonesia di sini dinamis, bergerak di lapangan. Kami berusaha kerja keras ke depan untuk memperbaiki klasemen di atas. Kami tidak punya banyak waktu karena jadwal padat,” ungkap Fabio Lefundes.

Jadwal padat memang menjadi masalah untuk semua kontestan BRI Liga 1. Bagaimana tidak, Madura United melakoni enam pertandingan dalam waktu sekitar sebulan saja selama seri ketiga ini.

2 dari 4 halaman

Kerja Keras

BRI Liga 1 2021: Madura United vs Persik Kediri
Sejumlah pemain Madura United merayakan gol pertama ke gawang Persik Kediri yang dicetak Hugo Gomes "Jaja" (kedua kiri) dalam laga pekan ke-13 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Rabu (24/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Situasi ini juga sempat membuat Madura United terseok-seok bersaing di kasta teratas. Kondisi mental pemain tim asal Pulau Garam itu sempat terganggu dengan keterpurukan dan beberapa hasil negatif.

“Kami tidak bisa menyalahkan satu pemain, kami harus memperbaiki. Kami mencari jalan, ide-ide sudah dapat. Kami punya optimis pertandingan ke depan akan perbaiki sektor-sektor pertandingan berikutnya. Kami harus bekerja keras,” ucap Fabio Lefundes.

Fabio Lefundes sendiri baru diperkenalkan sebagai pelatih anyar Madura United jelang seri ketiga, tepatnya 15 November lalu.

Dia harus bisa membawa Madura United bangkit setelah hasil negatif selama 11 laga dengan hanya mengemas 11 angka. Alasan itulah yang membuat manajemen klub berpisah dengan pelatih Rahmad Darmawan dan memilih Fabio sebagai pengganti.

3 dari 4 halaman

Petualangan Baru

Liga 1 - Ilustrasi Logo Madura United BRI Liga 1
Liga 1 - Ilustrasi Logo Madura United BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Pelatih berpaspor Brasil itu merupakan nama baru di sepak bola Tanah Air. Selama ini, dia dikenal berkarier di Korea Selatan bersama Jeonbuk Hyundai Motor. Terakhir, dia menjadi bagian Botafogo, klub asal negaranya.

Tapi, semua itu dijalaninya dengan status sebagai asisten pelatih. Madura United jadi klub pertama yang ditanganinya dengan jabatan pelatih kepala. Tentu, unsur serba pertama ini merupakan tantangan yang tak mudah.

Meski berstatus debutan, Fabio Lefundes termasuk yang sarat pengalaman dan bergelimang prestasi di klub sebelumnya. Misalnya di musim 2011, Jeonbuk menjuarai K-League dan menjadi runner-up Liga Champions Asia.

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Lanjutkan Membaca ↓
Pemain Naturalisasi Solusi Timnas Akhiri Kutukan Spesialis Nyaris Juara di Piala AFF?