Tentang Youssef Ezzejjari: Dari Spanyol ke Indonesia, Sukses Jadi Bomber Persik di BRI Liga 1

Oleh Abdi Satria pada 29 Nov 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 29 Nov 2021, 16:00 WIB
Foto: PSIS Semarang Awali Debut Manis di Seri Kedua BRI Liga 1
Pemain Persik Kediri, Youssef Ezzejjari Lhasnaoui mengejar bola saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 antara PSIS Semarang melawan Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo, Jumat (15/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Striker Persik Kediri, Youssef Ezzejjari mampu mencuri perhatian di BRI Liga 1. Sampai pekan ke-14, pria berpaspor Spanyol ini memimpin daftar top scorer bersama Ilija Spasojevic (Bali United) dengan koleksi 10 gol.

Pencapaian yang lumayan baik buat seorang pemain disaat klub yang dibelanya masih berkutat di zona degradasi. Nama Youssef Ezzejjari pun sempat jadi berita di Marca, media olahraga terbesar di Spanyol usai mencetak dua gol ke gawang PSM Makassar pada pekan keempat.

Marca juga mengklaim, gol yang dicetaknya pada menit 33 layak masuk nominasi Puskas Award. Ketika itu, Youssef Ezzejjari menunjukkan aksi individu dengan melewati sejumlah pemain belakang PSM Makassar.

Youssef Ezzejjari kemudian melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Bola hasil tembakan kaki kanannya itu merobek pojok kiri atas gawang PSM.

"Youssef Ezzejjari mencetak gol Puskas yang layak mendapatkan penghargaan di sepak bola Indonesia."

"Dia melakukan tembakan kuat dengan kaki kanan dalam sebuah cara yang tidak lazim yang akhirnya bersarang di sudut gawang dan membuat kiper tak berdaya," puji Marca.

Dalam channel YouTube Tiento Indonesia, Youssef Ezzejjari menanggapi pujian itu dengan normatif. Menurutnya, Marca menulis tentang dirinya karena statusnya sebagai satu-satunya pemain asal Spanyol yang berkiprah di Indonesia.

"Yang terpenting bagi saya saat ini adalah berusaha keras untuk selalu berkontribusi buat tim dan meraih tiga poin di setiap laga," ujar Youssef Ezzejjari.

2 dari 4 halaman

Perjalanan Karier Sebelum ke Indonesia

Foto: Dua Gol Bola Mati Jaja ke Gawang Persik Kediri Jauhkan Madura United dari Zona Degradasi di Pekan ke-13 BRI Liga 1
Reaksi kecewa pemain Persik Kediri, Youssef Ezzejjari (depan) saat menghadapi Madura United dalam laga pekan ke-13 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Rabu (24/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Youssef Ezzejjari banyak melakoni perjalanan karier sepakbola bersama berbagai klub semenjana di Spanyol.

Ia mengawalinya ketika usianya masih 7 tahun dan kemudian bergabung di berbagai akademi sepak bola. Diantaranya CF Badalona, UE Cornellà dan AEC Manlleu.

Ia pun sempat menimba ilmu pada program Nike Football Academy di Inggris pada 2013 sebelum ke Spanyol memperkuat sejumlah klub di negaranya seperti Deportivo Alaves B, CD Constancia, CF Mollet, UDA Gramanet, UE Avia, Terrassa FC B, UE Tona, Mataro and Guineueta dan SD Oyonesa.

Matang di Spanyol, Youssef Ezzejjari kemudian memulai petualangannya di luar negeri dengan menerima tawaran CE Carroi, klub yang berkiprah di Liga Utama Andorra musim 2020/2021.

Namanya langsung mencuat dengan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Utama Andorra dengan 19 gol. Selepas musim itu, Youssef Ezzejjari memutuskan melanjutkan petualangannya ke Indonesia dengan berkostum Persik Kediri di BRI Liga 1.

3 dari 4 halaman

Makanan Indonesia Favorit

Foto: Adaptasi Cepat, 5 Pemain Asing BRI Liga 1 2021 yang Mampu Tampil Impressif di Musim Pertamanya
Youssef Ezzejjari (kanan) tak butuh lama untuk beradaptasi dengan sepak bola di Ingdonesia. Pemain Spanyol tersebut sukses menjelma sebagai seorang striker yang mematikan bagi Persik Kediri. Youssef tercatat telah mencetak 7 gol dari 10 penampilannya di BRI Liga 1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Meski pertama kali berkiprah di Asia, khususnya di Indonesia, Youssef Ezzejjari mengaku tak menemui kesulitan berarti dalam beraptasi.

Menurut pria kelahiran Barcelona, 10 Mei 1993 ini, ia mendapat sambutan dan perlakukan yang baik ketika datang ke Indonesia.

"Masyarakat Indonesia sangat ramah. Saya juga tak ada masalah dengan masakan Indonesia. Saya malah suka menyantap soto ayam dan nasi goreng," terang Youssef Ezzejjari.

Meski begitu, Youssef Ezzejjari masih membatasi diri menyantap makanan yang berbumbu pedas karena memang sejak kecil tak terbiasa. Ia pun juga sudah mempelajari sedikit bahasa Indonesia. Terutama kata atau kalimat memulai percakapaan seperti apa kabar. Juga kata istilah dalam sepak bola.

"Seperti umpan, oper, terus dan awas. Semoga ke depan, perbendaharaan kata saya bertambah agar komunikasi lancar," pungkas Youssef Ezzejjari.

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Lanjutkan Membaca ↓