Nostalgia Irfan Junaedi, Langganan Timnas Indonesia Junior yang Berkarier Singkat di Persebaya

Oleh Abdi Satria pada 30 Nov 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 30 Nov 2021, 14:27 WIB
Irfan Junaedi
Irfan Junaedi dalam Channel YouTube Pinggir Lapangan. (Bola.com/Abdi Satria)

Bola.com, Jakarta - Sosok Irfan Junaedi pernah digadang-gadang sebagai gelandang masa depan Indonesia. Ia menjadi langgganan Timnas Indonesia dari kategori U-16 sampai U-23.

Di level klub, bersama Persebaya Junior, Irfan meraih trofi juara Piala Soeratin 2001. Sukses yang membuatnya masuk dalam daftar skuad timnas U-21 yang berjaya di Piala Hassanal Bolkiah 2002, Brunei Darussalam.

Pada ajang internasional itu, Timnas Indonesia U-21 tampil trengginas dengan mencetak 17 gol tanpa kebobolan dalam lima laga. Di partai puncak, skuad Garuda Muda mengalahkan Thailand dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Johan Prasetyo, dan Rahel Tuasalamony.

Sepulang dari Brunei, Irfan yang masih berusia 19 tahun menembus Persebaya Senior yang berkiprah di Divisi 1 (Liga 2) Liga Indonesia 2003. Di skuad Bajul Ijo, Irfan jadi pemain pilar di lini tengah bersama Dejan Antonic dan Khairil Anwar.

Persebaya akhirnya meraih gelar juara sekaligus promosi ke kompetisi kasta tertinggi. Sukses yang membuat warga Surabaya senang dan bagga. Tapi, musim itu sekaligus menjadi petaka awal karier sepak bola Irfan.

Di babak 8 Besar, ia terkena cedera lutut parah karena berbenturan dengan striker Persiraja, Irwansyah. Irfan pun menjalani operasi dan terpaksa menepi selama setahun penuh. Dalam channel youtube Pinggir Lapangan, Irfan mengungkapkan cedera yang menderanya itu karena kondisinya tak begitu siap.

"Saya baru tiba di Surabaya usai memperkuat Timnas Indonesia U-22 beruji coba dengan legiun asing di Senayan (Stadion Gelora Bung Karno) sehari sebelumnya," kenang Irfan.

2 dari 4 halaman

Cedera

Piala Menpora - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya
Piala Menpora - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya (Bola.com/Adreanus Titus)

Ironisnya, setelah pulih dari cedera, kemampuan Irfan tak lagi berada dalam level terbaik. Tapi, ia sempat bermain di kompetisi elite Indonesia. Persegi Gianyar adalah klub pertama yang merekrutnya pasca cedera.

"Saya akhirya kembali merasakan atmosfer Stadion Gelora 10 November meski bermain dengan tim lawan Persebaya. Ketika itu, saya memperkuat Persegi.

Selepas dari Persegi, ia ke PSIR Rembang. Persekabpas Pasuruan kemudian jadi klub terakhir Irfan sebelum memutuskan pensiun dini dari sepak bola.

Irfan menjadi bagian dari Persekabpas yang sempat mencuri perhatian dengan menembus semifinal Liga Indonesia 2006. Sayang, langkah mereka terhenti usai ditekuk PSIS Semarang dengan skor 0-1.

"Setelah musim itu, saya merasa sulit untuk kembali berada dalam kemampuan terbaik. Akhirnya, saya pensiun dan beralih profesi sebagai pelatih," terang Irfan.

3 dari 4 halaman

Melatih

Jadi Pelatih Klub Liga 3Irfan mengawali kiprahnya sebagai pelatih dengan menangani Assyabaab Bangil adalah klub amatir yang bermarkas di Stadion R. Soedarsono, Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Dari Assayabaab, Irfan menjadi staf pelatih di Persekabpas dengan status asisten. Kini, ia menjadi pelatih klub Liga 3 Jawa Timur, PSPK Pasuruan.Di sela kesibukannya sebagai pelatih, Irfan sesekali bermain bersama mantan pesepak bola Jawa Timur.

"Lutut saya sebenarnya sudah tak masalah. Tapi, saya sudah tidak kuat bermain di kompetisi," pungkas Irfan yang sudah mengantongi lisensi B-AFC ini.

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Lanjutkan Membaca ↓