Perang Dulur, Duel Persaingan Persib dan Persebaya di BRI Liga 1

Oleh Aditya Wany pada 07 Des 2021, 11:45 WIB
Diperbarui 07 Des 2021, 11:45 WIB
Kolase - Piala Menpora, Persib Bandung, Persebaya Surabaya
Kolase - Piala Menpora, Persib Bandung, Persebaya Surabaya (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Duel bertajuk Perang Dulur bakal tersaji dalam pekan ke-16 BRI Liga 1 2021/2022. Persib Bandung bakal berjumpa Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (8/12/2021) malam.

Kondisi terkini di BRI Liga 1 juga memperlihatkan bahwa pertandingan sangat patut untuk disimak. Sebab, dua tim ini menjadi yang paling produktif sampai 15 pekan. Persebaya Surabaya unggul dengan 26 gol, sedangkan Persib di bawahnya dengan 24 gol.

Namun, posisi klasemen menunjukkan hal yang berbeda. Persib berada di atas dengan menghuni posisi runner-up klasemen sementara di bawah Bhayangkara FC. Persebaya yang tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir kini menduduki peringkat kelima.

Fakta itu membuat duel kedua tim ini diprediksi bakal berjalan kian menarik. Sebab, Persebaya banyak mengandalkan pemain muda di musim ini. Mereka tak goyah meski kehilangan pemain senior akibat cedera atau pemanggilan Timnas Indonesia.

Persib pun termasuk tim yang konsisten menjaga posisi di papan atas. Jangan lupakan, tim arahan Robert Alberts ini juga pernah tercatat sebagai tim yang tak terkalahkan di BRI Liga 1 dalam 11 pertandingan beruntun.

 

2 dari 6 halaman

Rivalitas Perserikatan

Viking, Bonek
Bonek dan Viking atau Bobotoh membaur pada satu tribune di Stadion Gelora Bung Tomo, saat pertandingan Persebaya kontra Persib, Kamis (26/7/2018) malam. (Bola.com/Aditya Wany)

Persib dan Persebaya adalah dua klub yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia sejak era Perserikatan. Persib lima kali meraih gelar juara dan tujuh kali menjadi runner-up. Sedangkan Persebaya lebih mentereng dengan delapan kali menjuarainya.

Duel kedua tim selalu menarik dan diwarnai dengan rivalitas tim. Satu di antaranya ialah final Kompetisi Perserikatan atau Kejuaraan PSSI 1989-1990 yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta, 11 Maret 1990.

Dalam pertemuan tersebut, Persib menang dengan skor 2-0. Persebaya babak belur pada menit awal ketika Subangkit mencetak gol bunuh diri. Namun, pertandingan berjalan alot. Tak ada lagi gol yang tercipta pada babak pertama.

Persib menambah skor pada awal babak kedua melalui aksi Dede Rosadi. Gol tersebut menjadi yang terakhir dalam laga itu. Persib pun ditahbiskan menjadi juara. Puluhan bobotoh Persib yang memadati Senayan langsung bersorak. 

 

3 dari 6 halaman

Persaudaraan Suporter

Persebaya, Bonek, Bobotoh, Liga 2 Indonesia
Kebersamaan Bonek dan Viking saat mendukung Persebaya saat melawan PSIS Semrang dalam laga perdana babak 8 besar Grup Y Liga 2 Indonesia di Stadion GBLA, Bandung, (15/11/2017). Persebaya menang atas PSIS Semang 1-0. (Bola.com/Ronald Seger)

Bonek, suporter Persebaya, selalu diterima dengan baik oleh warga Bandung. Tengok saja yang terjadi dalam babak 8 besar Liga 2 2017. Saat itu, ribuan Bonek mendatangan Kota Kembang untuk mendukung tim kebanggaannya promosi ke Liga 1.

Hal serupa juga terjadi saat bobotoh Persib datang ke Surabaya. Berbagai macam kendaran menjadi moda transportasi ribuan bobotoh Persib yang ingin menemani kiprah Maung Bandung. Cerita indah ini memang sudah terjalin sangat lama.

Meski tim mereka terlibat rivalitas di era Perserikatan, kedua suporter ini memang dikenal memiliki jalinan persaudaraan. Persaudaraan mereka dilandasi perasaan senasib ingin mendukung kesebelasan kesayangannya terbang tinggi di Indonesia.

Puncaknya terjadi pada 2003 lalu. Saat itu, muncul ikrar suporter bersatu saat gelaran play-off Liga Indonesia di Solo.

Klub peserta diperbolehkan bermain, tetapi dengan syarat harus ada ikrar suporter untuk bersatu, yang diikuti oleh Viking Persib Club (VPC), Bonek, Pasoepati (suporter Persis Solo), LA Mania (suporter Persela Lamongan) dan Brajamusti (suporter PSIS Semarang).

Alhasil, persaudaraan antara Bonek dan bobotoh Persib, terutama VPC, pun terjalin kian erat. Dalam pertandingan, mereka kerap saling berbalas lagu. Bahkan, saat pemain lawan menciptakan peluang, tak jarang mereka memberi tepuk tangan apresiasi.

 

4 dari 6 halaman

Perang Dulur

FOTO: Persib Bandung sementara Unggul Telak 3-0 atas Persebaya Surabaya di Babak Pertama - Marcelino Ferdinan; Ardi Idrus
Striker Persebaya Surabaya, Marcelino Ferdinan (tengah) berusaha melewati bek Persib Bandung, Ardi Idrus (kedua dari kanan) dalam laga perempatfinal Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (11/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persebaya bertemu dengan Persib dalam matchday kedua dalam Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung (7/3/2019). Duel ini disambut hangat oleh kedua suporter dari masing-masing kubu.

Penyebabnya, pertemuan mereka ini menjadi yang pertama digelar di Bandung setelah beberapa tahun terakhir. Pada Liga 1 2018, Persib terpaksa menjamu Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, karena sanksi dari PSSI.

Situs resmi klub sekaligus akun media sosial Persib pun menyebutnya sebagai “Perang Saudara”. Bola.com memilih untuk menggunakan istilah “Perang Dulur” mengingat dalam bahasa Sunda maupun Jawa, kata “dulur” sama-sama berarti “saudara”.

Hal ini tentu tidak lepas dari persaudaraan yang melibatkan suporter. Meski tim bersaing di lapangan, keduanya tetap kompak menjaga hubungan mereka. Bonek dijamu dengan baik oleh seluruh bobotoh Persib di laga ini.

 

5 dari 6 halaman

Materi Pemain

Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya
Penyerang Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya, menendang bola saat melawan Persib bandung pada laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (11/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dari materi pemain, Maung Bandung lebih mewah dengan keberadaan tiga pemain asing, yakni Nick Kuipers, Geoffrey Castillion, dan Wander Luiz. Hanya Mohammed Rashid saja yang harus absen karena membela Timnas Palestina di Piala Arab.

Materi skuat itu membuat Persib jauh lebih diunggulkan memenangi duel ini. Pasalnya, Persebaya lebih banyak mengandalkan pemain muda. Meski pemain asing Bajul Ijo pun menunjukkan kontribusi maksimal.

Deretan nama macam Alie Sesay, Bruno Moreira, Taisei Marukawa, dan Jose Wilkson adalah pemain yang berperan penting di masing-masing posisi.

Dari catatan head-to-head lima pertandingan terakhir, Persebaya lebih unggul dengan tiga kemenangan. Persib hanya mampu memenangi dua. Menariknya, lima pertemuan itu selalu melahirkan lebih dari empat gol di setiap pertandingan.

6 dari 6 halaman

Persaingan di BRI Liga 1 2021/2022

Lanjutkan Membaca ↓